Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengolahan dan Pengembangan Bawang Putih (Allium sativum L.) Menjadi Bawang Hitam sebagai Agen Antiaterosklerosis

View through CrossRef
Aterosklerosis merupakan penyakit inflamasi kronis pada dinding arteri yang disebabkan oleh penumpukan lemak dan disfungsi endotel di dinding arteri sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan mengganggu aliran darah. Terjadinya peradangan pembuluh darah dapat berkontribusi terhadap aterosklerosis. Salah satu inovasi dalam pengolahan bawang putih yaitu pengembangan bawang putih menjadi bawang hitam melalui proses fermentasi pada suhu tinggi (60- 70°C) dan kelembaban tinggi (80-90%) yang dikontrol selama periode waktu tertentu tanpa penambahan bahan tambahan. Hasil dari fermentasi bawang putih segar berwarna putih berubah menjadi hitam dan memiliki rasa manis, tekstur kenyal seperti jeli. Senyawa aktif dalam bawang hitam, seperti allicin dan S-allyl-cysteine (SAC), telah diteliti mampu meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan mereduksi risiko aterosklerosis. Pada saat proses fermentasi pada suhu tinggi, senyawa aktif bawang putih diubah menjadi senyawa antioksidan. Kandungan antioksidan pada bawang hitam mampu meningkatkan profil lipid darah sehingga mencegah terjadinya aterosklerosis. Review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi bawang hitam dalam menurunkan nilai kolesterol LDL dan berperan sebagai agen antiaterosklerosis. Metode yang digunakan dalam review artikel ini yaitu studi literatur dari berbagai hasil penelitian secara online pada jurnal nasional dan internasional dalam 5 tahun terakhir. Penelitian menunjukkan bahwa bawang hitam memiliki potensi untuk menurunkan nilai kolesterol LDL dan trigliserida yang merupakan faktor risiko utama dalam pembentukan plak aterosklerosis di pembuluh darah. Selain itu, bawang hitam dapat meningkatkan HDL pada tikus yang diinduksi diet tinggi lemak. Bawang hitam dapat disarankan karena berpotensi dalam menurunkan nilai kolesterol LDL dan berperan sebagai agen antiaterosklerosis.
Title: Pengolahan dan Pengembangan Bawang Putih (Allium sativum L.) Menjadi Bawang Hitam sebagai Agen Antiaterosklerosis
Description:
Aterosklerosis merupakan penyakit inflamasi kronis pada dinding arteri yang disebabkan oleh penumpukan lemak dan disfungsi endotel di dinding arteri sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan mengganggu aliran darah.
Terjadinya peradangan pembuluh darah dapat berkontribusi terhadap aterosklerosis.
Salah satu inovasi dalam pengolahan bawang putih yaitu pengembangan bawang putih menjadi bawang hitam melalui proses fermentasi pada suhu tinggi (60- 70°C) dan kelembaban tinggi (80-90%) yang dikontrol selama periode waktu tertentu tanpa penambahan bahan tambahan.
Hasil dari fermentasi bawang putih segar berwarna putih berubah menjadi hitam dan memiliki rasa manis, tekstur kenyal seperti jeli.
Senyawa aktif dalam bawang hitam, seperti allicin dan S-allyl-cysteine (SAC), telah diteliti mampu meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan mereduksi risiko aterosklerosis.
Pada saat proses fermentasi pada suhu tinggi, senyawa aktif bawang putih diubah menjadi senyawa antioksidan.
Kandungan antioksidan pada bawang hitam mampu meningkatkan profil lipid darah sehingga mencegah terjadinya aterosklerosis.
Review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi bawang hitam dalam menurunkan nilai kolesterol LDL dan berperan sebagai agen antiaterosklerosis.
Metode yang digunakan dalam review artikel ini yaitu studi literatur dari berbagai hasil penelitian secara online pada jurnal nasional dan internasional dalam 5 tahun terakhir.
Penelitian menunjukkan bahwa bawang hitam memiliki potensi untuk menurunkan nilai kolesterol LDL dan trigliserida yang merupakan faktor risiko utama dalam pembentukan plak aterosklerosis di pembuluh darah.
Selain itu, bawang hitam dapat meningkatkan HDL pada tikus yang diinduksi diet tinggi lemak.
Bawang hitam dapat disarankan karena berpotensi dalam menurunkan nilai kolesterol LDL dan berperan sebagai agen antiaterosklerosis.

Related Results

Analisis Kebusukan Sie Balu Daging Kerbau dengan Pemberian Persentase Bawang Putih (Allium sativum) yang Berbeda
Analisis Kebusukan Sie Balu Daging Kerbau dengan Pemberian Persentase Bawang Putih (Allium sativum) yang Berbeda
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Tehnologi Pengolahan Daging Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian ini berl...
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Tekanan Darah pada lansia penderita hipertensi yaitu tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Untuk menstabilkan tekanan darah pada lansia hipertensi dengan menggun...
Aktivitas Kandungan Bioaktif Allicin Pada Bawang Putih (Allium sativum L.) sebagai Anti Hipertensi
Aktivitas Kandungan Bioaktif Allicin Pada Bawang Putih (Allium sativum L.) sebagai Anti Hipertensi
Hipertensi merupakan “silent killer” dan menjadi masalah kesehatan yang masih banyak terjadi di dunia. Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah sistolik seseorang lebih dar...
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MADU HITAM PAHIT DAN MADU HITAM MANIS TERHADAP Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MADU HITAM PAHIT DAN MADU HITAM MANIS TERHADAP Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
Telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri madu hitam pahit dan madu hitam manis terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara in vitro. Tujuan penelitian...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih Tunggal terhadap Staphylococcus aureus
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih Tunggal terhadap Staphylococcus aureus
Resistensi antibiotika yang meningkat dapat dihambat dengan cara menggunakan antibiotik secara rasional dan mengembangkan sediaan bahan alam yang ada sebagai alternatif pengobatan....

Back to Top