Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM GEGURITAN BHARATA YUDHA KARANGAN KETUT PUTRU PADA UPACARA PAIBON PANDE

View through CrossRef
Abstrak   Geguritan Bharata Yudha, sebuah karya sastra klasik Bali, merupakan sebuah epos yang tidak hanya mengisahkan pertempuran besar antara Pandawa dan Kaurawa, tetapi juga sarat dengan nilai pendidikan pada nilai geguritan sehingga layak diteliti.   Tujuan penelitian ini menganalisis: 1) Struktur Geguritan Baharata Yudha Karangan Ketut Putru, 2) Implementasi Nilai Pendidikan Agam Hindu dalam Geguritan Bharata Yudha Karangan Ketut Putru pada Upacara Paibon Pande di Desa Ped, 3) Implikasi Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Geguritan Bharata Yudha Karangan Ketut Putru Pada Piodalan Paibon pande di Desa Ped. Teori yang digunakan yaitu: 1) Teori Strukturalisme, 2) Teori Hermeneutik 3) Teori  Fungsional. Jenis penelitian kualitatif, Teknik Pengumpulan Data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik Penentuan Informan Purposive Sampling. Berdasarkan Analisis Deskriptif Kualitatif, didapat hasil yaitu: 1) Struktur Geguritan Bharata Yudha Karangan Ketut Putru terdapat 2 Struktur yaitu 1 )Struktur Forma, 2) Struktur Naratif, Struktur Forma terdiri dari: (1) Kode Sastra, (2) Gaya Bahasa, (3) Ragam Bahasa, (4) Tembang, Struktur Naratif terdiri dari: (1) Sinopsis, (2) Tema, (3) Tokoh dan Penokohan, (4) Alur atau Plot, (5) Latar (Setting), (6) Amanat, dan (7) Insiden,  2) Implementasi Nilai Pendidikan Agama Hindu Karangan Ketut Putru pada Upacara Paibon Pande di Desa Ped, meliputi: (1) Implementasi Nilai Pendidikan Tattwa (filsafat), (Widhi Sradha), (2) Implementasi Nilai Pendidikan Susila (etika), (3) Implementasi Nilai Pendidikan Estetika (keindahan), (4) Implementasi Nilai Pendidikan Upacara (ritual),  3) Implikasi Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Geguritan Bharata Yudha Karangan Ketut Putru pada Upacara Paibon Pande di Desa Ped, yang meliputi: (1) Implikasi Kebijakan,  (2) Implikasi pada generasi muda dan genersi tua,  (3) Implikasi Kegemaran Masyarakat dalam Mageguritan,  (4) Menumbuhkan Sikap Santun dan Mendekatkan Diri dengan Tuhan.   Kata-Kata Kunci: Geguritan, Bharata Yudha, dan Nilai Pendidikan Agama Hindu.
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar
Title: IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM GEGURITAN BHARATA YUDHA KARANGAN KETUT PUTRU PADA UPACARA PAIBON PANDE
Description:
Abstrak   Geguritan Bharata Yudha, sebuah karya sastra klasik Bali, merupakan sebuah epos yang tidak hanya mengisahkan pertempuran besar antara Pandawa dan Kaurawa, tetapi juga sarat dengan nilai pendidikan pada nilai geguritan sehingga layak diteliti.
  Tujuan penelitian ini menganalisis: 1) Struktur Geguritan Baharata Yudha Karangan Ketut Putru, 2) Implementasi Nilai Pendidikan Agam Hindu dalam Geguritan Bharata Yudha Karangan Ketut Putru pada Upacara Paibon Pande di Desa Ped, 3) Implikasi Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Geguritan Bharata Yudha Karangan Ketut Putru Pada Piodalan Paibon pande di Desa Ped.
Teori yang digunakan yaitu: 1) Teori Strukturalisme, 2) Teori Hermeneutik 3) Teori  Fungsional.
Jenis penelitian kualitatif, Teknik Pengumpulan Data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen.
Teknik Penentuan Informan Purposive Sampling.
Berdasarkan Analisis Deskriptif Kualitatif, didapat hasil yaitu: 1) Struktur Geguritan Bharata Yudha Karangan Ketut Putru terdapat 2 Struktur yaitu 1 )Struktur Forma, 2) Struktur Naratif, Struktur Forma terdiri dari: (1) Kode Sastra, (2) Gaya Bahasa, (3) Ragam Bahasa, (4) Tembang, Struktur Naratif terdiri dari: (1) Sinopsis, (2) Tema, (3) Tokoh dan Penokohan, (4) Alur atau Plot, (5) Latar (Setting), (6) Amanat, dan (7) Insiden,  2) Implementasi Nilai Pendidikan Agama Hindu Karangan Ketut Putru pada Upacara Paibon Pande di Desa Ped, meliputi: (1) Implementasi Nilai Pendidikan Tattwa (filsafat), (Widhi Sradha), (2) Implementasi Nilai Pendidikan Susila (etika), (3) Implementasi Nilai Pendidikan Estetika (keindahan), (4) Implementasi Nilai Pendidikan Upacara (ritual),  3) Implikasi Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Geguritan Bharata Yudha Karangan Ketut Putru pada Upacara Paibon Pande di Desa Ped, yang meliputi: (1) Implikasi Kebijakan,  (2) Implikasi pada generasi muda dan genersi tua,  (3) Implikasi Kegemaran Masyarakat dalam Mageguritan,  (4) Menumbuhkan Sikap Santun dan Mendekatkan Diri dengan Tuhan.
  Kata-Kata Kunci: Geguritan, Bharata Yudha, dan Nilai Pendidikan Agama Hindu.

Related Results

DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...
KONSEP KETUHANAN DALAM GEGURITAN SUCITA
KONSEP KETUHANAN DALAM GEGURITAN SUCITA
<p><em>This research is ronducted based on the outhor’s interest in the text of Geguritan Sucita that impotant as a guide for people especially about the concept of div...
Peran Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Kepribadian Siswa
Peran Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Kepribadian Siswa
Anak dalam pandangan agama Hindu merupakan penyelamat bagi orang tua dan para leluhur. Setiap orang tua tentu mengharapkan lahirnya seorang anak yang suputra, seorang anak yang ber...
ANALISIS KEBUTUHAN GURU AGAMA HINDU DI KOTA MATARAM DAN SIGNIFIKANSINYA DENGAN LULUSAN INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM
ANALISIS KEBUTUHAN GURU AGAMA HINDU DI KOTA MATARAM DAN SIGNIFIKANSINYA DENGAN LULUSAN INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM
The shortage of Hindu Religion Teachers is one of the main problems for the world of education. We hope that with the large number of Hindu religious colleges and graduates of the ...
METODE PEMBELAJARAN DRILL AND PRACTICE PADA PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 KLATEN
METODE PEMBELAJARAN DRILL AND PRACTICE PADA PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 KLATEN
Tercapainya tujuan pembelajaran salah satunya tergantung dari metode pembelajaran yang dipergunakan. Penerapan metode pembelajaran tergantung dari materi, tujuan yang ingin dicapi,...
PENGGUNAAN PALAKIWA DALAM UPACARA NGABEN DI DESA ADAT KULUB KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR
PENGGUNAAN PALAKIWA DALAM UPACARA NGABEN DI DESA ADAT KULUB KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR
Dalam mewujudkan rasa bhakti  memuja  kebesaran Tuhan, masyarakat di Desa  Adat Kulub Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, melakukan upacara pitra yadnya yang dimana di dalam...

Back to Top