Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemajasan dalam Kumpulan Cerpen Rectoverso Karya Dewi Lestari

View through CrossRef
<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan majas yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rectoverso Karya Dewi Lestari (2008). Metode yang digunakan adalah metode deskriftif dan bentuk penelitiannya kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan stilistika. Berdasarkan hasil analisis yang terdapat dalam cerpen disimpulkan sebagai berikut: 1) Majas perbandingan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rectoverso yaitu gaya bahasa perumpamaan 35 kutipan, metafora 11 kutipan, personifikasi 12 kutipan, dan antitesis 7 kutipan. 2) Majas pertentangan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa hiperbola terdapat 17 kutipan, gaya bahasa klimaks 11 kutipan, antiklimaks 1 kutipan, dan hipalase 1 kutipan. 3) Majas pertautan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa sinekdoke terdapat 1 kutipan, dan gaya bahasa eufemisme 2 kutipan. 4) Majas perulangan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa tautotes 2 kutipan, anafora 7 kutipan, epistropa 2 kutipan, dan anadiplosis 1 kutipan. Berdasarkan hasil analisis terhadap kumpulan cerpen Rectoverso karya Dewi Lestari, maka dapat disimpulkan: (1) Majas perbandingan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (2) Majas pertentangan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (3) Majas pertautan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (4) Majas perulangan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (5) Implementasi dalam bentuk (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, yang akan di gunakan dalam proses pembelajaran.</p>
Title: Pemajasan dalam Kumpulan Cerpen Rectoverso Karya Dewi Lestari
Description:
<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan majas yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rectoverso Karya Dewi Lestari (2008).
Metode yang digunakan adalah metode deskriftif dan bentuk penelitiannya kualitatif.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan stilistika.
Berdasarkan hasil analisis yang terdapat dalam cerpen disimpulkan sebagai berikut: 1) Majas perbandingan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rectoverso yaitu gaya bahasa perumpamaan 35 kutipan, metafora 11 kutipan, personifikasi 12 kutipan, dan antitesis 7 kutipan.
2) Majas pertentangan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa hiperbola terdapat 17 kutipan, gaya bahasa klimaks 11 kutipan, antiklimaks 1 kutipan, dan hipalase 1 kutipan.
3) Majas pertautan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa sinekdoke terdapat 1 kutipan, dan gaya bahasa eufemisme 2 kutipan.
4) Majas perulangan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa tautotes 2 kutipan, anafora 7 kutipan, epistropa 2 kutipan, dan anadiplosis 1 kutipan.
Berdasarkan hasil analisis terhadap kumpulan cerpen Rectoverso karya Dewi Lestari, maka dapat disimpulkan: (1) Majas perbandingan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso.
(2) Majas pertentangan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso.
(3) Majas pertautan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso.
(4) Majas perulangan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso.
(5) Implementasi dalam bentuk (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, yang akan di gunakan dalam proses pembelajaran.
</p>.

Related Results

Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Gender merupakan piranti yang lebih dikonstruksikan secara sosial daripada biologis. Seseorang bisa menjadi kurang atau lebih ‘feminim’ dan kurang atau lebih ‘maskulin’. Seorang la...
Berbagai Aspek Firasat dalam Cerpen Firasat Karya Dewi Lestari: Sebuah Kajian Paratekstual
Berbagai Aspek Firasat dalam Cerpen Firasat Karya Dewi Lestari: Sebuah Kajian Paratekstual
<h4>Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengungkapkan berbagai aspek firasat dalam cerpen ”Firasat” karya Dewi Lestari, 2) Mengungkapkan berbagai hal menyangkut firasat dala...
CITRA WANITA DALAM KUMPULAN CERPEN SUMI DAN GAMBARNYA KARYA RATNA INDRASWARI IBRAHIM
CITRA WANITA DALAM KUMPULAN CERPEN SUMI DAN GAMBARNYA KARYA RATNA INDRASWARI IBRAHIM
ABSTRACT The purpose of the analysis of the image of women focused on the main female characters in the short story collection Sumi and Gambarnya by Ratna Indraswari Ibrahim is to ...
Hegemoni dalam Kumpulan Cerpen Kinokot Karya Andhika Mappasomba: Kajian Hegemoni Gramscian
Hegemoni dalam Kumpulan Cerpen Kinokot Karya Andhika Mappasomba: Kajian Hegemoni Gramscian
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk hegemoni dalam kumpulan cerpen Kinokot karya Andhika Mappasomba. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif denga...
Studi Semiotika Makna Upacara Perayaan Dewi Kwan Im di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang
Studi Semiotika Makna Upacara Perayaan Dewi Kwan Im di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang
This research discusses of rituals for Dewi Kwan Im celebration that is the day Dewi Kwan Im leaving the world. Dewi Kwan Im is the Goddess who was highly respected by Khonghucu pe...
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN CERPEN “SAAT CINTA DATANG BELUM PADA WAKTUNYA” KARYA ARI PUSPARINI
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN CERPEN “SAAT CINTA DATANG BELUM PADA WAKTUNYA” KARYA ARI PUSPARINI
Penelitian ini didasarkan permasalahan penyediaan bahan ajar yang masih terpaku karena menggeneralisasi kemampuan siswa secara global. Permasalahan lainnya penggunaan bahan ajar LK...
Representasi Kekerasan dalam Rumah Tangga pada Kumpulan Cerpen Kembang Selir Karya Muna Masyari
Representasi Kekerasan dalam Rumah Tangga pada Kumpulan Cerpen Kembang Selir Karya Muna Masyari
Penelitian ini berangkat dari adanya gambaran kekerasan dalam rumah tangga pada karya sastra yang menyebabkan suatu rumah tangga mengalami ketidakharmonisan. Atas dasar tersebut, t...
Analisis Struktur Karya Sastra Cerpen "Punyah" Karya I Gede Bayu Kusuma
Analisis Struktur Karya Sastra Cerpen "Punyah" Karya I Gede Bayu Kusuma
Kesusastraan diumpamakan dengan keindahan cabang seni dalam sebuah karya sastra yang berbentuk bahasa. Secara morfologis kesusastraan sering disebut sebagai sastra yang berarti kat...

Back to Top