Javascript must be enabled to continue!
PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP RAMAH LINGKUNGAN UNTUK KEBERLANJUTAN SUMBERDAYA LAUT
View through CrossRef
Abstract
Environmentally friendly and sustainable fishing does not only involve fishing gear but also the fish resources used and the fishing actors themselves, especially fishermen. It is very unwise if knowledge about environmentally friendly and sustainable fisheries is only known by intellectuals, but fishermen who are directly involved every day need to be explanation the impact of fishing. The method used is the delivery of material theoretically and interactive discussions to fishermen. The results of counseling on environmentally friendly capture fisheries management for the sustainability of marine resources show that catching demersal fish that are not yet catchable is not a cause for concern. However, limiting the number of fish that are not yet suitable for catching, keeping the environment clean by not throwing garbage into the sea, and dividing fishing areas according to the fishing gear used are wise efforts for the sustainability of marine resources.
Keywords: Aluni Hamlet, Bottom Longline, Community Service, Environmentally Friendly Capture Fisheries, Overfishing
Abstrak
Perikanan tangkap yang ramah lingkungan dan berkelanjutan tidak saja melibatkan alat tangkap, tetapi juga sumberdaya ikan yang dimanfaatkan serta pelaku perikanan itu sendiri, terutama nelayan. Sangatlah tidak bijaksana jika pengetahuan tentang perikanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan hanya diketahui oleh kaum intelektual, namun nelayan yang setiap hari berkecimpungan secara langsung perlu diberikan penjelasan menyangkut dampak dari perikanan tangkap. Metode yang digunakan yaitu penyampaian materi secara teoritis dan diskusi interaktif kepada nelayan. Hasil Penyuluhan pengelolaan perikanan tangkap ramah lingkungan untuk keberlanjutan sumberdaya laut menunjukan bahwa Penangkapan ikan demersal yang belum layak tangkap tidak perlu dikhawatirkan. Namun pembatasan jumlah ikan yang belum layak tangkap, menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke laut serta membagi wilayah penangkapan sesuai dengan alat tangkap yang dipakai merupakan upaya yang bijaksana untuk keberlangsungan sumberdaya laut.
Kata Kunci: Dusun Aluni, Overfishing, Pengabdian, Perikanan tangkap ramah lingkungan, Rawai dasar
Title: PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP RAMAH LINGKUNGAN UNTUK KEBERLANJUTAN SUMBERDAYA LAUT
Description:
Abstract
Environmentally friendly and sustainable fishing does not only involve fishing gear but also the fish resources used and the fishing actors themselves, especially fishermen.
It is very unwise if knowledge about environmentally friendly and sustainable fisheries is only known by intellectuals, but fishermen who are directly involved every day need to be explanation the impact of fishing.
The method used is the delivery of material theoretically and interactive discussions to fishermen.
The results of counseling on environmentally friendly capture fisheries management for the sustainability of marine resources show that catching demersal fish that are not yet catchable is not a cause for concern.
However, limiting the number of fish that are not yet suitable for catching, keeping the environment clean by not throwing garbage into the sea, and dividing fishing areas according to the fishing gear used are wise efforts for the sustainability of marine resources.
Keywords: Aluni Hamlet, Bottom Longline, Community Service, Environmentally Friendly Capture Fisheries, Overfishing
Abstrak
Perikanan tangkap yang ramah lingkungan dan berkelanjutan tidak saja melibatkan alat tangkap, tetapi juga sumberdaya ikan yang dimanfaatkan serta pelaku perikanan itu sendiri, terutama nelayan.
Sangatlah tidak bijaksana jika pengetahuan tentang perikanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan hanya diketahui oleh kaum intelektual, namun nelayan yang setiap hari berkecimpungan secara langsung perlu diberikan penjelasan menyangkut dampak dari perikanan tangkap.
Metode yang digunakan yaitu penyampaian materi secara teoritis dan diskusi interaktif kepada nelayan.
Hasil Penyuluhan pengelolaan perikanan tangkap ramah lingkungan untuk keberlanjutan sumberdaya laut menunjukan bahwa Penangkapan ikan demersal yang belum layak tangkap tidak perlu dikhawatirkan.
Namun pembatasan jumlah ikan yang belum layak tangkap, menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke laut serta membagi wilayah penangkapan sesuai dengan alat tangkap yang dipakai merupakan upaya yang bijaksana untuk keberlangsungan sumberdaya laut.
Kata Kunci: Dusun Aluni, Overfishing, Pengabdian, Perikanan tangkap ramah lingkungan, Rawai dasar.
Related Results
PERIKANAN TANGKAP DI INDONESIA: POTRET DAN TANTANGAN KEBERLANJUTANNYA
PERIKANAN TANGKAP DI INDONESIA: POTRET DAN TANTANGAN KEBERLANJUTANNYA
Perikanan tangkap di Indonesia memiliki peran strategis, namun dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari kompleksitasnya pemasalahan yang dihadapi. Ancaman terhadap keberlanjutan su...
ANALISIS TINGKAT KERAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP BOUKE AMI DI PELABUH AN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA (PPSNZJ)
ANALISIS TINGKAT KERAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP BOUKE AMI DI PELABUH AN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA (PPSNZJ)
Keramah lingkungan suatu alat tangkap merupakan salah satu komponen penting dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan yang sesuai den...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...
EVALUASI KEBERLANJUTAN PERIKANAN GURITA DENGAN INDIKATOR EAFM (ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT) DI KABUPATEN BANGGAI LAUT
EVALUASI KEBERLANJUTAN PERIKANAN GURITA DENGAN INDIKATOR EAFM (ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT) DI KABUPATEN BANGGAI LAUT
ABSTRACTOctopus production data show that catch in Banggai Laut waters is decreasing. In addition, some destructive or illegal fishing gear such as spears, bombs and poisons are s...
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP DALAM RANGKA PENGEMBANGAN INDUSTRIALISASI PERIKANAN LAUT (The Development of Capture Fisheries Management Information System in Relation to the Development of Marine Fisheries Industrialization)
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP DALAM RANGKA PENGEMBANGAN INDUSTRIALISASI PERIKANAN LAUT (The Development of Capture Fisheries Management Information System in Relation to the Development of Marine Fisheries Industrialization)
<p>ABSTRACT<br />Developing capture fisheries management information system needs a Management Information System (MIS) which could support various aspects within an in...
SISTEM PENGEMBANGAN PERIKANAN IKAN TERBANG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA TUAL
SISTEM PENGEMBANGAN PERIKANAN IKAN TERBANG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA TUAL
Telur ikan terbang termasuk salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting di perairan Kota Tual. Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 69...
PORTOFOLIO DAN KINERJA BISNIS PERIKANAN DI PERUM PERIKANAN INDONESIA
PORTOFOLIO DAN KINERJA BISNIS PERIKANAN DI PERUM PERIKANAN INDONESIA
Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya perikanan dan pengembangan sistem bisnis perikanan menjadi tantangan bagi Perum Perikanan Indonesia sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekt...
Green Human Resource Management, Green Human Capital, Green Innovation, dan Perceived Organizational Support Terhadap Environmental Performance
Green Human Resource Management, Green Human Capital, Green Innovation, dan Perceived Organizational Support Terhadap Environmental Performance
Tujuan. Lingkungan kinerja yang ramah lingkungan memiliki kegiatan aktivitas yang tetap menjaga kelestarian lingkungan. Kelestarian lingkungan dapat terlaksana jika perusahaan mamp...

