Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KOMPARASI SIFAT MAMPU KERAS DAN KETANGGUHAN BAJA KARBON RENDAH ST 42 DAN AISI 1020

View through CrossRef
Masifnya penggunaan logam baja di dunia industri menuntut adanya perbaikan sifat mekanis baja yang digunakan, salah satunya yaitu jenis baja karbon rendah. Guna mengakomodir tujuan tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi perbedaan sifat hardenability antara baja ST 42 dan baja AISI 1020 yang tergolong ke dalam jenis baja karbon rendah. Hardenability dikaitkan dengan kedalaman dan distribusi nilai kekerasan yang dapat dicapai baja. Perlakuan yang diberikan yaitu hardening dan dilanjutkan dengan quenching. Selanjutnya, pengujian kekerasan dilakukan menggunakan metode Rockwell pada empat titik uji pada penampang lingkaran, yaitu pada permukaan, ¾ jari-jari, ½ jari-jari, dan bagian inti, serta uji impact metode Charpy. Berdasarkan hasil penelitian, didapat nilai rata-rata kekerasan tertinggi baja ST 42 yaitu sebesar 46.042 HRA dan paling rendah sebesar 38.032 HRA sedangkan untuk baja AISI 1020 nilai kekerasan tertinggi sebesar 55.248 HRA dan terendah sebesar 52.928 HRA. Sementara itu, hasil penelitian uji impact menunjukkan rata-rata ketangguhan baja ST 42 lebih tinggi dibanding baja AISI 1020. Berdasarkan distribusi nilai rata-rata kekerasan pada kedua jenis baja tersebut dapat disimpulkan bahwa sifat hardenability baja AISI 1020 lebih baik daripada baja ST 42, tetapi sifat ketangguhannya lebih rendah daripada baja ST 42. 
Title: KOMPARASI SIFAT MAMPU KERAS DAN KETANGGUHAN BAJA KARBON RENDAH ST 42 DAN AISI 1020
Description:
Masifnya penggunaan logam baja di dunia industri menuntut adanya perbaikan sifat mekanis baja yang digunakan, salah satunya yaitu jenis baja karbon rendah.
Guna mengakomodir tujuan tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi perbedaan sifat hardenability antara baja ST 42 dan baja AISI 1020 yang tergolong ke dalam jenis baja karbon rendah.
Hardenability dikaitkan dengan kedalaman dan distribusi nilai kekerasan yang dapat dicapai baja.
Perlakuan yang diberikan yaitu hardening dan dilanjutkan dengan quenching.
Selanjutnya, pengujian kekerasan dilakukan menggunakan metode Rockwell pada empat titik uji pada penampang lingkaran, yaitu pada permukaan, ¾ jari-jari, ½ jari-jari, dan bagian inti, serta uji impact metode Charpy.
Berdasarkan hasil penelitian, didapat nilai rata-rata kekerasan tertinggi baja ST 42 yaitu sebesar 46.
042 HRA dan paling rendah sebesar 38.
032 HRA sedangkan untuk baja AISI 1020 nilai kekerasan tertinggi sebesar 55.
248 HRA dan terendah sebesar 52.
928 HRA.
Sementara itu, hasil penelitian uji impact menunjukkan rata-rata ketangguhan baja ST 42 lebih tinggi dibanding baja AISI 1020.
Berdasarkan distribusi nilai rata-rata kekerasan pada kedua jenis baja tersebut dapat disimpulkan bahwa sifat hardenability baja AISI 1020 lebih baik daripada baja ST 42, tetapi sifat ketangguhannya lebih rendah daripada baja ST 42.
 .

Related Results

ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045
ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045
Baja AISI 1045 memiliki kadar komposisi kandungan karbon sekitar 0,43 sampai dengan 0,50. Aplikasi baja AISI 1045[1], [2]. banyak digunakan dalam bidang otomotif. seperti pembuatan...
The effect of hypnotherapy and mental toughness on concentration when competing for futsal athletes
The effect of hypnotherapy and mental toughness on concentration when competing for futsal athletes
The purpose of this study was to determine the difference in the effect of the type of hypnosis and the level of mental toughness on the concentration of futsal athletes. This rese...
Baja dan Aplikasinya
Baja dan Aplikasinya
Baja dan paduannya adalah material Teknik yang paling banyak pemakaiannya dalam industri manufaktur mulai dari industri rumah tangga sampai industri berat dan militer. Baja dibuat ...
Disiplinlerarası Yaklaşımlarla Karbon Ayak İzi - II
Disiplinlerarası Yaklaşımlarla Karbon Ayak İzi - II
Disiplinlerarası Yaklaşımlarla Karbon Ayak İzi II, ilk ciltte ortaya konulan bilimsel yaklaşımı daha ileri taşıma amacıyla hazırlanmıştır. İlk kitapta karbon ayak izinin farklı dis...
The Effect of CaCO3 as Energizer on Pack Carburizing Process of Low Carbon Steel
The Effect of CaCO3 as Energizer on Pack Carburizing Process of Low Carbon Steel
Salah satu alat yang biasanya digunakan dalam industri kelapa sawit adalah Dodos. Di Indonesia, dodos dibuat dari baja karbon sedang, tetapi baja karbon sedang harus diimpor dari l...
Comportamiento de la Resistencia al desgaste erosivo de recubrimientos de alúmina
Comportamiento de la Resistencia al desgaste erosivo de recubrimientos de alúmina
 En este artículo se presentan los resultados de la investigación relacionada con el comportamiento experimental de recubrimientos de alúmina, obtenidos a partir de partículas de t...
Pengaruh Perlakuan Temperatur dan Media Pendinginan Terhadap Sifat Ketangguhan Baja AISI 3215
Pengaruh Perlakuan Temperatur dan Media Pendinginan Terhadap Sifat Ketangguhan Baja AISI 3215
Perlakuan panas adalah pemanasan yang diikuti dengan penahanan dan pendinginan menggunakan media quenching. Pengerasan adalah pemanasan logam hingga suhu austenit, tahan pada suhu ...

Back to Top