Javascript must be enabled to continue!
POLA PELAYANAN PENYEBERANGAN KAPAL FERRY DI DERMAGA KONVENSIONAL PELABUHAN BAKAUHENI
View through CrossRef
Pelabuhan Bakauheni terletak di kecamatan Bakauheni, kabupaten Lampung Selatan. Tingginya permintaan kebutuhan transhipment disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan serta perbedaan komoditas utama masing-masing pulau sehingga saling bergantung supaya melaksanakan lalu lintas yang efisien. Namun kendala yang sering terjadi pada saat lebaran dimana kendaraan terus menumpuk sehingga menyebabkan antrian yang sangat panjang terutama untuk truk besar, sedangkan pada hari-hari biasanya sepi dan tidak semua dermaga beroperasi. Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya penumpukan kendaraan saat lebaran. Untuk mengetahui karakteristik masing-masing dermaga konvensional dan kapal. Kegiatan yang dilakukan untuk data primer dilakukan survey langsung, data yang didapatkan yaitu data dokumentasi lapangan dan hasil pengamatan langsung. Data sekunder yang dapat dilakukan dengan cara berkoordinasi dengan instansi terkait. Hasil analisis RTT yang didapat port time yang telah ditetapkan oleh pelabuhan pada dermaga IV dan V belum mematuhi kebijakan pelabuhan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil analisis kemampuan trip kapal yang diperoleh pelabuhan kurang maksimal dari idealnya kemampuan trip kapal. Maka dapat disimpulkan pada analisis RTT dan analisis kemampuan trip kapal berpengaruh pada pola pelayanan di pelabuhan. Perlu pergantian kapal yang sudah cukup tua sehingga perjalanan kapal menjadi lancar, penertiban pada saat kondisi normal dengan pengunjung yang datang sehingga dapat mematuhi port time yang telah ditetapkan oleh pihak pelabuhan, menambahkan loket khusus untuk melayani penumpang yang telah membeli tiket secara online agar dapat melayani penumpang yang banyak serta dapat mengurangi panjang antrian saat lebaran.
Title: POLA PELAYANAN PENYEBERANGAN KAPAL FERRY DI DERMAGA KONVENSIONAL PELABUHAN BAKAUHENI
Description:
Pelabuhan Bakauheni terletak di kecamatan Bakauheni, kabupaten Lampung Selatan.
Tingginya permintaan kebutuhan transhipment disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan serta perbedaan komoditas utama masing-masing pulau sehingga saling bergantung supaya melaksanakan lalu lintas yang efisien.
Namun kendala yang sering terjadi pada saat lebaran dimana kendaraan terus menumpuk sehingga menyebabkan antrian yang sangat panjang terutama untuk truk besar, sedangkan pada hari-hari biasanya sepi dan tidak semua dermaga beroperasi.
Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya penumpukan kendaraan saat lebaran.
Untuk mengetahui karakteristik masing-masing dermaga konvensional dan kapal.
Kegiatan yang dilakukan untuk data primer dilakukan survey langsung, data yang didapatkan yaitu data dokumentasi lapangan dan hasil pengamatan langsung.
Data sekunder yang dapat dilakukan dengan cara berkoordinasi dengan instansi terkait.
Hasil analisis RTT yang didapat port time yang telah ditetapkan oleh pelabuhan pada dermaga IV dan V belum mematuhi kebijakan pelabuhan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan hasil analisis kemampuan trip kapal yang diperoleh pelabuhan kurang maksimal dari idealnya kemampuan trip kapal.
Maka dapat disimpulkan pada analisis RTT dan analisis kemampuan trip kapal berpengaruh pada pola pelayanan di pelabuhan.
Perlu pergantian kapal yang sudah cukup tua sehingga perjalanan kapal menjadi lancar, penertiban pada saat kondisi normal dengan pengunjung yang datang sehingga dapat mematuhi port time yang telah ditetapkan oleh pihak pelabuhan, menambahkan loket khusus untuk melayani penumpang yang telah membeli tiket secara online agar dapat melayani penumpang yang banyak serta dapat mengurangi panjang antrian saat lebaran.
Related Results
ANALISIS TINGKAT OKUPANSI DAN PREFERENSI PENGGUNA JASA ANGKUTAN PENYEBERANGAN DI PELABUHAN MERAK (BANTEN) UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN TRANSPORTASI
ANALISIS TINGKAT OKUPANSI DAN PREFERENSI PENGGUNA JASA ANGKUTAN PENYEBERANGAN DI PELABUHAN MERAK (BANTEN) UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN TRANSPORTASI
Dengan 65 kapal yang beroperasi penting untuk memastikan bahwa setiap kapal dapat di isi dengan optimal. Tidak seimbangnya antara jumlah kapal yang beroperasi dengan permintaan pen...
Analisis Karakteristik Perjalanan Penumpang Pelabuhan Lembar- Padang Bai Berdasarkan Kriteria Pemilihan Moda Kapal Ferry
Analisis Karakteristik Perjalanan Penumpang Pelabuhan Lembar- Padang Bai Berdasarkan Kriteria Pemilihan Moda Kapal Ferry
Pulau Lombok dan pulau Bali adalah dua provinsi yang terhubung oleh pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai, dengan salah satu moda yang digunakan transportasi laut dengan kapal f...
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
Pelayanan jasa keagenan kapal telah berjalan dengan baik, namun masih ditemui permasalahan diantaranya ialah: kurangnya keamanan dalam pelayanan jasa keagenan, adanya keterlambatan...
EFEKTIVITAS PELAYANAN KEBUTUHAN KAPAL FERRY PADA PT. ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO) DI PELABUHAN PADANGBAI
EFEKTIVITAS PELAYANAN KEBUTUHAN KAPAL FERRY PADA PT. ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO) DI PELABUHAN PADANGBAI
Persaingan dan tuntutan masyarakat mengenai jasa logistik pelayaran yang optimal mendorong pentingnya perusahaan jasa ini membangun dan meningkatkan pelayanan yang efektif. Penelit...
KINERJA BONGKAR MUAT PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA AMBON DALAM MENUNJANG PENANGKAPAN IKAN TERUKUR
KINERJA BONGKAR MUAT PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA AMBON DALAM MENUNJANG PENANGKAPAN IKAN TERUKUR
Indonesia dengan produksi perikanan sebesar 6,3 juta ton menempati urutan ke-3 terbesar di dunia (7,95%) dan Provinsi Maluku merupakan kontributor ke-2 (8,53%) terbesar total produ...
EVALUASI ZONASI DI PELABUHAN BAKAUHENI
EVALUASI ZONASI DI PELABUHAN BAKAUHENI
Belum terpenuhinya syarat dalam penerapan sistem zonasi di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni menyebabkan terjadinya crossing pada arus lalu lintas khususnya pada dermaga eksekutif ...
PENINGKATAN LAYAN DAYA TAMPUNG PELABUHAN PERIKANAN WILAYAH I PANTAI CAROCOK TARUSAN
PENINGKATAN LAYAN DAYA TAMPUNG PELABUHAN PERIKANAN WILAYAH I PANTAI CAROCOK TARUSAN
Wilayah Perairan Koto XI Tarusanp Provinsi Sumatera Barat merupakan basis operasi berlabunya kapal-kapal ikan bagi para nelayan. Kondisi perairan Koto XI Tarusan di wilayah Teluk C...
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Kapal Patroli dalam melakukan pengawasan keselamatan pelayaran di laut dalam wilayah kerja Kantor KSOP Kelas...

