Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EVALUASI PENANGGULANGAN LOST CIRCULATION LAPANGAN X

View through CrossRef
Lost Circulation adalah sebuah kasus hilangnya sebagian atau seluruh sirkulasi lumpur pemboran masuk ke dalam formasi yang sedang dibor sehingga sirkulasi lumpur pemboran tidak sempurna. Pada kegiatan pemboran di Lapangan X ini, terdapat sumur yang diindikasi mengalami masalah yaitu Lost Circulation. Lost Circulation yang terjadi terindikasi berada pada Formasi Bekasap dengan lithologi batuan limestone. Pada sumur ini terjadi total lost, dimana penyebab Lost Circulation dikarenakan formasi yang memiliki lubang pori yang cukup besar sehingga terbentuk rongga-rongga atau terbentuk gua(cavern) dan tekanan Formasi lebih kecil daripada tekanan Hidrostatik begitu juga tekanan Formasi lebih kecil dari Tekanan Surge. Dimana setelah dilakukan perhitungan pada kedalaman 634 ft terjadi lost circulation atau hilangnya sirkulasi pada kedalaman 356 ft yang dimana sumur ini mengalami total lost. Didapatkan tekanan formasi 45 psi,tekanan hidrostatik 151.79 psi, tekanan rekah formasi 146.24 psi, EMW 7.9 psi, ECD 9.0 psi, BHCP 163.56 psi, dan Pressure surge 163.56 psi. Dapat disimpulkan lost terjadi karena Tekanan Hidrostatik lumpur yang melebihi tekanan formasi dan Tekanan Surge yang melebihi Tekanan Formasi sehingga menyebabkan formasi menjadi rekah. Kemudian dilakukan metode penanggulangan menggunakan Lost Circulation Material (LCM) CaCO3 Coarse dan Blind Drilling. Kata kunci: Hilang Lumpur, Lost Circulation
Title: EVALUASI PENANGGULANGAN LOST CIRCULATION LAPANGAN X
Description:
Lost Circulation adalah sebuah kasus hilangnya sebagian atau seluruh sirkulasi lumpur pemboran masuk ke dalam formasi yang sedang dibor sehingga sirkulasi lumpur pemboran tidak sempurna.
Pada kegiatan pemboran di Lapangan X ini, terdapat sumur yang diindikasi mengalami masalah yaitu Lost Circulation.
Lost Circulation yang terjadi terindikasi berada pada Formasi Bekasap dengan lithologi batuan limestone.
Pada sumur ini terjadi total lost, dimana penyebab Lost Circulation dikarenakan formasi yang memiliki lubang pori yang cukup besar sehingga terbentuk rongga-rongga atau terbentuk gua(cavern) dan tekanan Formasi lebih kecil daripada tekanan Hidrostatik begitu juga tekanan Formasi lebih kecil dari Tekanan Surge.
Dimana setelah dilakukan perhitungan pada kedalaman 634 ft terjadi lost circulation atau hilangnya sirkulasi pada kedalaman 356 ft yang dimana sumur ini mengalami total lost.
Didapatkan tekanan formasi 45 psi,tekanan hidrostatik 151.
79 psi, tekanan rekah formasi 146.
24 psi, EMW 7.
9 psi, ECD 9.
0 psi, BHCP 163.
56 psi, dan Pressure surge 163.
56 psi.
Dapat disimpulkan lost terjadi karena Tekanan Hidrostatik lumpur yang melebihi tekanan formasi dan Tekanan Surge yang melebihi Tekanan Formasi sehingga menyebabkan formasi menjadi rekah.
Kemudian dilakukan metode penanggulangan menggunakan Lost Circulation Material (LCM) CaCO3 Coarse dan Blind Drilling.
Kata kunci: Hilang Lumpur, Lost Circulation.

Related Results

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
Dalam sebuah proses pembelajaran komponen yang turut menentukan keberhasilan sebuah proses adalah evaluasi. Melalui evaluasi orang akan mengetahui sampai sejauh mana penyampaian pe...
Pengaruh Metode Latihan Drill Dan Koordinasi Mata Tangan Terhadap Forehand Dan Backhand Drive Tenis Lapangan
Pengaruh Metode Latihan Drill Dan Koordinasi Mata Tangan Terhadap Forehand Dan Backhand Drive Tenis Lapangan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan pukulan forehand dan backhand     drive antara atlet tenis lapangan yang mendapatkan pelatihan dengan metode latihan drill...
Real-time monitoring and early warning of well leakage based on big data analysis
Real-time monitoring and early warning of well leakage based on big data analysis
Abstract In petroleum drilling engineering operations, complex lost circulation accidents not only affect the efficiency of drilling operations, but serious lost cir...
Peran Perguruan Tinggi dalam Mitigasi Bencana (Studi Kasus pada UnitKegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan Universitas Teuku Umar)
Peran Perguruan Tinggi dalam Mitigasi Bencana (Studi Kasus pada UnitKegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan Universitas Teuku Umar)
AbstractUniversity has a strategic role in the community through its three essential services related to learning, research and community service. Regarding disaster management, Te...
Model Pendekatan Lembaga Swadaya Masyarakat Dalam Penanggulangan Bencana Di Aceh
Model Pendekatan Lembaga Swadaya Masyarakat Dalam Penanggulangan Bencana Di Aceh
AbstractThe disaster management process in Aceh after the tsunami involved the Donor Institution, the International Humanitarian Agency, the Agency for rehabilitation, reconstructi...
The Fourth International Milton Symposium
The Fourth International Milton Symposium
Matthew Allen. “‘Entertaining the Irksome Hours’: Paradise Lost 2.521–76 as the Fallen Counterpart of Milton's Curriculum in Of Education.”Peter Auksi. “‘Considerate Building’: The...
Collateral circulation and leptomeningeal anastomoses in acute ischemic stroke
Collateral circulation and leptomeningeal anastomoses in acute ischemic stroke
La collatéralité et les anastomoses leptoméningées dans les accidents vasculaires cérébraux L’objet de cette thèse est centré sur l’évaluation de la circulation col...
Kebijakan Formulasi Hukum Pidana Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme Di Indonesia
Kebijakan Formulasi Hukum Pidana Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme Di Indonesia
ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang ada dalam pelaksanaan sinergitas antara Polri, TNI dan masyarakat dalam rangka penanggulangan tindak pidana ter...

Back to Top