Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA

View through CrossRef
Kajian sastra ditandai oleh suatu aktivitas penting yang inheren di dalam dirinya, yakni interpretasi (penafsiran). Kegiatan apresiasi sastra dan kritik sastra, pada tepi dan muaranya, bertautan dengan karya sastra yang harus diinterpreatasi. Setiap aktivitas interpretasi karya sastra selalu melibatkan suatu proses hermeneutis. Oleh karena itu, hermeneutika menempati posisi krusial dan tidak mungkin diabaikan dalam analisis karya sastra. Atas dasar itulah hermeneutika perlu diperbincangkan secara komprehensif guna memperoleh pemahaman yang memadai. Hermeneutika yang berkembang dalam interpretasi sastra sangat berkait dengan perkembangan pemikiran hermeneutika, terutama dalam sejarah filsafat dan teologi karena pemikiran hermeneutika mula-mula muncul dalam dua bidang tersebut. Untuk memahami hermeneutika dalam interpretasi sastra diperlukan pemahaman komprehensif mengenai sejarah dan konsepsi hermeneutika, terutama terkait dengan tiga varian hermeneutika yang berkembang dalam tradisi hermeneutika modern, yakni hermeneutika metodologis/teoritis, filosofis, dan kritis. Dengan pemahaman tiga varian hermeneutika tersebut, niscaya akan lebih memungkinkan adanya pemahaman yang memadai tentang hermeneutika dalam kajian sastra.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Title: MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
Description:
Kajian sastra ditandai oleh suatu aktivitas penting yang inheren di dalam dirinya, yakni interpretasi (penafsiran).
Kegiatan apresiasi sastra dan kritik sastra, pada tepi dan muaranya, bertautan dengan karya sastra yang harus diinterpreatasi.
Setiap aktivitas interpretasi karya sastra selalu melibatkan suatu proses hermeneutis.
Oleh karena itu, hermeneutika menempati posisi krusial dan tidak mungkin diabaikan dalam analisis karya sastra.
Atas dasar itulah hermeneutika perlu diperbincangkan secara komprehensif guna memperoleh pemahaman yang memadai.
Hermeneutika yang berkembang dalam interpretasi sastra sangat berkait dengan perkembangan pemikiran hermeneutika, terutama dalam sejarah filsafat dan teologi karena pemikiran hermeneutika mula-mula muncul dalam dua bidang tersebut.
Untuk memahami hermeneutika dalam interpretasi sastra diperlukan pemahaman komprehensif mengenai sejarah dan konsepsi hermeneutika, terutama terkait dengan tiga varian hermeneutika yang berkembang dalam tradisi hermeneutika modern, yakni hermeneutika metodologis/teoritis, filosofis, dan kritis.
Dengan pemahaman tiga varian hermeneutika tersebut, niscaya akan lebih memungkinkan adanya pemahaman yang memadai tentang hermeneutika dalam kajian sastra.

Related Results

Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
Role of Ki Hajar Dewantara in Instilling Character Education in Students
Role of Ki Hajar Dewantara in Instilling Character Education in Students
Penelitian ini membahas tentang peranan Ki Hajar Dewantara dalam menanamkan pendidikan karakter siswa yang terdapat dalam puisi Teratai karya Sanusi Pane. Kajian yang digunakan pad...
Interpretasi Kebenaran dalam Ruang Digital: Telaah Hermeneutika Paul Ricoeur
Interpretasi Kebenaran dalam Ruang Digital: Telaah Hermeneutika Paul Ricoeur
Fokus kajian ini adalah “Interpretasi Kebenaran dalam Ruang Digital: Telaah Hermeneutika Paul Ricoeur”  yang dianalisis melalui berbagai sumber tulisan. Kajian ini menyoroti bagaim...
Pembelajaran Sastra di SMA dalam Kurikulum Merdeka
Pembelajaran Sastra di SMA dalam Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka memberikan Capaian Pembelajaran tiap-tiap fase (A-F) untuk masing-masing elemen (menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, dan menulis). Dari...
EPISTEMOLOGI TAFSIR AL-QURAN FARID ESACK
EPISTEMOLOGI TAFSIR AL-QURAN FARID ESACK
Abstract: Epistemologi cally speaking, Esack’s herme¬neu-tics is based on reception hermeneutics which is populer in the hand of Biblical hermenut, Fran¬cis Shcussler-Fiorenza. In ...
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai berbagai pendekatan yang digunakan dalam penelitian bahasa dan sastra, baik dari segi teoritis maupu...
Ekokritisisme Dalam Cerpen Kontemporer Indonesia: Menelusuri Jejak Sastra Hijau
Ekokritisisme Dalam Cerpen Kontemporer Indonesia: Menelusuri Jejak Sastra Hijau
Dalam era studi sastra kontemporer, perhatian terhadap isu lingkungan hidup melahirkan bidang kajian ekokritisisme, yaitu pendekatan interdisipliner yang mengkaji hubungan antara s...
Menimbang Hermeneutika Sebagai Mitra Tafsir
Menimbang Hermeneutika Sebagai Mitra Tafsir
Untuk memahami kandungan al-Qur’an, kaum muslimin telah mempunyai ilmu tersendiri dan ini sudah di anggap mapan yaitu ilmu tafsir. Namun dewasa ini muncul ilmu yang belum pernah di...

Back to Top