Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR BARAT
View through CrossRef
Latar belakang: Kejadian stunting masih ditemukan sampai saat ini. Stunting berhubungan dengan pola makan tetapi masih ditemukan adanya pola makan yang tidak tepat khususnya pada anak usia 6-24 bulan.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Denpasar Barat.
Metode: Penelitian ini menggunakan Desain deskritif korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Denpasar Barat pada bulan April 2024. Dimana populasi sebanyak 417 anak dan sampel 224 responden dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola makan dan pengukuran antropometri. Analisa data dengan uji Chi-Square serta penelitian ini telah mendapat surat etik penelitian
Hasil: Didapatkan hasil bahwa sebanyak 180 responden (80,4%) sudah menerapkan pola makan tepat, dan sebanyak 195 responden (87,1%) tidak mengalami stunting. Didapatkan p-value 0,807 (>0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Denpasar Barat
Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini bahwa selain pola makan ada faktor lain yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak sehingga pada penelitian selanjutnya sebaiknya menambahkan faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kejadian stunting pada anak.
Universitas Sari Mutiara Indonesia
Title: HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR BARAT
Description:
Latar belakang: Kejadian stunting masih ditemukan sampai saat ini.
Stunting berhubungan dengan pola makan tetapi masih ditemukan adanya pola makan yang tidak tepat khususnya pada anak usia 6-24 bulan.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Denpasar Barat.
Metode: Penelitian ini menggunakan Desain deskritif korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Denpasar Barat pada bulan April 2024.
Dimana populasi sebanyak 417 anak dan sampel 224 responden dengan teknik purposive sampling.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola makan dan pengukuran antropometri.
Analisa data dengan uji Chi-Square serta penelitian ini telah mendapat surat etik penelitian
Hasil: Didapatkan hasil bahwa sebanyak 180 responden (80,4%) sudah menerapkan pola makan tepat, dan sebanyak 195 responden (87,1%) tidak mengalami stunting.
Didapatkan p-value 0,807 (>0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Denpasar Barat
Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini bahwa selain pola makan ada faktor lain yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak sehingga pada penelitian selanjutnya sebaiknya menambahkan faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kejadian stunting pada anak.
Related Results
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Latar belakang: Stunting merupakan status kurang gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat karena malnutrisi jangka panjang. Stunting disebut ...
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan
Salah satu masalah gizi signifikan yang mempengaruhi balita dan belum terselasaikan hingga kini adalah stunting. Selain menjadi masalah di Indonesia, stunting kini menjadi isu glob...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur. Stunting dipengaruhi oleh multifactor diantaranya adalah asupan energi, protein, status pen...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA
Secara eksplisit Stunting merupakan suatu kondisi gagal tumbuh pada bayi (0-11 bulan) dan anak balita (12-59 bulan) akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama ke...

