Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

VOLATILITAS PEMILIH DAN INTERSEP POLITIK DALAM PEMILU DPRD KABUPATEN DEMAK 2004-2019

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui volatilitas partai-partai politik, menemukan dinamika di balik volatilitas, termasuk pola intersep atau perpindahan pilihan politik berdasarkan pembelahan sosial pemilih partai pada pemilu DPRD Demak tahun 2004-2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang dikombinasikan dengan kualitatif in numeric dengan pendekatan deskriptif. Dari penelitian diketahui indeks volatilitas pemilu DPRD Demak tinggi dan fluktuatif, dengan rata-rata 34,26 dalam empat pemilu terakhir. Pemilu 2004, indeks volatilitas sebesar 53,36, menurun menjadi 22,93 pada Pemilu 2014, dan kembali naik menjadi 26,51 pada Pemilu 2019. Perbandingan tingkat electoral volatility itu memperlihatkan perbedaan stabilitas pola kompetisi antar partai di daerah tersebut yang lebih jauh membawa konsekuensi terhadap politik demokrasi lokal. Sedang tingginya volatilitas menunjukkan lemahnya relasi partai dan konstituen, pelembagaan partai, dan ID Party, yang membawa hasil pemilu yang kurang stabil sekaligus menunjukkan electoral market yang lebih terbuka dan tidak dapat diprediksi. Volatilitas suara yang tinggi berhubungan secara timbal balik dengan intersep politik, dimana partai yang satu memintas atau memotong (pertumbuhan) partai lain. Semula intersep politik terjadi lintas dan antarpartai kelompok kebangsaan atau keagamaan, dengan partai kelompok kebangsaan mendapatkan berkah limpahan suara dari partai keagamaan. Belakangan, seiring pelembagaan yang berefek pada stabilnya partai-partai kelompok keagamaan (PKB, PPP, dan PAN), intersep politik terjadi antarpartai kelompok kebangsaan. Perpindahan pilihan lebih mudah dilakukan pemilih partai-partai kebangsaan (PDIP, Gerindra, Golkar, Demokrat, Nasdem, dan lain-lain).  Hal itu mengonfirmasi keterbukaan electoral market partai-partai kelompok kebangsaan, yang memungkinkan munculnya partai baru dengan suara besar. Secara ekstrapolasi, perpindahan pilihan politik akan terus terjadi sejalan dengan peningkatan rasionalitas pemilih. Tantangan terbesarnya adalah pengaruh dan besaran kelompok pemilih rasional jauh di bawah pemilih rasional fanatik dan apalagi pemilih primordial.  Selain itu, kondisi struktural menjadi barrier peningkatan rasionalitas pemilih seiring menguatnya kekuatan politik yang memelihara primordialisme untuk meraih maupun mempertahankan kekuasaan.  
Title: VOLATILITAS PEMILIH DAN INTERSEP POLITIK DALAM PEMILU DPRD KABUPATEN DEMAK 2004-2019
Description:
Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui volatilitas partai-partai politik, menemukan dinamika di balik volatilitas, termasuk pola intersep atau perpindahan pilihan politik berdasarkan pembelahan sosial pemilih partai pada pemilu DPRD Demak tahun 2004-2019.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang dikombinasikan dengan kualitatif in numeric dengan pendekatan deskriptif.
Dari penelitian diketahui indeks volatilitas pemilu DPRD Demak tinggi dan fluktuatif, dengan rata-rata 34,26 dalam empat pemilu terakhir.
Pemilu 2004, indeks volatilitas sebesar 53,36, menurun menjadi 22,93 pada Pemilu 2014, dan kembali naik menjadi 26,51 pada Pemilu 2019.
Perbandingan tingkat electoral volatility itu memperlihatkan perbedaan stabilitas pola kompetisi antar partai di daerah tersebut yang lebih jauh membawa konsekuensi terhadap politik demokrasi lokal.
Sedang tingginya volatilitas menunjukkan lemahnya relasi partai dan konstituen, pelembagaan partai, dan ID Party, yang membawa hasil pemilu yang kurang stabil sekaligus menunjukkan electoral market yang lebih terbuka dan tidak dapat diprediksi.
Volatilitas suara yang tinggi berhubungan secara timbal balik dengan intersep politik, dimana partai yang satu memintas atau memotong (pertumbuhan) partai lain.
Semula intersep politik terjadi lintas dan antarpartai kelompok kebangsaan atau keagamaan, dengan partai kelompok kebangsaan mendapatkan berkah limpahan suara dari partai keagamaan.
Belakangan, seiring pelembagaan yang berefek pada stabilnya partai-partai kelompok keagamaan (PKB, PPP, dan PAN), intersep politik terjadi antarpartai kelompok kebangsaan.
Perpindahan pilihan lebih mudah dilakukan pemilih partai-partai kebangsaan (PDIP, Gerindra, Golkar, Demokrat, Nasdem, dan lain-lain).
  Hal itu mengonfirmasi keterbukaan electoral market partai-partai kelompok kebangsaan, yang memungkinkan munculnya partai baru dengan suara besar.
Secara ekstrapolasi, perpindahan pilihan politik akan terus terjadi sejalan dengan peningkatan rasionalitas pemilih.
Tantangan terbesarnya adalah pengaruh dan besaran kelompok pemilih rasional jauh di bawah pemilih rasional fanatik dan apalagi pemilih primordial.
  Selain itu, kondisi struktural menjadi barrier peningkatan rasionalitas pemilih seiring menguatnya kekuatan politik yang memelihara primordialisme untuk meraih maupun mempertahankan kekuasaan.
 .

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
Resume partai politik dan pemilihan umum“Partai politik dan sistem pemilu” Partai politik dan sistem pemilu saling berkaitan satu sama lain. Partai politik tanpa sistem pemilu yang...
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
Resume Tentang Pemilihan Umum dan Partai Politik1. Pemilihan UmumPeluang dan tantangan pemilu serentak 2019 dalam perspektif politikINTISARIPemilihan Umum 2019 adalah pemilihan leg...
PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN BOMBANA TAHUN 2017 DI KELURAHAN TAUBONTO
PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN BOMBANA TAHUN 2017 DI KELURAHAN TAUBONTO
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bentuk partisipasi politik pemilih pemula pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2017 di Kelurahan Taubonto...
Pendidikan Politik Pemilih Pemula Pada Pemilihan Umum (PEMILU) Tahun 2024 Di Kabupaten Aceh Tengah
Pendidikan Politik Pemilih Pemula Pada Pemilihan Umum (PEMILU) Tahun 2024 Di Kabupaten Aceh Tengah
Pesta demokrasi di Indonesia dilaksanakan tahun 2024 dan menjadi momentum bersejarah bagi rakyat Indonesia. Pemilu akan dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama yaitu pemilu ser...
PERAN PEMILIH MUDA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PENYELENGGARAAN PEMILU
PERAN PEMILIH MUDA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PENYELENGGARAAN PEMILU
Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota DPRD, yang dilaksanakan secara langsung, umum,...
Pengaruh Flexible Working Arrangement Integritas Dan Tunjangan Terhadap Kinerja Pegawai Dprd Kabupaten Barru
Pengaruh Flexible Working Arrangement Integritas Dan Tunjangan Terhadap Kinerja Pegawai Dprd Kabupaten Barru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Flexible Working Arrangement terhadap Kinerja Pegawai DPRD Kabupaten Barru. 2). Untuk meng...
Pendidikan Politik Pemilih Pemula bagi Remaja di Desa Bakung Kabupaten Ogan Ilir
Pendidikan Politik Pemilih Pemula bagi Remaja di Desa Bakung Kabupaten Ogan Ilir
Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang membahas mengenai peendidikan politik pemilih pemula bagi remaja di Desa Bakung, Kabupaten Ogan Ilir, Propinsi Sumatera S...

Back to Top