Javascript must be enabled to continue!
Kondisi Sosial Ekonomi Masa Pembangunan Kereta Api Hindia Belanda Di Semarang Abad XIX
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan menggambarkan awal mula adanya kereta api di Semarang abad ke-19, menjelaskan bagaimana adanya perusahaan yang menaungi pembangunan kereta api serta menganalisis kondisi sosial ekonomi masa pembangunan kereta api abad ke-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Louis Gottschalk dengan tahapan sebagai berikut: heuristik, kritik, interpretasi, historiografi. Sejak diberlakukannya kebijakan ekonomi liberal tahun 1870 di tanah jajahan mengakibatkan penanaman modal asing membludak. Mengakibatkan banyaknya munculĀ pabrik dan perkebunan di kota maupun pedalaman. Komoditas tanaman perkebunan seperti tebu, kopi, nila dan tembakau mengalami pertumbuhan yang pesat. Pertumbuhan ini kurang diimbangi dengan adanya transportasi yang memadai. Pemerintah Hindia-Belanda berupaya mengatasi hal ini dengan membangun transportasi kereta api. Pembangunan kereta api merupakan proyek pembangunan infrastruktur terbesar pada pertengahan abad ke-19 serta merupakan bagian dari penerapan teknologi barat di Hindia Belanda. Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) diawali pembangunan rel Semarang-Tanggung di Desa Kemijen Semarang. Transportasi kereta api memberikan pengaruh yang besar bagi masyarakat sehingga terjadi perubahan sosial dan ekonomi.
Title: Kondisi Sosial Ekonomi Masa Pembangunan Kereta Api Hindia Belanda Di Semarang Abad XIX
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan menggambarkan awal mula adanya kereta api di Semarang abad ke-19, menjelaskan bagaimana adanya perusahaan yang menaungi pembangunan kereta api serta menganalisis kondisi sosial ekonomi masa pembangunan kereta api abad ke-19.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Louis Gottschalk dengan tahapan sebagai berikut: heuristik, kritik, interpretasi, historiografi.
Sejak diberlakukannya kebijakan ekonomi liberal tahun 1870 di tanah jajahan mengakibatkan penanaman modal asing membludak.
Mengakibatkan banyaknya munculĀ pabrik dan perkebunan di kota maupun pedalaman.
Komoditas tanaman perkebunan seperti tebu, kopi, nila dan tembakau mengalami pertumbuhan yang pesat.
Pertumbuhan ini kurang diimbangi dengan adanya transportasi yang memadai.
Pemerintah Hindia-Belanda berupaya mengatasi hal ini dengan membangun transportasi kereta api.
Pembangunan kereta api merupakan proyek pembangunan infrastruktur terbesar pada pertengahan abad ke-19 serta merupakan bagian dari penerapan teknologi barat di Hindia Belanda.
Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) diawali pembangunan rel Semarang-Tanggung di Desa Kemijen Semarang.
Transportasi kereta api memberikan pengaruh yang besar bagi masyarakat sehingga terjadi perubahan sosial dan ekonomi.
Related Results
KRISIS EKONOMI NASIONAL PADA MASA-MASA AKHIR HINDIA BELANDA 1930-1942
KRISIS EKONOMI NASIONAL PADA MASA-MASA AKHIR HINDIA BELANDA 1930-1942
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mendasari terjadinya depresi ekonomi pada masa-masa terakhir Hindia Belanda; Hubungan antara depresi ekonomi dengan se...
MODERNISASI TEKNOLOGI KERETA API DI SUMATERA BARAT MASA HINDIA BELANDA (1871-1933)
MODERNISASI TEKNOLOGI KERETA API DI SUMATERA BARAT MASA HINDIA BELANDA (1871-1933)
Ide pembangunan ker eta api dimulai untu k memudah kan pengangkutandan distribusi dari pedalaman Minangkabau ke Pesisir Pantai barat Sumatera. Pengangkutan kopi yang semuaa memakai...
NASIONALISME DALAM DRAMA TRAGEDI KERETA API MAUT KARYA ACHMAD TOHA (Nationalism in The Kereta Api Maut Tragedy Drama by Achmad Toha)
NASIONALISME DALAM DRAMA TRAGEDI KERETA API MAUT KARYA ACHMAD TOHA (Nationalism in The Kereta Api Maut Tragedy Drama by Achmad Toha)
Dinamika kehidupan manusia yang mencakup berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari ditirukan dalam drama. Naskah drama Kereta Api Maut disusun oleh Achmad Toha berdasarkan kis...
SIKAP INDONESIA TERHADAP PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG DIBUAT PEMERINTAH BELANDA
SIKAP INDONESIA TERHADAP PERJANJIAN INTERNASIONAL YANG DIBUAT PEMERINTAH BELANDA
Untuk meneliti kedudukan dari perjanjian-perjanjian Internasional yang dibuat Pemerintah Belanda dan dinyatakan juga berlaku bagi wilayah Hindia Belanda dan sikap Indonesia terhada...
Analisis Tingkat Risiko Banjir dan Tanah Longsor di Jalur Kereta Api Makassar-Parepare
Analisis Tingkat Risiko Banjir dan Tanah Longsor di Jalur Kereta Api Makassar-Parepare
Transportasi umum merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat di kota-kota dan kabupaten besar di Sulawesi Selatan, seperti Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan K...
Analisis Efektifitas Implementasi GAPEKA dan Standar Pelayanan Minimum di PT. Kereta Api Indonesia Divisi Regional II Sumatra Barat
Analisis Efektifitas Implementasi GAPEKA dan Standar Pelayanan Minimum di PT. Kereta Api Indonesia Divisi Regional II Sumatra Barat
Perubahan jadwal keberangkatan, kedatangan kereta api, dan waktu tempuh kereta api mempengaruhi Penerapan GAPEKA di PT. KAI divisi Reginal II Simatera Barat. Pentingnya penerapan s...
Pengaruh Perencanaan Karir, Lingkungan Kerja, dan Stres Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Kereta Api Indonesia Divre II Sumbar
Pengaruh Perencanaan Karir, Lingkungan Kerja, dan Stres Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Kereta Api Indonesia Divre II Sumbar
Abstract: PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Regional Division II West Sumatra is one of the State-Owned Enterprises (BUMN) engaged in rail transportation services in Indonesia. Th...

