Javascript must be enabled to continue!
Potensi Pergeseran Moda dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum Massal Berbasis Rel pada Perjalanan Harian Antarkota di Kota Bekasi
View through CrossRef
Kota Bekasi merupakan wilayah suburban penyangga Jakarta dengan tingkat perjalanan antarkota yang tinggi. Kendaraan pribadi masih menjadi moda dominan meskipun menimbulkan kemacetan, biaya transportasi tinggi, dan dampak lingkungan. Kehadiran KRL Commuter Line dan LRT Jabodebek belum sepenuhnya mengubah preferensi masyarakat dalam perjalanan kerja antarkota, dan penelitian-penelitian sebelumnya masih menunjukkan bukti yang terpisah-pisah mengenai bagaimana karakteristik perjalanan, kualitas layanan, dan kondisi sosial ekonomi secara bersama-sama membentuk niat berpindah moda. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pergeseran moda dari kendaraan pribadi ke transportasi umum massal berbasis rel, serta peran moderasi karakteristik sosial ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 224 responden pengguna sepeda motor dan mobil pribadi di Kota Bekasi, teknik purposive sampling, dan analisis PLS-SEM melalui PLS Algorithm dan bootstrapping 5.000 subsampel, dengan model yang memiliki kemampuan prediktif moderat menuju kuat. Karakteristik layanan transportasi umum massal berpengaruh positif signifikan paling dominan, diikuti karakteristik perjalanan kendaraan pribadi, sedangkan karakteristik perjalanan komuter tidak berpengaruh signifikan. Karakteristik sosial ekonomi memoderasi signifikan memperlemah hubungan karakteristik perjalanan kendaraan pribadi terhadap potensi pergeseran moda, dan memoderasi signifikan memperkuat hubungan karakteristik layanan transportasi umum terhadap potensi pergeseran moda. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas peningkatan layanan dalam mendorong pergeseran moda bersifat kondisional terhadap profil sosial ekonomi pengguna.
Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (Dinasti)
Title: Potensi Pergeseran Moda dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum Massal Berbasis Rel pada Perjalanan Harian Antarkota di Kota Bekasi
Description:
Kota Bekasi merupakan wilayah suburban penyangga Jakarta dengan tingkat perjalanan antarkota yang tinggi.
Kendaraan pribadi masih menjadi moda dominan meskipun menimbulkan kemacetan, biaya transportasi tinggi, dan dampak lingkungan.
Kehadiran KRL Commuter Line dan LRT Jabodebek belum sepenuhnya mengubah preferensi masyarakat dalam perjalanan kerja antarkota, dan penelitian-penelitian sebelumnya masih menunjukkan bukti yang terpisah-pisah mengenai bagaimana karakteristik perjalanan, kualitas layanan, dan kondisi sosial ekonomi secara bersama-sama membentuk niat berpindah moda.
Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pergeseran moda dari kendaraan pribadi ke transportasi umum massal berbasis rel, serta peran moderasi karakteristik sosial ekonomi.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 224 responden pengguna sepeda motor dan mobil pribadi di Kota Bekasi, teknik purposive sampling, dan analisis PLS-SEM melalui PLS Algorithm dan bootstrapping 5.
000 subsampel, dengan model yang memiliki kemampuan prediktif moderat menuju kuat.
Karakteristik layanan transportasi umum massal berpengaruh positif signifikan paling dominan, diikuti karakteristik perjalanan kendaraan pribadi, sedangkan karakteristik perjalanan komuter tidak berpengaruh signifikan.
Karakteristik sosial ekonomi memoderasi signifikan memperlemah hubungan karakteristik perjalanan kendaraan pribadi terhadap potensi pergeseran moda, dan memoderasi signifikan memperkuat hubungan karakteristik layanan transportasi umum terhadap potensi pergeseran moda.
Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas peningkatan layanan dalam mendorong pergeseran moda bersifat kondisional terhadap profil sosial ekonomi pengguna.
Related Results
PEST-dependent cytoplasmic retention of v-Rel by I(kappa)B-alpha: evidence that I(kappa)B-alpha regulates cellular localization of c-Rel and v-Rel by distinct mechanisms
PEST-dependent cytoplasmic retention of v-Rel by I(kappa)B-alpha: evidence that I(kappa)B-alpha regulates cellular localization of c-Rel and v-Rel by distinct mechanisms
Association of c-Rel with the inhibitor of kappaB-alpha (IkappaB-alpha) protein regulates both cellular localization and DNA binding. The ability of v-Rel, the oncogenic viral coun...
Analisa Pemilihan Moda Transportasi Langsa – Medan Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
Analisa Pemilihan Moda Transportasi Langsa – Medan Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
Dalam melakukan perjalanan dari Langsa ke Medan sebaliknya pelaku perjalanan akan dihadapkan pada pilihan jenis moda transportasi, yaitu angkutan umum Mini Bus L300 AC, L300 Non-AC...
CAPERα Is a Novel Rel-TAD-Interacting Factor That Inhibits Lymphocyte Transformation by the Potent Rel/NF-κB Oncoprotein v-Rel
CAPERα Is a Novel Rel-TAD-Interacting Factor That Inhibits Lymphocyte Transformation by the Potent Rel/NF-κB Oncoprotein v-Rel
ABSTRACTThe Rel/NF-κB transcription factors are constitutively activated in many human cancers. The Rel proteins in this family are implicated in leukemia/lymphomagenesis, but the ...
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
ABSTRAKSalah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih...
Analisa Pemilihan Moda Transportasi Kota Medan – Bandara Kualanamu Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
Analisa Pemilihan Moda Transportasi Kota Medan – Bandara Kualanamu Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
Moda Transportasi merupakan sebutan bagi pengguna transportasi untuk menytakan alat angkut buat berpindah dari tempat asal ke tempat tujuan. Dimana moda transportasi ini yang diman...
STUDI PREFERENCE TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERBASIS BIAYA PERJALANAN DAN WAKTU PERJALANAN
STUDI PREFERENCE TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERBASIS BIAYA PERJALANAN DAN WAKTU PERJALANAN
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memili...
Studi Pilihan Moda Transportasi Anak Sekolah Dasar
Studi Pilihan Moda Transportasi Anak Sekolah Dasar
Tujuan perjalanan bagi pengguna transportasi dapat ditempuh dengan menggunakan berbagai pilihan moda perjalanan. Pilihan moda transportasi dengan tujuan perjalanan sekolah dasar me...
MODEL PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UNTUK PERJALANAN SEKOLAH
MODEL PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UNTUK PERJALANAN SEKOLAH
Moda transportasi memegang peranan penting dalam mengangkut penumpang yang terdiri dari manusia, barang, dan hewan. Moda transportasi mengantarkan penumpang ke lokasi yang dituju d...

