Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI TRANSFORMASI KROM (VI) MENJADI KROM (III) OLEH BAKTERI ESCHERICHIA COLLI

View through CrossRef
Telah dipelajari transformasi krom (VI) menjadi krom (III) menggunakan bakteri Escherichia Colli yang dibiakkan di laboratorium. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa parameter yaitu; konsentrasi awal larutan Krom (VI), pH awal larutan dan banyaknya bakteri terhadap transformasi krom (VI) menjadi krom (III).Untuk menentukan konsentrasi krom (VI) yang tereduksi menjadi krom (III) digunakan teknik spektrofotometri UV-Vis. Jumlah krom (VI) yang tereduksi menjadi krom (III) ditentukan dengan menghitung selisih antara jumlah krom (VI) sebelum dan sesudah proses transformasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas transformasi krom (VI) menjadi krom (III) dipengaruhi oleh parameter-parameter di atas. Transformasi krom (VI) menjadi krom (III) secara efektif berlangsung pada konsentrasi awal 35 ppm. Transformasi krom (VI) menjadi krom (III) sangat dipengaruhi oleh pH larutan. Kondisi keasaman optimum untuk terjadinya transformasi krom (VI) menjadi krom (III) adalah pada pH = 7. Proses transformasi ini meningkat secara linear sebagai fungsi konsentrasi awal, dengan konsentrasi maksimum 35 ppm. Transformasi ini juga berlangsung efektif pada jumlah bakteri satu ose. Keberadaan krom (III) relatif tidak berpengaruh terhadap densitas optik krom (VI).
Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia
Title: STUDI TRANSFORMASI KROM (VI) MENJADI KROM (III) OLEH BAKTERI ESCHERICHIA COLLI
Description:
Telah dipelajari transformasi krom (VI) menjadi krom (III) menggunakan bakteri Escherichia Colli yang dibiakkan di laboratorium.
Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa parameter yaitu; konsentrasi awal larutan Krom (VI), pH awal larutan dan banyaknya bakteri terhadap transformasi krom (VI) menjadi krom (III).
Untuk menentukan konsentrasi krom (VI) yang tereduksi menjadi krom (III) digunakan teknik spektrofotometri UV-Vis.
Jumlah krom (VI) yang tereduksi menjadi krom (III) ditentukan dengan menghitung selisih antara jumlah krom (VI) sebelum dan sesudah proses transformasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas transformasi krom (VI) menjadi krom (III) dipengaruhi oleh parameter-parameter di atas.
Transformasi krom (VI) menjadi krom (III) secara efektif berlangsung pada konsentrasi awal 35 ppm.
Transformasi krom (VI) menjadi krom (III) sangat dipengaruhi oleh pH larutan.
Kondisi keasaman optimum untuk terjadinya transformasi krom (VI) menjadi krom (III) adalah pada pH = 7.
Proses transformasi ini meningkat secara linear sebagai fungsi konsentrasi awal, dengan konsentrasi maksimum 35 ppm.
Transformasi ini juga berlangsung efektif pada jumlah bakteri satu ose.
Keberadaan krom (III) relatif tidak berpengaruh terhadap densitas optik krom (VI).

Related Results

Bakteri endofit merupakan bakteri yang hidup pada jaringan tumbuhan dan tidak bersifat patogen bagi inangnya. Salah satu inang bakteri endofit adalah eceng gondok (Eichhornia crass...
Pengaruh krom pada elektrodeposisi nikel dari larutan nikel-krom
Pengaruh krom pada elektrodeposisi nikel dari larutan nikel-krom
The chromium effect on nickel electrodeposition from nickel-chromium solution Electrodeposition, which can convert nickel ion into pure nickel metal, is an alternative for reducing...
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI PENGHASIL IAA (INDOLE ACETIC ACID) DARI RHIZOSFER TANAMAN AKASIA (Acacia mangium)
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI PENGHASIL IAA (INDOLE ACETIC ACID) DARI RHIZOSFER TANAMAN AKASIA (Acacia mangium)
IAA adalah produk paling umum dari metabolisme L-triptofan yang dapat diproduksi oleh beberapa mikroorganisme. Beberapa mikroorganisme yang memiliki potensi menghasilkan IAA adalah...
Identifikasi Bakteri yang Menguntungkan dan Merugikan dari Dengke Naniura
Identifikasi Bakteri yang Menguntungkan dan Merugikan dari Dengke Naniura
Bakteri ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan bagi manusia. Bakteri yang menguntungkan sebaiknya dipertahankan karena dapat memberi berbagai manfaat. Keberadaan bakteri yan...
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Termofililk Penghasil Enzim Protease Asal Sumber Air Panas Way Belerang, Lampung
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Termofililk Penghasil Enzim Protease Asal Sumber Air Panas Way Belerang, Lampung
Abstrak Protease merupakan enzim yang menghidrolisis ikatan peptida pada protein. Enzim ini biasa dimanfaatkan dalam industri pangan, pertanian, medis hingga membantu dalam proses...
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Singkong (Manihot Esculenta Crantz) Terhadap Daya Hambat Bakteri Escherichia Coli
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Singkong (Manihot Esculenta Crantz) Terhadap Daya Hambat Bakteri Escherichia Coli
Secara farmakologi daun singkong mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi, antibakteri, antioksidan. Kandungan yang terdapat dalam daun singkong yaitu air, fosfor, karbohidrat, ka...
Acceptability and Usability of Colli-Pee UAS for First Void Urine Self Sampling
Acceptability and Usability of Colli-Pee UAS for First Void Urine Self Sampling
First-void urine as sample type has shown great potential for cancer detection, screening and monitoring. It is an emerging liquid biopsy with broad applicability in different anal...
Potential of Endophytic Bacterial Isolates from Meniran Plants (Phyllanthus niruri L. ) as Antibacterials that Cause Diarrhea
Potential of Endophytic Bacterial Isolates from Meniran Plants (Phyllanthus niruri L. ) as Antibacterials that Cause Diarrhea
Abstrak : Tanaman meniran (Phylanthus niruri L.) dimanfaatkan dibeberapa daerah sebagai obat diare. Pada masyarakat didaerah Kelurahan Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat, s...

Back to Top