Javascript must be enabled to continue!
Pertumbuhan setek lada perdu (Piper nigrum) dengan pemberian ekstrak bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh
View through CrossRef
Lada perdu berpotensi untuk dibudidayakan dalam skala sempit karena tidak membutuhkan tiang panjat dan dapat dijadikan sebagai tanaman sela. Lada perdu diperbanyak dengan menggunakan setek cabang buah. Kelemahan penggunaan setek cabang buah ini adalah setek tersebut sulit untuk berakar dibandingkan dengan setek sulur panjat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari konsentrasi zat pengatur tumbuh alami dari ekstrak bawang merah (EBM) terhadap pertumbuhan setek lada perdu. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kuningan pada bulan Maret – Juni 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok satu faktor yaitu konsentrasi EBM yang terdiri dari lima taraf (0, 25, 50, 75, dan 100% EBM). Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EBM mengandung 0.39% IAA. Pemberian EBM 100% mampu meningkatkan persentase setek hidup, panjang tunas, serta jumlah daun pada setek lada perdu dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemberian EBM. Hal tersebut disebabkan karena EBM mengandung auksin yang mampu merangsang munculnya akar sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan setek lada perdu.
Title: Pertumbuhan setek lada perdu (Piper nigrum) dengan pemberian ekstrak bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh
Description:
Lada perdu berpotensi untuk dibudidayakan dalam skala sempit karena tidak membutuhkan tiang panjat dan dapat dijadikan sebagai tanaman sela.
Lada perdu diperbanyak dengan menggunakan setek cabang buah.
Kelemahan penggunaan setek cabang buah ini adalah setek tersebut sulit untuk berakar dibandingkan dengan setek sulur panjat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari konsentrasi zat pengatur tumbuh alami dari ekstrak bawang merah (EBM) terhadap pertumbuhan setek lada perdu.
Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kuningan pada bulan Maret – Juni 2017.
Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok satu faktor yaitu konsentrasi EBM yang terdiri dari lima taraf (0, 25, 50, 75, dan 100% EBM).
Masing-masing perlakuan diulang tiga kali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa EBM mengandung 0.
39% IAA.
Pemberian EBM 100% mampu meningkatkan persentase setek hidup, panjang tunas, serta jumlah daun pada setek lada perdu dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemberian EBM.
Hal tersebut disebabkan karena EBM mengandung auksin yang mampu merangsang munculnya akar sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan setek lada perdu.
Related Results
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Produksi Lada Kabupaten Kolaka Timur mengalami peningkatan sebesar 96 ribu ton tahun 2017 menjadi 280 ribu ton tahun 2022. Kondisi ini menggambarkan potensi usahatani lada sangat m...
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
Perbanyakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, kendala yang dihadapi perbanyakan secara generatif yaitu adanya masa dormansi pada benih p...
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN OKULASI JERUK MANIS (Citrus nobilis L.) KUOK KAMPAR MELALUI APLIKASI ZPT DAN DIAMETER SUMBER MATA ENTRES
UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN OKULASI JERUK MANIS (Citrus nobilis L.) KUOK KAMPAR MELALUI APLIKASI ZPT DAN DIAMETER SUMBER MATA ENTRES
Upaya peningkatan keberhasilan okulasi jeruk manis (Citrus nobilis L.) Kuok Kampar melalui aplikasi zat pengatur tumbuh dan diameter sumber mata entres telah dilaksanakan di lahan ...
UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN OKULASI JERUK MANIS (Citrus nobilis L.) KUOK KAMPAR MELALUI APLIKASI ZPT DAN DIAMETER SUMBER MATA ENTRES
UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN OKULASI JERUK MANIS (Citrus nobilis L.) KUOK KAMPAR MELALUI APLIKASI ZPT DAN DIAMETER SUMBER MATA ENTRES
Upaya peningkatan keberhasilan okulasi jeruk manis (Citrus nobilis L.) Kuok Kampar melalui aplikasi zat pengatur tumbuh dan diameter sumber mata entres telah dilaksanakan di lahan ...
Virulensi Phytophthora capsici Asal Lada terhadap Piper spp.
Virulensi Phytophthora capsici Asal Lada terhadap Piper spp.
<p>Black Pepper (Piper nigrum) is Widely Cultivated in Indonesia by Smallholder. Foot rot disease caused by Phytophthora capsici is the main constraint in pepper cultivation ...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...

