Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A

View through CrossRef
AbstrakArtikel ini akan membahas reduplikasi bahasa Sasak di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur dengan teori reduplikasi terdistribusi dari Framton. Dengan teori ini, penulis berharap dapat menggambarkan proses reduplikasi dari dialek bahasa Sasak [aa] yang terdiri dari reduplikasi penuh (full reduplication), reduplikasi parsial (reduplikasi parsial dan proses reduplikasi yang ditempelkan). Data diperoleh dari penelitian sebelumnya mengenai reduplikasi bahasa Sasak [a-a] kecamatan Pringgabaya, tetapi dengan teori yang berbeda. Teori reduplikasi distribusi Framton akan menjelaskan lebih dalam proses reduplikasi bahasa dialek Sasak [aa] di kecamatan Pringgabaya. Peneltitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang semata-mata hanya berdasarkan fakta yang ada atau fenomena yang memang secara empiris hidup pada penutur-penuturnya sehingga yang dihasilkan atau dicatat berupa data yang apa adanya. Berdasarkan hasil analisis terdapat tiga proses reduplikasi bahasa sasak dialek [a-a] sebagai berikut: (1) Proses reduplikasi penuh bahasa Sasak dialek [a-a]: (2) Proses reduplikasi sebagian bahasa Sasak dialek [a-a]: dan (3) Proses reduplikasi berimbuhan bahasa Sasak dialek [a-a]. AbstractThis paper will discuss the reduplication of the Sasak language in Pringgabaya sub-district, East Lombok with distributed reduplication theory of Framton. With this theory, the authors hope to describe the process of reduplication of the dialect Sasak language [aa] which consists of full reduplication (full reduplication), partial reduplication (partial reduplication and affixed reduplication processes).Data obtained from previous studies regarding reduplication of Sasak [aa] sub-districts Pringgabaya, but with a different theory, the distributed reduplication theory will explain more deeply the process of reduplicating the Sasak dialect language [aa] in Pringgabaya sub-district. This research is a qualitative research. Qualitative methods are research methods that are solely based on existing facts or phenomena that are empirically alive to their speakers so that what is produced or recorded is data as it is. Based on the analysis results, there are three reduplication processes of Sasak dialect language [aa] as follows: (1) The process of full reduplication of Sasak dialect [aa]: (2) The process of partial reduplication of Sasak dialect [aa]: and (3) The process of reduplication affects languages Sasak dialect [aa].Keywords: reduplication, distributed reduplication, Sasak language 
Title: REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A
Description:
AbstrakArtikel ini akan membahas reduplikasi bahasa Sasak di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur dengan teori reduplikasi terdistribusi dari Framton.
Dengan teori ini, penulis berharap dapat menggambarkan proses reduplikasi dari dialek bahasa Sasak [aa] yang terdiri dari reduplikasi penuh (full reduplication), reduplikasi parsial (reduplikasi parsial dan proses reduplikasi yang ditempelkan).
Data diperoleh dari penelitian sebelumnya mengenai reduplikasi bahasa Sasak [a-a] kecamatan Pringgabaya, tetapi dengan teori yang berbeda.
Teori reduplikasi distribusi Framton akan menjelaskan lebih dalam proses reduplikasi bahasa dialek Sasak [aa] di kecamatan Pringgabaya.
Peneltitian ini adalah penelitian kualitatif.
Metode kualitatif adalah metode penelitian yang semata-mata hanya berdasarkan fakta yang ada atau fenomena yang memang secara empiris hidup pada penutur-penuturnya sehingga yang dihasilkan atau dicatat berupa data yang apa adanya.
Berdasarkan hasil analisis terdapat tiga proses reduplikasi bahasa sasak dialek [a-a] sebagai berikut: (1) Proses reduplikasi penuh bahasa Sasak dialek [a-a]: (2) Proses reduplikasi sebagian bahasa Sasak dialek [a-a]: dan (3) Proses reduplikasi berimbuhan bahasa Sasak dialek [a-a].
 AbstractThis paper will discuss the reduplication of the Sasak language in Pringgabaya sub-district, East Lombok with distributed reduplication theory of Framton.
With this theory, the authors hope to describe the process of reduplication of the dialect Sasak language [aa] which consists of full reduplication (full reduplication), partial reduplication (partial reduplication and affixed reduplication processes).
Data obtained from previous studies regarding reduplication of Sasak [aa] sub-districts Pringgabaya, but with a different theory, the distributed reduplication theory will explain more deeply the process of reduplicating the Sasak dialect language [aa] in Pringgabaya sub-district.
This research is a qualitative research.
Qualitative methods are research methods that are solely based on existing facts or phenomena that are empirically alive to their speakers so that what is produced or recorded is data as it is.
Based on the analysis results, there are three reduplication processes of Sasak dialect language [aa] as follows: (1) The process of full reduplication of Sasak dialect [aa]: (2) The process of partial reduplication of Sasak dialect [aa]: and (3) The process of reduplication affects languages Sasak dialect [aa].
Keywords: reduplication, distributed reduplication, Sasak language .

Related Results

LOKALITAS SASAK DALAM NOVEL GURU DANE DAN GURU ONYEH KARYA SALMAN FARIS
LOKALITAS SASAK DALAM NOVEL GURU DANE DAN GURU ONYEH KARYA SALMAN FARIS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud lokalitas Sasak dalam novel Guru Dane dan Guru Onyeh karya Salman Faris, dan (2) fungsi lokalitas Sasak dalam membangun cer...
Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris
Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode ...
REDUPLIKASI ANTAR BAHASA GAYO DENGAN BAHASA INDONESIA
REDUPLIKASI ANTAR BAHASA GAYO DENGAN BAHASA INDONESIA
REDUPLIKASI ANTAR BAHASA GAYO DENGAN BAHASA INDONESIA   Juniara Fitri Cibro IAIN Takengon, Takengon, Indonesia juniarafitri88@gmail.com   Abstrak Penelitian yang berjudul “Reduplik...
PILIHAN BAHASA REMAJA SASAK KOTA MATARAM
PILIHAN BAHASA REMAJA SASAK KOTA MATARAM
ABSTRAK Aspek kebahasaan dan konteks sosial diluar kebahasaan memiliki keterkaitan yang mempengaruhi situasi kebahasaan suatu kelompok masyarakat. Proses pemilihan bahasa khususny...
LAHJAH ARABIYAH: SEBUAH STUDI DIALEKTOLOGIS
LAHJAH ARABIYAH: SEBUAH STUDI DIALEKTOLOGIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan berbagai macam Dialek Bahasa Arab (lahjah arabiyah) secara deskriptif, apa sebab dan aspek yang melatari sehingga ...
KALIMAT TANYA DALAM BAHASA SASAK (INTERROGATIVE SENTENCE IN SASAK)
KALIMAT TANYA DALAM BAHASA SASAK (INTERROGATIVE SENTENCE IN SASAK)
Kajian bahasa Sasak untuk kepentingan pembukuan terkait pelajaran bahasa daerah (mulok) belum ditemukan secara spesifik. Kajian tersebut belum mengarah kepada penyiapan bahan baku ...
Wae Grahe dan Wamlana: Dua Dialek Bahasa Buru dengan Daya Hidup yang Berbeda
Wae Grahe dan Wamlana: Dua Dialek Bahasa Buru dengan Daya Hidup yang Berbeda
Perubahan ekosistem linguistik dan khususnya faktor ekonomi dan marjinalisasi masyarakat pribumi yang bersifat intrinsik membawa dampak bagi situasi pergeseran bahasa. Pergeseran b...
Distribusi dan Pemetaan Varian-Varian Bahasa Madura di Kabupaten Sumbawa
Distribusi dan Pemetaan Varian-Varian Bahasa Madura di Kabupaten Sumbawa
Makalah ini mengkaji distribusi dan pemetaan varian-varian bahasa Madura di Kabupaten Sumbawa, dengan menggunakan pendekatan dialektologi.Ada tiga kantong bahasa (enklave) Madura d...

Back to Top