Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Konsentrasi Zat Etefon Terhadap Pematangan Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.)
View through CrossRef
Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zat etefon terhadap pematangan buah pisang kepok (Musa paradisiaca L). Penelitian ini dilakukan di BPP Wara Selatan dan dilaksanakan pada bulan Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan empat perlakuan konsentrasi etefon. Konsentrasi etefon yang pertama yaitu konsentrasi 0 ml/L air (e0), yang kedua yaitu konsentrasi etefon 2 ml/L air (e1), yang ketiga yaitu konsentrasi etefon 4 ml/L air (e2), dan keempat yaitu konsentrasi etefon 6 ml/L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi etefon yang berbeda-beda pada setiap tandannya tidak berpengaruh nyata pada perubahan warna, kekerasan, berat buah, aroma, rasa dan masa simpan. Namun perlakuan konsentrasi etefon 6 ml/L air (e3) merupakan konsentrasi terbaik dibandingkan dengan konsentrasi lainnya karena dapat mempercepat proses pematangan pada pisang kepok. Bagian tandan yang lebih cepat matang adalah tandan bagian atas dan tengah.
This research aims to determine the effect of the concentration of ethephon substances on the ripening of kepok banana fruit (Musa paradisiaca L). This research was conducted at BPP Wara Selatan and carried out in October 2023. This research used a field trial method with a Randomized Group Design (RAK) using four etephone concentration treatments. The first etephone concentration is a concentration of 0 ml/L water (e0), the second is an ethephone concentration of 2 ml/L water (e1), the third is an ethephone concentration of 4 ml/L water (e2), and the fourth is an ethephone concentration of 6 ml /L water. The results showed that giving different concentrations of ethefon to each bunch had no significant effect on changes in color, hardness, fruit weight, aroma, taste and shelf life. However, the Ethefon concentration treatment of 6 ml/L water (e3) is the best concentration compared to other concentrations because it can speed up the ripening process in kepok bananas. The parts of the bunch that ripen more quickly are the top and middle bunches.
Universitas Cokroaminoto Palopo
Title: Pengaruh Konsentrasi Zat Etefon Terhadap Pematangan Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.)
Description:
Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zat etefon terhadap pematangan buah pisang kepok (Musa paradisiaca L).
Penelitian ini dilakukan di BPP Wara Selatan dan dilaksanakan pada bulan Oktober 2023.
Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan empat perlakuan konsentrasi etefon.
Konsentrasi etefon yang pertama yaitu konsentrasi 0 ml/L air (e0), yang kedua yaitu konsentrasi etefon 2 ml/L air (e1), yang ketiga yaitu konsentrasi etefon 4 ml/L air (e2), dan keempat yaitu konsentrasi etefon 6 ml/L air.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi etefon yang berbeda-beda pada setiap tandannya tidak berpengaruh nyata pada perubahan warna, kekerasan, berat buah, aroma, rasa dan masa simpan.
Namun perlakuan konsentrasi etefon 6 ml/L air (e3) merupakan konsentrasi terbaik dibandingkan dengan konsentrasi lainnya karena dapat mempercepat proses pematangan pada pisang kepok.
Bagian tandan yang lebih cepat matang adalah tandan bagian atas dan tengah.
This research aims to determine the effect of the concentration of ethephon substances on the ripening of kepok banana fruit (Musa paradisiaca L).
This research was conducted at BPP Wara Selatan and carried out in October 2023.
This research used a field trial method with a Randomized Group Design (RAK) using four etephone concentration treatments.
The first etephone concentration is a concentration of 0 ml/L water (e0), the second is an ethephone concentration of 2 ml/L water (e1), the third is an ethephone concentration of 4 ml/L water (e2), and the fourth is an ethephone concentration of 6 ml /L water.
The results showed that giving different concentrations of ethefon to each bunch had no significant effect on changes in color, hardness, fruit weight, aroma, taste and shelf life.
However, the Ethefon concentration treatment of 6 ml/L water (e3) is the best concentration compared to other concentrations because it can speed up the ripening process in kepok bananas.
The parts of the bunch that ripen more quickly are the top and middle bunches.
Related Results
PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN Klebsiella pneumoniae DENGAN EKSTRAK ETANOL DARI LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.)
PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN Klebsiella pneumoniae DENGAN EKSTRAK ETANOL DARI LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.)
Pisang kepok (Musa paradisiaca L.) adalah buah yang mudah ditemukan, akan tetapi kulit buahnya selama ini jarang dimanfaatkan. Pada kulit buah M. paradisiaca L. terkandung flavonoi...
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Penelitian yang berlokasi di Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, cara dan bentuk olahan pisangĀ yang dibudidayakan oleh masyarakat di D...
Daya Terima Panelis dan Karakterisasi Selai Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Pisang Ambon
Daya Terima Panelis dan Karakterisasi Selai Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Pisang Ambon
Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca forma typical) merupakan hasil samping dari pisang kepok yang digunakan oleh industri pangan. Saat ini kulit pisang kepok belum banyak dimanfaa...
Pengaruh Pemberian POC Limbah Kulit Pisang Kepok terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung
Pengaruh Pemberian POC Limbah Kulit Pisang Kepok terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung
Tanaman terung ungu merupakan komoditas sayur buah penting sebagai sumber antioksidan alami yang mudah di budidayakan di Indonesia namun produktivitasnya masih rendah peningkatan p...
Kualitas Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok Menggunakan Aktivator Kimia dengan Variasi Konsentrasi dan Waktu Aktivasi
Kualitas Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok Menggunakan Aktivator Kimia dengan Variasi Konsentrasi dan Waktu Aktivasi
Buah pisang adalah sumber pangan yang banyak dikonsumsi karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Bagian lain dari buah pisang yaitu bagian kulit dapat dimanfaatkan sebaga...
Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok Untuk Pembuatan Edible Film Dengan Penambahan CMC dan Plasticizer Sorbitol
Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok Untuk Pembuatan Edible Film Dengan Penambahan CMC dan Plasticizer Sorbitol
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik edible film berbahan dasar pektin kulit pisang kepok terhadap pengaruh variasi konsentrasi sorbitol. Prosedur penelit...
UJI BEDA KUALITAS TAPE PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana Colla) DAN PISANG KETIP (Musa paradisiaca Forma Typiaca)
UJI BEDA KUALITAS TAPE PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana Colla) DAN PISANG KETIP (Musa paradisiaca Forma Typiaca)
Pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditas hortikultura utama di Indonesia, disisi lain, dengan tekstur pisang yang lembut, kadar air yang tinggi serta aktivitas proses meta...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) TERHADAP Shigella dysenteriae
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) TERHADAP Shigella dysenteriae
Kasus diare di Indonesia pada umumnya disebabkan oleh masalah kebersihan lingkungan, makanan, dan infeksi mikroorganisme. Salah satu mikroorganisme penyebab diare adalah bakteri Sh...

