Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Jenis Semen Pada Karakteristik Mekanis Tanah Ekspansif

View through CrossRef
Stabilisasi tanah merupakan salah satu upaya dalam memperbaiki karakteristik tanah ekspansif dengan menambah bahan pozzolan untuk meningkatkan kekuatan mekanis tanah. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui keefektifan tipe semen Portland Composite Cement (PCC) dan semen mortar dalam meningkatkan kekuatan mekanis tanah ekspansif menggunakan uji Unconfined Compression Test (UCT). Pengujian UCT dilakukan dengan prosentase semen PCC dan semen mortar 0%, 4%, 8% dan 12%. Hasil pengujian karakteristik tanah asli menunjukan nilai berat jenis (Gs) 2,595, (LL) 58,54% dan (IP) 24,85%. Tanah asli dikategorikan sebagai tanah ekspansif karena memiliki nilai LL dan indeks plastisitas yang tinggi (PI > 20). Berdasarkan hasil pengujian UCT dengan bahan stabilisasi menunjukan bahwa semen mortar lebih efektif digunakan untuk meningkatkan kekuatan mekanis tanah (qu dan Cu) dibandingkan semen PCC pada prosentase paling optimum 8%. Sedangkan penambahan prosentase semen PCC dan semen mortar sebesar 12% menyebabkan nilai qu dan Cu menurun. Semen mortar lebih efektif dibandingkan dengan semen PCC dikarenakan semen mortar mengandung bahan tambahan pasir halus serta material aktif seperti silika dan aluminia, kandungan tersebut dapat meningkatkan reaksi hidrasi dan pozzolanik yang mengurangi plastisitas tanah ekspansif dan meningkatkan karakteristik mekanisnya.
Centre for Research and Community Development - Islamic University of Nahdlatul Ulama Jepara
Title: Pengaruh Jenis Semen Pada Karakteristik Mekanis Tanah Ekspansif
Description:
Stabilisasi tanah merupakan salah satu upaya dalam memperbaiki karakteristik tanah ekspansif dengan menambah bahan pozzolan untuk meningkatkan kekuatan mekanis tanah.
Penelitian ini bertujuan untuk megetahui keefektifan tipe semen Portland Composite Cement (PCC) dan semen mortar dalam meningkatkan kekuatan mekanis tanah ekspansif menggunakan uji Unconfined Compression Test (UCT).
Pengujian UCT dilakukan dengan prosentase semen PCC dan semen mortar 0%, 4%, 8% dan 12%.
Hasil pengujian karakteristik tanah asli menunjukan nilai berat jenis (Gs) 2,595, (LL) 58,54% dan (IP) 24,85%.
Tanah asli dikategorikan sebagai tanah ekspansif karena memiliki nilai LL dan indeks plastisitas yang tinggi (PI > 20).
Berdasarkan hasil pengujian UCT dengan bahan stabilisasi menunjukan bahwa semen mortar lebih efektif digunakan untuk meningkatkan kekuatan mekanis tanah (qu dan Cu) dibandingkan semen PCC pada prosentase paling optimum 8%.
Sedangkan penambahan prosentase semen PCC dan semen mortar sebesar 12% menyebabkan nilai qu dan Cu menurun.
Semen mortar lebih efektif dibandingkan dengan semen PCC dikarenakan semen mortar mengandung bahan tambahan pasir halus serta material aktif seperti silika dan aluminia, kandungan tersebut dapat meningkatkan reaksi hidrasi dan pozzolanik yang mengurangi plastisitas tanah ekspansif dan meningkatkan karakteristik mekanisnya.

Related Results

PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
Tanah lempung ekspansif adalah jenis tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat tinggi. Volume pori tanah lempung ekspansif akan mengalami pembesaran ketika terjadi musim ...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
STABILISASI SWELLING TIGA DIMENSI (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN LIMBAH INDUSTRI KERAJINAN MARMER
STABILISASI SWELLING TIGA DIMENSI (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN LIMBAH INDUSTRI KERAJINAN MARMER
Setiap pekerjaan teknik sipil tidak lepas dengan aspek yang paling penting yaitu tanah. Sejumlah masalah yang berkaitan dengan bangunan teknik sipil yang sering dijumpai di lapanga...
PENGARUH KADAR AIR DI ATAS OMC PADA TANAH EKSPANSIF TERHADAP KUAT DUKUNG TANAH DAN KEMBANG SUSUT
PENGARUH KADAR AIR DI ATAS OMC PADA TANAH EKSPANSIF TERHADAP KUAT DUKUNG TANAH DAN KEMBANG SUSUT
Banyak wilayah di Indonesia yang memiliki jenis tanah yang beragam salah satunya adalah tanah ekspansif. Tanah ekspansif memiliki kembang susut yang tinggi untuk digunakan sebagai ...
Nur Puspita Sari
Nur Puspita Sari
Limbah masker yang sulit didaur ulang secara alami menjadikan masalah bagi lingkungan. Masker memiliki sifat terluar menolak air, bagian tengah bersifat menahan virus, dan paling d...
PENGARUH ELEKTROOSMOSIS TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG
PENGARUH ELEKTROOSMOSIS TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG
Tanah lempung merupakan salah satu tanah bermasalah. Tanah dengan permebilitas rendah dan kandungan mineral menyebabkan tanah memiliki kuat geser rendah. Tanah lempung bermua...
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
Tanah lempung ekspansif   merupakan jenis tanah yang sering menimbulkan masalah dalam bidang konstruksi karena memiliki sifat kembang susut yang tinggi.  Untuk mengatasi hal terseb...

Back to Top