Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kenabian Mirza Ghulam Ahmad Perspektif Tafsir Ahmadiyah

View through CrossRef
Upaya memahami al-Qur’an guna menyebarkan ajaran-ajaran yang termuat di dalamnya terus berkembang. Upaya tersebut dibuktikan dengan meningkatnya penafsiran al-Qur’an sekalipun Nabi Muhammad SAW dan para sahabat telah wafat. Perkembangan penafsiran al-Qur’an melahirkan beragam pendekatan dalam penafsirannya, mulai dari metode (manhaj al-tafsir), sistematika penafsiran dan corak penafsiran (alwan al-tafsir). Perlu diketahui bahwa semangat keberagaman penafsiran al-Qur’an dipengaruhi oleh latar belakang yang meliputi mufassir al- Qur’an. Dalam konteks ini dibahas salah satu karya tafsir milik kelompok dalam Islam bernama Ahmadiyyah. Karya tafsir Ahmadiyyah bernama Qur’anummajid yang ditulis oleh salah seorang khalifah bernama Bashiruddin Mahmud Ahmad. Dalam aktivitas penafsirannya, Bashiruddin dikenal menggunakan Ra’yu yang cukup kuat, namun tetap menggunakan dalil-dalil lainnya guna memperkuat argument penafsirannya, baik berupa ayat al-Qur’an, hadith maupun pendapat-pendapat ulama. Tafsir Qur’anummajid cukup mengundang kontrovesi, baik di kancah internasional maupun nasional. Dikarenakan di dalamnya memuat pemikiran-pemikiran yang berusaha mendobrak pemikran Islam yang sudah mapan.Kata Kunci: Tafsir, Ahmadiyyah, Qur’anummajid.
Title: Kenabian Mirza Ghulam Ahmad Perspektif Tafsir Ahmadiyah
Description:
Upaya memahami al-Qur’an guna menyebarkan ajaran-ajaran yang termuat di dalamnya terus berkembang.
Upaya tersebut dibuktikan dengan meningkatnya penafsiran al-Qur’an sekalipun Nabi Muhammad SAW dan para sahabat telah wafat.
Perkembangan penafsiran al-Qur’an melahirkan beragam pendekatan dalam penafsirannya, mulai dari metode (manhaj al-tafsir), sistematika penafsiran dan corak penafsiran (alwan al-tafsir).
Perlu diketahui bahwa semangat keberagaman penafsiran al-Qur’an dipengaruhi oleh latar belakang yang meliputi mufassir al- Qur’an.
Dalam konteks ini dibahas salah satu karya tafsir milik kelompok dalam Islam bernama Ahmadiyyah.
Karya tafsir Ahmadiyyah bernama Qur’anummajid yang ditulis oleh salah seorang khalifah bernama Bashiruddin Mahmud Ahmad.
Dalam aktivitas penafsirannya, Bashiruddin dikenal menggunakan Ra’yu yang cukup kuat, namun tetap menggunakan dalil-dalil lainnya guna memperkuat argument penafsirannya, baik berupa ayat al-Qur’an, hadith maupun pendapat-pendapat ulama.
Tafsir Qur’anummajid cukup mengundang kontrovesi, baik di kancah internasional maupun nasional.
Dikarenakan di dalamnya memuat pemikiran-pemikiran yang berusaha mendobrak pemikran Islam yang sudah mapan.
Kata Kunci: Tafsir, Ahmadiyyah, Qur’anummajid.

Related Results

SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...
Tafsir Kenabian Mirza Ghulam Ahmad
Tafsir Kenabian Mirza Ghulam Ahmad
ABSTRAK Artikel ini fokus pada kajian penafsiran tentang kenabian pendiri Ahmadiyah  yaitu  Mirza  Ghulam  Ahmad  Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisa proses penafsiran y...
Studi Kritis Pemikiran Iskandar Zulkarnain Tentang “Gerakan Ahmadiyah Di Indonesia” Perspektif Fenomenologi Edmund Husserl
Studi Kritis Pemikiran Iskandar Zulkarnain Tentang “Gerakan Ahmadiyah Di Indonesia” Perspektif Fenomenologi Edmund Husserl
Mengkaji gerakan Ahmadiyah di Indonesia melalui karya Iskandar Zulkarnain menurut penulis perlu adanya tinjauan ulang terhadap tokoh (peneliti), apakah ia benar-benar mengulas seja...
Ghulam Ahmad, Mirza
Ghulam Ahmad, Mirza
Mirza Ghulam Ahmad and the early Ahmadiyya movement were a missing link in the narrative of American religious culture’s opening to Islam in the 20th century. Mirza Ghulam Ahmad’s ...
Perkembangan dan Resepsi Tafsir Hukmi di Kalangan Ulama
Perkembangan dan Resepsi Tafsir Hukmi di Kalangan Ulama
Tafsir hukmi merupakan pendekatan interpretasi Al-Qur'an yang fokus pada aspek-aspek hukum dan normatif dalam teks suci Islam. Penelitian ini menganalisis dari latar belakang kemun...

Back to Top