Javascript must be enabled to continue!
PENCEMARAN LAUT KAPAL MV EVER JUDGER PANAMA DI BALIKPAPAN BERDASARKAN MARPOL CONVENTION
View through CrossRef
Konvensi Internasional untuk Pencegahan Pencemaran dari Kapal, 1973, diadopsi oleh Konferensi Internasional tentang Pencemaran Laut yang diselenggarakan oleh IMO. Konvensi tersebut dihubungkan dengan peristiwa kebocoran minyak di Balikpapan pada 2018, berawal dari miskomunikasi pihak kapal berbendera Panama MV Ever untuk menurunkan jangkar, namun panjang jangkar yang diturunkan melebihi dari yang diinstruksikan, sehingga jangkar tersebut menggaruk dan merusak jalur pipa minyak yang menuju pengolah Pertamina. Kerusakan jalur pipa menimbulkan ledakan yang mengakibatkan beberapa korban tewas. Pihak kapal yang juga pelaku dijerat pidana atas pencemaran lingkungan sesuai dengan hukum dan putusan pengadilan negara Republik Indonesia. Permasalahan pertama, kasus kapal MV Ever Judger Panama yang mengakibatkan kebocoran minyak di Balikpapan dikaitkan dengan Konvensi MARPOL dan peraturan perundang-undangan Indonesia. Kedua, pertanggungjawaban pelaku nakhoda kapal atas terjadinya pencemaran laut akibat kebocoran minyak di Balikpapan menurut Konvensi MARPOL dan peraturan perundang-undangan Indonesia. Tipe penelitian normatif dan menggunakan studi bahan hukum atau data Pustaka, beserta dianalisa dengan melalui logika deduktif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelaku dipidana sesuai dengan yuridiksi dan hukum negara di wilayah terjadi peristiwanya beserta terbukti melanggar ketetapan konvensi MARPOL. Kedua, tanggung jawab pelaku dipidana sesuai konvensi MARPOL yaitu, pelaku pelanggaran harus dihukum sesuai dengan hukum negara dimana area peristiwa tersebut.
Title: PENCEMARAN LAUT KAPAL MV EVER JUDGER PANAMA DI BALIKPAPAN BERDASARKAN MARPOL CONVENTION
Description:
Konvensi Internasional untuk Pencegahan Pencemaran dari Kapal, 1973, diadopsi oleh Konferensi Internasional tentang Pencemaran Laut yang diselenggarakan oleh IMO.
Konvensi tersebut dihubungkan dengan peristiwa kebocoran minyak di Balikpapan pada 2018, berawal dari miskomunikasi pihak kapal berbendera Panama MV Ever untuk menurunkan jangkar, namun panjang jangkar yang diturunkan melebihi dari yang diinstruksikan, sehingga jangkar tersebut menggaruk dan merusak jalur pipa minyak yang menuju pengolah Pertamina.
Kerusakan jalur pipa menimbulkan ledakan yang mengakibatkan beberapa korban tewas.
Pihak kapal yang juga pelaku dijerat pidana atas pencemaran lingkungan sesuai dengan hukum dan putusan pengadilan negara Republik Indonesia.
Permasalahan pertama, kasus kapal MV Ever Judger Panama yang mengakibatkan kebocoran minyak di Balikpapan dikaitkan dengan Konvensi MARPOL dan peraturan perundang-undangan Indonesia.
Kedua, pertanggungjawaban pelaku nakhoda kapal atas terjadinya pencemaran laut akibat kebocoran minyak di Balikpapan menurut Konvensi MARPOL dan peraturan perundang-undangan Indonesia.
Tipe penelitian normatif dan menggunakan studi bahan hukum atau data Pustaka, beserta dianalisa dengan melalui logika deduktif.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelaku dipidana sesuai dengan yuridiksi dan hukum negara di wilayah terjadi peristiwanya beserta terbukti melanggar ketetapan konvensi MARPOL.
Kedua, tanggung jawab pelaku dipidana sesuai konvensi MARPOL yaitu, pelaku pelanggaran harus dihukum sesuai dengan hukum negara dimana area peristiwa tersebut.
Related Results
BAGAIMANA EFEKTIVITAS PENERAPAN MARPOL PADA KAPAL-KAPAL DI PELABUHAN PANTOLOAN
BAGAIMANA EFEKTIVITAS PENERAPAN MARPOL PADA KAPAL-KAPAL DI PELABUHAN PANTOLOAN
Efek pembuangan sampah di laut membawa kerugian yang sangat besar bagi negara yang sebagian besar wilayahnya adalah perairan. Kerusakan ekosistem di laut membuat produktivitas laut...
PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN LAUT MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG KELAUTAN
PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN LAUT MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG KELAUTAN
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana terjadinya pencemaran lingkungan laut di wilayah perairan Indonesia dan bagaimana penanggulangan pencemaran lingk...
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Kapal Patroli dalam melakukan pengawasan keselamatan pelayaran di laut dalam wilayah kerja Kantor KSOP Kelas...
Tingkat Pencapaian Standar Waktu Pelayanan Pemanduan Kapal (Approach Time) di Pelabuhan Parepare
Tingkat Pencapaian Standar Waktu Pelayanan Pemanduan Kapal (Approach Time) di Pelabuhan Parepare
Kinerja pelayanan pelabuhan adalah indikator untuk menilai hasil kerja suatu pelabuhan pada periode tertentu dan menggambarkan tingkat pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa...
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan lokal tradisi Syukur Laut merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir pantai Pamayangsari. Kegiatan ini memiliki nilai nilai tradisi yang bisa dikaji...
Investigasi Efisiensi Propeler Kapal Ikan Tradisional
Investigasi Efisiensi Propeler Kapal Ikan Tradisional
Kapal ikan tradisional biasanya dibuat dari kayu dan dengan pola kapal yang diperoleh secara empiris sebagai warisan turun-temurun tanpa diketahui nilai hambatan kapalnya. Adapun s...
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
Pelayanan jasa keagenan kapal telah berjalan dengan baik, namun masih ditemui permasalahan diantaranya ialah: kurangnya keamanan dalam pelayanan jasa keagenan, adanya keterlambatan...
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
<p><em>A training ship is a ship that is used as a training ship to train cadets to become sailors. It is used in order to meet today’s sailors need. There are various ...

