Javascript must be enabled to continue!
KARAKTER DAN KONFLIK TOKOH DALAM NASKAH PERTUNJUKAN MAMANDA KARYA SIRAJUL HUDA (THE FIGURES’ CHARACTERS AND CONFLICTS IN THE SCRIPT OF THE SHOW OF MAMANDA BY SIRAJUL HUDA)
View through CrossRef
Karakter dan Konflik Tokoh dalam Naskah Pertunjukan Mamanda karya Sirajul Huda. Bukuini yang berjudul naskah pertunjukan mamanda teater tradisi banjar berisi kesejarahan dari cirikarakter tokoh yang dilakoni dan sekaligus nama-nama pada Mamanda sebuah simbol yang memilikimakna pada jalan alur cerita tersebut. Dengan demikian, peneliti tertarik membahas penelitian agarmasyarakat Banjar cinta akan budaya dan kesenian tradisional pada cerita teater. Sehingga, penelitianini bertujuan menjawab dua masalah yaitu, (a) memaparkan karakter dalam kumpulan naskahpertunjukkan Mamanda karya Sirajul Huda, dan (b) mendeskripsikan konflik tokoh yang ada dalamkumpulan naskah Mamanda karya Sirajul Huda. Metode yang digunakan dalam penelitian terhadapdrama Mamanda Teater Tradisi Banjar karya Sirajul Huda ini adalah dengan menggunakan metode185deskriptif analisis. Dari hasil penelitian karakter dan konflik tokoh sebagai wujud dari analisis karakterpada naskah mamanda dari kelima judul seperti Bara api dari utara, kumala naga mirah sila utama,merajut asa di palinggam cahaya, putri cahaya khairani, dan raden angga sukma perdana, adalahkarakter yang beragam namun memiliki konflik yang berbeda-pada tiap sudut pandang alur ceritatersebut, memiliki kesamaan pada nama tokoh namun peran dan cerita berbeda masalah salah satunyakonflik perebutan tahta, kekacauan pada lingkungan masyarakat, penculikan putri kerajaan, bahkandari segi percintaan sesama alam lain pun juga ada, pada naskah pertunjukan mamada tradisi banjarini lebih melek unsur budaya banjar baik dari perkataan, kebiasaan, bahkan apa saja yang diperlukansaat menanggulangi permasalahan yang muncul selalu dihadapi dengan baik, yaitu memberikan sarandan masukan kepada ke kerajaan maupun sultan yang mendengarkan atau menghargai pendapat yanglebih dewasa. Dengan demikian, tradisi di Banjar yang santun dapat diapresiasikan pada kehidupansehari-hari.Kata-kata kunci: karakter, konflik, mamanda
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: KARAKTER DAN KONFLIK TOKOH DALAM NASKAH PERTUNJUKAN MAMANDA KARYA SIRAJUL HUDA (THE FIGURES’ CHARACTERS AND CONFLICTS IN THE SCRIPT OF THE SHOW OF MAMANDA BY SIRAJUL HUDA)
Description:
Karakter dan Konflik Tokoh dalam Naskah Pertunjukan Mamanda karya Sirajul Huda.
Bukuini yang berjudul naskah pertunjukan mamanda teater tradisi banjar berisi kesejarahan dari cirikarakter tokoh yang dilakoni dan sekaligus nama-nama pada Mamanda sebuah simbol yang memilikimakna pada jalan alur cerita tersebut.
Dengan demikian, peneliti tertarik membahas penelitian agarmasyarakat Banjar cinta akan budaya dan kesenian tradisional pada cerita teater.
Sehingga, penelitianini bertujuan menjawab dua masalah yaitu, (a) memaparkan karakter dalam kumpulan naskahpertunjukkan Mamanda karya Sirajul Huda, dan (b) mendeskripsikan konflik tokoh yang ada dalamkumpulan naskah Mamanda karya Sirajul Huda.
Metode yang digunakan dalam penelitian terhadapdrama Mamanda Teater Tradisi Banjar karya Sirajul Huda ini adalah dengan menggunakan metode185deskriptif analisis.
Dari hasil penelitian karakter dan konflik tokoh sebagai wujud dari analisis karakterpada naskah mamanda dari kelima judul seperti Bara api dari utara, kumala naga mirah sila utama,merajut asa di palinggam cahaya, putri cahaya khairani, dan raden angga sukma perdana, adalahkarakter yang beragam namun memiliki konflik yang berbeda-pada tiap sudut pandang alur ceritatersebut, memiliki kesamaan pada nama tokoh namun peran dan cerita berbeda masalah salah satunyakonflik perebutan tahta, kekacauan pada lingkungan masyarakat, penculikan putri kerajaan, bahkandari segi percintaan sesama alam lain pun juga ada, pada naskah pertunjukan mamada tradisi banjarini lebih melek unsur budaya banjar baik dari perkataan, kebiasaan, bahkan apa saja yang diperlukansaat menanggulangi permasalahan yang muncul selalu dihadapi dengan baik, yaitu memberikan sarandan masukan kepada ke kerajaan maupun sultan yang mendengarkan atau menghargai pendapat yanglebih dewasa.
Dengan demikian, tradisi di Banjar yang santun dapat diapresiasikan pada kehidupansehari-hari.
Kata-kata kunci: karakter, konflik, mamanda.
Related Results
Catatan Editor: Langkah JPS dalam situasi pandemi dan pengantar Vol. 18 (3) tentang budaya, identitas, dan relasi antarkelompok
Catatan Editor: Langkah JPS dalam situasi pandemi dan pengantar Vol. 18 (3) tentang budaya, identitas, dan relasi antarkelompok
Salam sejahtera,
Tahun 2020 ini merupakan tahun yang menantang bagi kita semua. Awal tahun diwarnai dengan berbagai peristiwa, diantaranya politik global yang memanas serta perist...
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
Abstract : Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana karakter tokoh dalam novel “Sogi karya Faika Burhan?”Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakter tokoh dalam novel Sog...
Optimizing assembly processes with augmented reality: a case study on TurtleBots
Optimizing assembly processes with augmented reality: a case study on TurtleBots
Augmented reality (AR) technology is revolutionizing traditional assembly processes, offering intuitive and interactive guidance that significantly enhances operational efficiency ...
“Memproduksi” Manusia lewat Psikologi
“Memproduksi” Manusia lewat Psikologi
Saat membicarakan mengenai tegangan politik antara Red Shirts dengan Yellow Shirts di Thailand, Benedict Anderson (2016) – seorang ahli Kajian Asia Tenggara – menuliskan bahwa seor...
Mamanda sebagai Wahana Pendidikan Budaya (Kajian Etnopedagogi)
Mamanda sebagai Wahana Pendidikan Budaya (Kajian Etnopedagogi)
Mamanda Sebagai Wahana Pendidikan Budaya (Kajian Etnopedagogi): Jika dicermati berdasarkan ciri khasnya, Mamanda memiliki kemiripan dengan Lenong terutama dari segi kedekatan inter...
WANDANING RINGGIT WACUCAL DALAM KAJIAN FILOLOGIS
WANDANING RINGGIT WACUCAL DALAM KAJIAN FILOLOGIS
Tujuan penelitian ini adalah sajian berupa deskripsi naskah Wandaning Ringgit Wacucal, transliterasi dan suntingan naskah Wandaning Ringgit Wacucal, serta terjemahan teks Wandaning...
Mamanda Kutai: Karakteristik Ladon pada Lirik dan Musik Karya Mamanda Panji Berseri
Mamanda Kutai: Karakteristik Ladon pada Lirik dan Musik Karya Mamanda Panji Berseri
Abstract:
Mamanda Kutai was a traditional theatre which owned by Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Now, Kutai Kartanegara just has one group of Mamanda Kutai, namely Mamanda Pa...

