Javascript must be enabled to continue!
Analisis Pola Sebaran Lokasi Minimarket Pada Kelurahan Muara Rapak
View through CrossRef
Minmarket merupakan bagian dari pasar ritel modern, telah mengalami pertumbuhan yang pesat di berbagai Kawasan permukiman, termasuk Kelurahan Muara Rapak, Kota Balikpapan Minimarket telah menjadi salah satu pilihan Masyarakat dalam berebalnja yang menyediakan kemudahan dan manajeman pelayanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan sehari hari masyarakat. Ritel ini menawarkan pengalaman berbelanja yang bersih dan nyaman, jam layanan yang lebih lama, serta menyediakan berbagai metode pembayaran yang modern. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengetahui dampak dari pertumbuhan minimarket yang terdapat pada Kawasan Kelurahan Muara Rapak. Dengan menggunakan metode Average Nearest Neighbor saat menganalisis pola distribusi, penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran minimarket di Kelurahan Muara Rapak memiliki nilai kritis (z-score) sebesar 3,342479. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa distribusi minimarket saat ini bersifat seragam. Namun, dari evaluasi terhadap aksesibilitas layanan melalui teknik penyangga dan jaringan jalan, ditemukan bahwa beberapa minimarket di Kelurahan Muara Rapak tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil prefensi masyarakat bahwa lokasi minimarket tidak sesuai melayani kepentingan dalam berbelanja hal tersebut berbanding lurus dengan pertumbuhan minimarket yang berpola seragam pada satu ruas jalan saja.
Institut Teknologi Kalimantan
Title: Analisis Pola Sebaran Lokasi Minimarket Pada Kelurahan Muara Rapak
Description:
Minmarket merupakan bagian dari pasar ritel modern, telah mengalami pertumbuhan yang pesat di berbagai Kawasan permukiman, termasuk Kelurahan Muara Rapak, Kota Balikpapan Minimarket telah menjadi salah satu pilihan Masyarakat dalam berebalnja yang menyediakan kemudahan dan manajeman pelayanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan sehari hari masyarakat.
Ritel ini menawarkan pengalaman berbelanja yang bersih dan nyaman, jam layanan yang lebih lama, serta menyediakan berbagai metode pembayaran yang modern.
Tujuan utama studi ini adalah untuk mengetahui dampak dari pertumbuhan minimarket yang terdapat pada Kawasan Kelurahan Muara Rapak.
Dengan menggunakan metode Average Nearest Neighbor saat menganalisis pola distribusi, penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran minimarket di Kelurahan Muara Rapak memiliki nilai kritis (z-score) sebesar 3,342479.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa distribusi minimarket saat ini bersifat seragam.
Namun, dari evaluasi terhadap aksesibilitas layanan melalui teknik penyangga dan jaringan jalan, ditemukan bahwa beberapa minimarket di Kelurahan Muara Rapak tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil prefensi masyarakat bahwa lokasi minimarket tidak sesuai melayani kepentingan dalam berbelanja hal tersebut berbanding lurus dengan pertumbuhan minimarket yang berpola seragam pada satu ruas jalan saja.
Related Results
ANALISIS TINGKAT JANGKAUAN PELAYANAN PENGEMBANGAN MINIMARKET DI KORIDOR JALAN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN STUDI KASUS KORIDOR JL. SEMARANG-BOJA KECAMATAN MIJEN
ANALISIS TINGKAT JANGKAUAN PELAYANAN PENGEMBANGAN MINIMARKET DI KORIDOR JALAN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN STUDI KASUS KORIDOR JL. SEMARANG-BOJA KECAMATAN MIJEN
Minimarket is one form of retail trade continues to grow and spread rapidly in the neighborhoods and the corners of the big cities in Indonesia as well as business becomes the most...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
POLA PENYEBARAN TUBERKULOSIS PARU DI KELURAHAN UTAMA KECAMATAN CIMAHI SELATAN TAHUN 2018
POLA PENYEBARAN TUBERKULOSIS PARU DI KELURAHAN UTAMA KECAMATAN CIMAHI SELATAN TAHUN 2018
Tuberkulosis (TB) adalah salah satu dari sepuluh penyebab kematian utama di dunia. Angka kejadian TB tahun 2017 di Kota Cimahi mencapai 541 kasus, tertinggi ditemukan di Kecamata...
HUBUNGAN KECEPATAN, KELINCAHAN, DAN KELENTUKKAN DENGAN MENGGIRING BOLA SISWA EKSTRAKURIKULER SMP NEGERI 1 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR
HUBUNGAN KECEPATAN, KELINCAHAN, DAN KELENTUKKAN DENGAN MENGGIRING BOLA SISWA EKSTRAKURIKULER SMP NEGERI 1 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; A(1) Apakah ada hubungan kecepatan dengan kemampuan menggiring bola pada siswa ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Muara Badak Filial "Tanah Dat...
Dampak Keberadaan Minimarket terhadap Toko Kelontong di Pasar Klampis Kabupaten Bangkalan Madura
Dampak Keberadaan Minimarket terhadap Toko Kelontong di Pasar Klampis Kabupaten Bangkalan Madura
This research was conducted to determine the impact of the presence of minimarkets on grocery stores in the Klampis Market, Bangkalan Madura. The emergence of modern markets such a...
Evaluasi Sebaran Salinitas Jaringan Irigasi Tambak Sei Teras Kalimantan Tengah
Evaluasi Sebaran Salinitas Jaringan Irigasi Tambak Sei Teras Kalimantan Tengah
Daerah Irigasi Tambak (DIT) Sei Teras dimanfaatkan untuk budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan termasuk area pengembangan food estate. Produktivitas DIT Sei Teras masih ...
Meningkatkan Aktifitas Belajar Matematika Materi Pecahan Dengan Menggunakan Model Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SDN NO. 101/II Muara Bungo Kec. Pasar Muara Bungo Kab. Bungo
Meningkatkan Aktifitas Belajar Matematika Materi Pecahan Dengan Menggunakan Model Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SDN NO. 101/II Muara Bungo Kec. Pasar Muara Bungo Kab. Bungo
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran pecahan dengan menggunakan model Jigsaw di Kelas IV di SDN No. 101/II Muara Bungo Keca...
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Fungsi dan Tujuan dari pendirian Lembaga Pemasyarakatan menjadikan pembangunannya tak dapat dilakukan secara asal, diperlukan standar dan standarisasi agar bangunan Lembaga Pemasya...

