Javascript must be enabled to continue!
Kata Kerja Trilateral (Fi'il Tsulatsi) dalam Hadit-Hadits tentang Keimanan dari Kitab Shahih Bukhari (Studi Analisis Morfologi)
View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk kata kerja trilateral (fi'il tsulatsi) dalam hadits-hadits yang berkaitan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kata kerja trilateral beserta pola-pola (awzan) dan maknanya dalam hadits-hadits yang berkaitan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari. Fokus penelitian ini terbagi menjadi tiga permasalahan utama: 1) Apa saja jenis-jenis kata kerja trilateral dalam hadits-hadits yang berhubungan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari, 2) Apa saja pola-pola kata kerja trilateral dalam hadits-hadits yang berhubungan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari, 3) Apa saja makna-makna kata kerja trilateral dalam hadits-hadits yang berhubungan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis morfologi terhadap kata kerja trilateral dalam hadits-hadits yang berkaitan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kata kerja trilateral yang ditemukan meliputi: kata kerja trilateral mujarrad (asli) dan kata kerja trilateral mazid (bertambahan). Setiap bentuknya memiliki pola yang berbeda dan makna yang beragam sesuai dengan konteksnya. Hasil ini menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap kata kerja trilateral untuk menganalisis semantik dan penerapannya dalam konteks hadits, yang mempelajari pemahaman linguistik dan konsep terhadap konsep keimanan
Title: Kata Kerja Trilateral (Fi'il Tsulatsi) dalam Hadit-Hadits tentang Keimanan dari Kitab Shahih Bukhari (Studi Analisis Morfologi)
Description:
Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk kata kerja trilateral (fi'il tsulatsi) dalam hadits-hadits yang berkaitan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kata kerja trilateral beserta pola-pola (awzan) dan maknanya dalam hadits-hadits yang berkaitan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari.
Fokus penelitian ini terbagi menjadi tiga permasalahan utama: 1) Apa saja jenis-jenis kata kerja trilateral dalam hadits-hadits yang berhubungan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari, 2) Apa saja pola-pola kata kerja trilateral dalam hadits-hadits yang berhubungan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari, 3) Apa saja makna-makna kata kerja trilateral dalam hadits-hadits yang berhubungan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis morfologi terhadap kata kerja trilateral dalam hadits-hadits yang berkaitan dengan keimanan dari kitab Shahih Bukhari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kata kerja trilateral yang ditemukan meliputi: kata kerja trilateral mujarrad (asli) dan kata kerja trilateral mazid (bertambahan).
Setiap bentuknya memiliki pola yang berbeda dan makna yang beragam sesuai dengan konteksnya.
Hasil ini menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap kata kerja trilateral untuk menganalisis semantik dan penerapannya dalam konteks hadits, yang mempelajari pemahaman linguistik dan konsep terhadap konsep keimanan.
Related Results
KRITIK TERHADAP KITAB SHAHIH AL-BUKHARI DAN SHAHIH MUSLIM
KRITIK TERHADAP KITAB SHAHIH AL-BUKHARI DAN SHAHIH MUSLIM
Para ulama telah sepakat tentang keautentikan hadis-hadis yang termuat dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Namun sekarang, sebagian ulama sudah mulai melakukan kritik ...
Aplikasi Hadist Shahih Berbasis Android
Aplikasi Hadist Shahih Berbasis Android
Hadits yang dapat dijadikan panduan adalah hadits yang diyakini kebenarannya. Salah satu hadits yang paling diyakini kebenarannya adalah hadits shahih. Hadits shahih dapat ditemuka...
Aplikasi Hadist Shahih Berbasis Android
Aplikasi Hadist Shahih Berbasis Android
Hadits merupakan perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam yang dijadikan sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al Qur’an. ...
STUDI KOMPARASI ANTARA BAB NAWAQID AL-WUDU DI KITAB AL-MUHARRAR FI AL-HADITH DENGAN BAB NAWAQID AL-WUDU DI KITAB BULUGHUL MARAM MIN ADILLAT AL-AHKAM
STUDI KOMPARASI ANTARA BAB NAWAQID AL-WUDU DI KITAB AL-MUHARRAR FI AL-HADITH DENGAN BAB NAWAQID AL-WUDU DI KITAB BULUGHUL MARAM MIN ADILLAT AL-AHKAM
Buku-buku hadits ahkam mulai muncul pada abad ke enam hijriyah, dan mengalami perkembangan pesat pada abad ketujuh, kedelapan dan kesembilan. Diantara buku-buku tersebut yang terke...
STUDI KOMPARASI ANTARA BAB NAWAQID AL-WUDU DI KITAB AL-MUHARRAR FI AL-HADITH DENGAN BAB NAWAQID AL-WUDUDI KITAB BULUGHUL MARAM MIN ADILLAT AL-AHKAM
STUDI KOMPARASI ANTARA BAB NAWAQID AL-WUDU DI KITAB AL-MUHARRAR FI AL-HADITH DENGAN BAB NAWAQID AL-WUDUDI KITAB BULUGHUL MARAM MIN ADILLAT AL-AHKAM
Buku-buku hadits ahkam mulai muncul pada abad ke enam hijriyah, dan mengalami perkembangan pesat pada abad ketujuh, kedelapan dan kesembilan. Diantara buku-buku tersebut yang terke...
Revising the Assumption that Ḥadīṯ Studies Flourished in the 11th/17th-Century Ḥiǧāz: Ibrāhīm al-Kūrānī’s (d. 1101/1690) Contribution
Revising the Assumption that Ḥadīṯ Studies Flourished in the 11th/17th-Century Ḥiǧāz: Ibrāhīm al-Kūrānī’s (d. 1101/1690) Contribution
Abstract
The Ḥiǧāz in the 11th/17th century has long been considered the center of a “revival” movement in ḥadīṯ studies. This assumption has spread widely among scholars of the 11...
STUDI KOMPARASI ANTARA METODE MTA (MAJLIS TAFSIR AL-QUR’AN) DALAM MENYIKAPI KONTRADIKSI HADITS TENTANG MUSIK DENGAN METODE ULAMA SYAFI’IYAH
STUDI KOMPARASI ANTARA METODE MTA (MAJLIS TAFSIR AL-QUR’AN) DALAM MENYIKAPI KONTRADIKSI HADITS TENTANG MUSIK DENGAN METODE ULAMA SYAFI’IYAH
MTA berkembang di tengah masyarakat Nusantara yang mayoritas kaum musliminnya adalah syafi’iyah. Sedangkan MTA tidak bermadzhab empat, tapi bermadzhab Al-Qur’an dan Sunnah, sebagai...
“Memproduksi” Manusia lewat Psikologi
“Memproduksi” Manusia lewat Psikologi
Saat membicarakan mengenai tegangan politik antara Red Shirts dengan Yellow Shirts di Thailand, Benedict Anderson (2016) – seorang ahli Kajian Asia Tenggara – menuliskan bahwa seor...

