Javascript must be enabled to continue!
Tradisi Lokal dalam Membangun Rumah dan Religiositas Masyarakat Perdesaan di Cirebon
View through CrossRef
Tulisan ini membahas tradisi masyarakat lokal dalam membangun bangunan rumah dan religiusitas masyarakat perdesaan di tengah tradisi tersebut. Lokus penelitian ini terletak di Desa Lebakmekar, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kehadiran tradisi lokal dalam membangun rumah di wilayah itu, telah melibatkan para pekerja bangunan sehingga penelitian dalam artikel ini juga akan diarahkan pada bagaimana respons dan religiositas para pekerja bangunan tersebut di tengah kehadiran tradisi. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan kajian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi keserasian antara tradisi leluhur warga Lebakmekar dengan ajaran-ajaran Islam yang mereka anut. Tidak ada tradisi yang mengarah pada perilaku syirik. Semua tradisi dalam membangun rumah memiliki makna yang mendalam, dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman, seperti sedekah, rasa syukur, dan gotong royong. Hal serupa juga dikerjakan para pekerja bangunan, mereka meyakini sepenuhnya ajaran Islam dan menjalankan setiap ajarannya, sembari tetap meyakini dan menjalankan tradisi adat warga lokal. Tidak ada resistensi antar agama dan tradisi lokal, yang ada keduanya saling berjalan beriringan berkat kebijaksanaan warga Lebakmekar. Penelitian ini menjadi bukti kuat bagaimana budaya lokal dan agama bisa saling berhubungan dengan baik di Indonesia, melalui adaptasi nilai-nilai lokal dalam kehidupan beragama.
Sunan Gunung Djati State Islamic University of Bandung
Title: Tradisi Lokal dalam Membangun Rumah dan Religiositas Masyarakat Perdesaan di Cirebon
Description:
Tulisan ini membahas tradisi masyarakat lokal dalam membangun bangunan rumah dan religiusitas masyarakat perdesaan di tengah tradisi tersebut.
Lokus penelitian ini terletak di Desa Lebakmekar, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Kehadiran tradisi lokal dalam membangun rumah di wilayah itu, telah melibatkan para pekerja bangunan sehingga penelitian dalam artikel ini juga akan diarahkan pada bagaimana respons dan religiositas para pekerja bangunan tersebut di tengah kehadiran tradisi.
Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan kajian pustaka.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi keserasian antara tradisi leluhur warga Lebakmekar dengan ajaran-ajaran Islam yang mereka anut.
Tidak ada tradisi yang mengarah pada perilaku syirik.
Semua tradisi dalam membangun rumah memiliki makna yang mendalam, dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman, seperti sedekah, rasa syukur, dan gotong royong.
Hal serupa juga dikerjakan para pekerja bangunan, mereka meyakini sepenuhnya ajaran Islam dan menjalankan setiap ajarannya, sembari tetap meyakini dan menjalankan tradisi adat warga lokal.
Tidak ada resistensi antar agama dan tradisi lokal, yang ada keduanya saling berjalan beriringan berkat kebijaksanaan warga Lebakmekar.
Penelitian ini menjadi bukti kuat bagaimana budaya lokal dan agama bisa saling berhubungan dengan baik di Indonesia, melalui adaptasi nilai-nilai lokal dalam kehidupan beragama.
Related Results
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Implikasi Hukum Agraria Terhadap Pengembangan Perdesaan
Implikasi Hukum Agraria Terhadap Pengembangan Perdesaan
Pengembangan perdesaan merupakan suatu aspek penting dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Hukum agraria, sebagai hukum yang mengatur hubungan antara manusia dengan tanah,...
PESAN DALAM TARIAN TOPENG PANJI CIREBON
PESAN DALAM TARIAN TOPENG PANJI CIREBON
Topeng Panji Cirebon merupakan jenis topeng yang ditarikan di awal pertunjukan, namun paling sulit ditarikan. Gerak dan musiknya sangat berlawanan. Gerak yang banya...
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
Kearifan Lokal merupakan nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya tradisi pada kelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang diwariskan secara turun temurun. Oleh kar...
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
Creating New Rural Communitas: The Case of China Taiwan’s Rural Regeneration
Creating New Rural Communitas: The Case of China Taiwan’s Rural Regeneration
Traditional sociological theory explains that a rural community is an enclosed unit. China’s fast modernization and urbanization, however, display a rather different phenomenon, wh...
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Tradisi Nyadran sebagai sebuah kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, kegiatan tradisi Nyadran Punden merupakan pembersihan makam leluhur dan mela...
TRADISI PEMBUTAN TIKAR PEDAMARAN
TRADISI PEMBUTAN TIKAR PEDAMARAN
Latar Belakang : Tikar yang merupakan kerajinan tangan yang berasal dari desa pedamaran.penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menjelaskan secara keseluruha...


