Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IMPLEMENTASI GMP UNTUK MENINGKATKAN MUTU DAN KEAMANAN GULA SEMUT: PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PADA KELOMPOK TANI NIRA SARI MURNI, CILONGOK

View through CrossRef
UMKM pangan berbasis komoditas lokal seperti gula semut memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian desa. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah mutu produk dan aspek keamanan pangan yang belum sepenuhnya memenuhi standar. Kendala yang dialami Kelompok Tani Nira Sari Murni di Desa Batuanten, Cilongok, seperti tidak stabilnya kualitas gula kelapa kristal, peralatan produksi dan kemasan masih sederhana, proses produksi belum sepenuhnya sesuai prinsip CPPOB/GMP dan terbatasnya pemasaran menjadi hambatan usaha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota Kelompok Tani Nira Sari Murni terkait penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada produksi gula semut. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 di Desa Batuanten sebagai sasaran utama lokasi produksi gula semut. Metode yang digunakan terdiri dari tiga tahap utama yaitu sosialisasi GMP, praktik lapangan, dan evaluasi pre-test dan post-test. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari anggota kelompok Tani Nira Sari Murni mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta. Pada pre-test, masih ditemukan mispersepsi terkait penyimpanan dan bahaya konsumsi gula semut berjamur (18,2% menjawab salah). Namun pada post-test, seluruh peserta (100%) menjawab benar pada seluruh pertanyaan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif meningkatkan kesadaran pentingnya GMP pada produksi gula semut. Implementasi GMP diharapkan mampu meningkatkan mutu produk, keamanan pangan, serta daya saing UMKM. Sebelum pendampingan, proses produksi pada kelompok ini masih sederhana dan belum sepenuhnya mengikuti standar GMP. Setelah dilakukan pendampingan penerapan GMP, terjadi sejumlah perubahan positif yang signifikan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian, membantu dalam peningkatan mutu dan keamanan produk, serta daya saing UMKM gula semut. Dari hasil pre test masih ada 18,2% yang menjawab salah, namun setelah pelatihan dan pos test 100% menjawab benar.
Title: IMPLEMENTASI GMP UNTUK MENINGKATKAN MUTU DAN KEAMANAN GULA SEMUT: PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PADA KELOMPOK TANI NIRA SARI MURNI, CILONGOK
Description:
UMKM pangan berbasis komoditas lokal seperti gula semut memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian desa.
Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah mutu produk dan aspek keamanan pangan yang belum sepenuhnya memenuhi standar.
Kendala yang dialami Kelompok Tani Nira Sari Murni di Desa Batuanten, Cilongok, seperti tidak stabilnya kualitas gula kelapa kristal, peralatan produksi dan kemasan masih sederhana, proses produksi belum sepenuhnya sesuai prinsip CPPOB/GMP dan terbatasnya pemasaran menjadi hambatan usaha.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota Kelompok Tani Nira Sari Murni terkait penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada produksi gula semut.
Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 di Desa Batuanten sebagai sasaran utama lokasi produksi gula semut.
Metode yang digunakan terdiri dari tiga tahap utama yaitu sosialisasi GMP, praktik lapangan, dan evaluasi pre-test dan post-test.
Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari anggota kelompok Tani Nira Sari Murni mengikuti kegiatan ini.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta.
Pada pre-test, masih ditemukan mispersepsi terkait penyimpanan dan bahaya konsumsi gula semut berjamur (18,2% menjawab salah).
Namun pada post-test, seluruh peserta (100%) menjawab benar pada seluruh pertanyaan.
Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif meningkatkan kesadaran pentingnya GMP pada produksi gula semut.
Implementasi GMP diharapkan mampu meningkatkan mutu produk, keamanan pangan, serta daya saing UMKM.
Sebelum pendampingan, proses produksi pada kelompok ini masih sederhana dan belum sepenuhnya mengikuti standar GMP.
Setelah dilakukan pendampingan penerapan GMP, terjadi sejumlah perubahan positif yang signifikan.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian, membantu dalam peningkatan mutu dan keamanan produk, serta daya saing UMKM gula semut.
Dari hasil pre test masih ada 18,2% yang menjawab salah, namun setelah pelatihan dan pos test 100% menjawab benar.

Related Results

Analisis Kelayakan Usaha Gula Semut di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat
Analisis Kelayakan Usaha Gula Semut di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jumlah pendapatan usaha gula semut yang di kembangkan di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat ; (2) mengetahui kelayakan usaha gu...
TEKNOLOGI PENGOLAHAN GULA SEMUT
TEKNOLOGI PENGOLAHAN GULA SEMUT
ABSTRAK:Nira merupakan salah satu komoditi yang termasuk dalam kelompok Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)yang banyak dihasilkan di Dusun Sidemen Desa Lembah Sari, Kekait, Lombok Barat....
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat partisipasi pada Kelompok Tani Mekar Bakti 3 sebagai anggota, sebagai pengelola, sebagai manajer (2) Pendapatan pada Kelompok...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Gula tergolong karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Jenis gula yang digunakan pada penelitian ini yaitu g...
PKM Peningkatan Keterampilan Kelompok Wanita Tani Melalui Pembuatan Gula Semut Di Desa Bungaeja Kabupaten Gowa
PKM Peningkatan Keterampilan Kelompok Wanita Tani Melalui Pembuatan Gula Semut Di Desa Bungaeja Kabupaten Gowa
Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok wanita tani di desa Bungaejaja Kabupaten Gowa. Permasalaha...
Derivation of Hepatocyte Like Cells from Human Pluripotent Stem Cells in GMP Compliant Conditions
Derivation of Hepatocyte Like Cells from Human Pluripotent Stem Cells in GMP Compliant Conditions
The liver is the largest internal organ in the human body and performs a broad range of functions. Hepatocytes are the primary cells of liver. They perform many functions, an endoc...

Back to Top