Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Future Time Perspective terhadap Work Readiness Mahasiswa Tingkat Akhir

View through CrossRef
Abstract. Final-year students are in an important transitional phase from the world of education to the world of work. Work readiness is a crucial factor that supports successful adaptation in a professional environment. This study aims to determine the influence of future time perspective (FTP) on work readiness among final-year students. The study was conducted using a quantitative approach and a cross-sectional survey design. The sample consisted of 384 final-year students in Bandung aged 20–24 years (M = 21.75), comprising 257 females (66.9%) and 127 males (33.1%), obtained through convenience sampling. The instruments used were the FTP-Indonesia Version scale and the Work Readiness Scale. Simple linear regression analysis indicated that FTP positively influenced work readiness, with a contribution of 26.4% (R2= 0.264, p<.001). These results suggest that how students perceive the remaining time they have, whether as open or limited time, is related to their level of work readiness. Students who can adaptively respond to time perceptions, set meaningful goals, and take concrete steps are more likely to be ready for the workforce. Implications suggest that students need to develop a realistic yet goal-oriented perspective on the future. Educational institutions are also encouraged to provide meaningful work transition programs, such as internships or training that support students' work readiness. Abstrak. Mahasiswa tingkat akhir berada pada fase transisi penting dari dunia pendidikan ke dunia kerja. Kesiapan kerja (work readiness) menjadi faktor krusial yang mendukung keberhasilan adaptasi di lingkungan professional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh future time perspective (FTP) terhadap work readiness pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan desain survei cross-sectional. Sampel terdiri dari 384 mahasiswa tingkat akhir di Kota Bandung berusia 20-24 tahun (M=21.75), terdiri dari 257 perempuan (66.9%) dan 127 laki-laki (33.1%) yang diperoleh melalui teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala FTP-Indonesia Version dan Skala Work Readiness. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa FTP berpengaruh positif terhadap work readiness, dengan kontribusi sebesar 26.4% (R2=0.264, p<.001). Hasil ini menunjukkan bahwa cara mahasiswa memaknai sisa waktu yang dimiliki, baik sebagai waktu yang terbuka maupun terbatas, berkaitan dengan tingkat kesiapan kerja mereka. Mahasiswa yang mampu merespons persepsi waktu secara adaptif, menetapkan tujuan yang bermakna, dan mengambil langkah konkret, cenderung lebih siap menghadapi dunia kerja. Implikasinya, mahasiswa perlu mengembangkan cara pandang terhadap masa depan yang realistis namun tetap terarah. Institusi pendidikan juga diharapkan menyediakan program transisi kerja yang bermakna, seperti magang atau pelatihan yang mendukung kesiapan kerja mahasiswa.
Title: Pengaruh Future Time Perspective terhadap Work Readiness Mahasiswa Tingkat Akhir
Description:
Abstract.
Final-year students are in an important transitional phase from the world of education to the world of work.
Work readiness is a crucial factor that supports successful adaptation in a professional environment.
This study aims to determine the influence of future time perspective (FTP) on work readiness among final-year students.
The study was conducted using a quantitative approach and a cross-sectional survey design.
The sample consisted of 384 final-year students in Bandung aged 20–24 years (M = 21.
75), comprising 257 females (66.
9%) and 127 males (33.
1%), obtained through convenience sampling.
The instruments used were the FTP-Indonesia Version scale and the Work Readiness Scale.
Simple linear regression analysis indicated that FTP positively influenced work readiness, with a contribution of 26.
4% (R2= 0.
264, p<.
001).
These results suggest that how students perceive the remaining time they have, whether as open or limited time, is related to their level of work readiness.
Students who can adaptively respond to time perceptions, set meaningful goals, and take concrete steps are more likely to be ready for the workforce.
Implications suggest that students need to develop a realistic yet goal-oriented perspective on the future.
Educational institutions are also encouraged to provide meaningful work transition programs, such as internships or training that support students' work readiness.
Abstrak.
Mahasiswa tingkat akhir berada pada fase transisi penting dari dunia pendidikan ke dunia kerja.
Kesiapan kerja (work readiness) menjadi faktor krusial yang mendukung keberhasilan adaptasi di lingkungan professional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh future time perspective (FTP) terhadap work readiness pada mahasiswa tingkat akhir.
Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan desain survei cross-sectional.
Sampel terdiri dari 384 mahasiswa tingkat akhir di Kota Bandung berusia 20-24 tahun (M=21.
75), terdiri dari 257 perempuan (66.
9%) dan 127 laki-laki (33.
1%) yang diperoleh melalui teknik convenience sampling.
Instrumen yang digunakan adalah skala FTP-Indonesia Version dan Skala Work Readiness.
Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa FTP berpengaruh positif terhadap work readiness, dengan kontribusi sebesar 26.
4% (R2=0.
264, p<.
001).
Hasil ini menunjukkan bahwa cara mahasiswa memaknai sisa waktu yang dimiliki, baik sebagai waktu yang terbuka maupun terbatas, berkaitan dengan tingkat kesiapan kerja mereka.
Mahasiswa yang mampu merespons persepsi waktu secara adaptif, menetapkan tujuan yang bermakna, dan mengambil langkah konkret, cenderung lebih siap menghadapi dunia kerja.
Implikasinya, mahasiswa perlu mengembangkan cara pandang terhadap masa depan yang realistis namun tetap terarah.
Institusi pendidikan juga diharapkan menyediakan program transisi kerja yang bermakna, seperti magang atau pelatihan yang mendukung kesiapan kerja mahasiswa.

Related Results

Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Hambatan, tantangan, dan kendala harus dihadapi oleh mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi salah satunya dengan mengerjakan tugas akhir. Pengelolaan waktu merupakan salah...
SELF AWARENESS DAN KECEMASAN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR
SELF AWARENESS DAN KECEMASAN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR
Kecemasan yang dialami mahasiswa tingkat akhir sebagian berada pada kategori berat hingga sangat berat. Kecemasan tersebut akan menimbulkan gejala fisik maupun gejala kognitif yang...
MASIHKAH KETERLIBATAN ORANGTUA BERKONTRIBUSI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER MAHASISWA TINGKAT AKHIR?
MASIHKAH KETERLIBATAN ORANGTUA BERKONTRIBUSI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER MAHASISWA TINGKAT AKHIR?
Pengambilan keputusan karier merupakan tugas perkembangan yang penting bagi mahasiswa yang berada pada tingkat akhir. Akan tetapi, tidak jarang mereka mengalami kesulitan dalam men...
ANALISIS DAN PENERAPAN TOPIC MODELING PADA JUDUL TUGAS AKHIR MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE LATENT DIRICHLET ALLOCATION (LDA)
ANALISIS DAN PENERAPAN TOPIC MODELING PADA JUDUL TUGAS AKHIR MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE LATENT DIRICHLET ALLOCATION (LDA)
Tugas akhir menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa program studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana. Penentuan judul tugas akhir di p...
KAJIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DAN GEMPA BUMI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG
KAJIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DAN GEMPA BUMI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG
Potensi bencana pada daerah Kabupaten Pringsewu berdasarkan RTRW daerah tersebut diantaranya tanah longsor dan gempa bumi, sehingga diperlukannya Kajian Risiko Bencana terhadap dua...
ANALISIS HASIL BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FIS UNP ANGKATAN 2016
ANALISIS HASIL BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FIS UNP ANGKATAN 2016
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil belajar mahasiswa berdasarkan jalur masuk dan urutan pilihan masuk pada program studi Pendidikan Geografi angkatan 2016. Jenis peneliti...

Back to Top