Javascript must be enabled to continue!
NEO-SUFISME FAZLUR RAHMAN: REKONSTRUKSI SPIRITUALITAS ISLAM DALAM KONTEKS MODERNITAS
View through CrossRef
ABSTRACT
Modernity has triggered a crisis of meaning, weakened moral orientation, and diminished spiritual depth, creating an urgent need for an Islamic spirituality paradigm that integrates inner experience with social responsibility. Although Fazlur Rahman’s thought has been widely discussed, the relationship between his moral hermeneutics, the concept of taqwa, and neo-Sufism as a paradigm for reconstructing Islamic spirituality remains insufficiently explored. This study aims to analyze how Fazlur Rahman’s neo-Sufism reconstructs Islamic spirituality through the integration of Qur’anic moral consciousness, inner spirituality, and social responsibility in responding to the challenges of modernity. The study employed a library research approach using content analysis of 16 relevant scholarly works. The findings reveal that Rahman’s neo-Sufism is constructed upon five interconnected themes: the critique of passive Sufism, double movement hermeneutics, taqwa as moral consciousness, prophetic ethics, and its relevance to modernity. These themes collectively establish a spiritual paradigm grounded in Qur’anic morality that integrates theological, ethical, and social dimensions. This study contributes a conceptual synthesis by positioning Fazlur Rahman’s neo-Sufism as an integrative, contextual, and transformative paradigm of Islamic spirituality for addressing contemporary societal challenges.
ABSTRAK
Modernitas telah memicu krisis makna, melemahnya orientasi moral, dan berkurangnya kedalaman spiritual sehingga diperlukan paradigma spiritualitas Islam yang mampu mengintegrasikan pengalaman batin dengan tanggung jawab sosial. Meskipun pemikiran Fazlur Rahman telah banyak dikaji, hubungan antara hermeneutika moral, konsep taqwa, dan neo-sufisme sebagai paradigma rekonstruksi spiritualitas Islam masih belum dikaji secara integratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana neo-sufisme Fazlur Rahman merekonstruksi spiritualitas Islam melalui integrasi kesadaran moral Qur'ani, pengalaman batin, dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi dinamika modernitas. Penelitian menggunakan pendekatan library research dengan analisis isi terhadap 16 literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi neo-sufisme Fazlur Rahman dibangun melalui lima tema utama, yaitu kritik terhadap sufisme pasif, hermeneutika double movement, taqwa sebagai kesadaran moral, etika profetik, dan relevansinya terhadap modernitas. Kelima tema tersebut membentuk paradigma spiritualitas yang menempatkan moralitas Qur'ani sebagai dasar integrasi antara dimensi teologis, etis, dan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan menawarkan sintesis neo-sufisme Fazlur Rahman sebagai paradigma spiritualitas Islam yang integratif, kontekstual, dan transformatif untuk merespons tantangan masyarakat modern.
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia
Title: NEO-SUFISME FAZLUR RAHMAN: REKONSTRUKSI SPIRITUALITAS ISLAM DALAM KONTEKS MODERNITAS
Description:
ABSTRACT
Modernity has triggered a crisis of meaning, weakened moral orientation, and diminished spiritual depth, creating an urgent need for an Islamic spirituality paradigm that integrates inner experience with social responsibility.
Although Fazlur Rahman’s thought has been widely discussed, the relationship between his moral hermeneutics, the concept of taqwa, and neo-Sufism as a paradigm for reconstructing Islamic spirituality remains insufficiently explored.
This study aims to analyze how Fazlur Rahman’s neo-Sufism reconstructs Islamic spirituality through the integration of Qur’anic moral consciousness, inner spirituality, and social responsibility in responding to the challenges of modernity.
The study employed a library research approach using content analysis of 16 relevant scholarly works.
The findings reveal that Rahman’s neo-Sufism is constructed upon five interconnected themes: the critique of passive Sufism, double movement hermeneutics, taqwa as moral consciousness, prophetic ethics, and its relevance to modernity.
These themes collectively establish a spiritual paradigm grounded in Qur’anic morality that integrates theological, ethical, and social dimensions.
This study contributes a conceptual synthesis by positioning Fazlur Rahman’s neo-Sufism as an integrative, contextual, and transformative paradigm of Islamic spirituality for addressing contemporary societal challenges.
ABSTRAK
Modernitas telah memicu krisis makna, melemahnya orientasi moral, dan berkurangnya kedalaman spiritual sehingga diperlukan paradigma spiritualitas Islam yang mampu mengintegrasikan pengalaman batin dengan tanggung jawab sosial.
Meskipun pemikiran Fazlur Rahman telah banyak dikaji, hubungan antara hermeneutika moral, konsep taqwa, dan neo-sufisme sebagai paradigma rekonstruksi spiritualitas Islam masih belum dikaji secara integratif.
Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana neo-sufisme Fazlur Rahman merekonstruksi spiritualitas Islam melalui integrasi kesadaran moral Qur'ani, pengalaman batin, dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi dinamika modernitas.
Penelitian menggunakan pendekatan library research dengan analisis isi terhadap 16 literatur ilmiah yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi neo-sufisme Fazlur Rahman dibangun melalui lima tema utama, yaitu kritik terhadap sufisme pasif, hermeneutika double movement, taqwa sebagai kesadaran moral, etika profetik, dan relevansinya terhadap modernitas.
Kelima tema tersebut membentuk paradigma spiritualitas yang menempatkan moralitas Qur'ani sebagai dasar integrasi antara dimensi teologis, etis, dan sosial.
Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan menawarkan sintesis neo-sufisme Fazlur Rahman sebagai paradigma spiritualitas Islam yang integratif, kontekstual, dan transformatif untuk merespons tantangan masyarakat modern.
Related Results
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berba...
PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN TENTANG MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM
PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN TENTANG MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM
The idea put forward by Fazlur Rahman on Modernization of Islamic Education, namely: 1. Educational Objectives, Fazlur Rahman argues that the purpose of Islamic education must be o...
Integration of Islamic Education and General Education in Fazlur Rahman's Thoughts
Integration of Islamic Education and General Education in Fazlur Rahman's Thoughts
This study examines the thoughts of Islamic education by one of the reformers in the 20th century, namely Fazlur Rahman. This study aims to examine Fazlur Rahman's thoughts on Isla...
PEMIKIRAN IBROHIM HILAL DALAM BUKU AT-TASAWUF AL-ISLAM BAIN AL-DIN WA AL-FALSAFAH
PEMIKIRAN IBROHIM HILAL DALAM BUKU AT-TASAWUF AL-ISLAM BAIN AL-DIN WA AL-FALSAFAH
Pembahasan mengenai tasawwuf sangat sulit untuk memberikan rumus standar karena bentuknya relatif dan subjektif. Semakin Anda mengeksplorasi dan mendiskusikan pengetahuan ini secar...
Pemikiran Fazlur Rahman Tentang Integrasi Pendidikan Agama Islam Dan Sains Dan Relevansinya Di Era 5.0
Pemikiran Fazlur Rahman Tentang Integrasi Pendidikan Agama Islam Dan Sains Dan Relevansinya Di Era 5.0
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Fazlur Rahman tentang integrasi Pendidikan Agama Islam dan sains serta relevansinya dalam era Society 5.0. Tujuan utama adalah unt...
Telaah Pemikiran Fazlur Rahman tentang Setan dan Kejahatan
Telaah Pemikiran Fazlur Rahman tentang Setan dan Kejahatan
Tulisan ini mengulas pemikiran Fazlur Rahman tentang setan dan kejahatan dalam buku Major Themes of Al-Qur’an. Sebuah karya dari Fazlur Rahman yang layak disebut sebagai represent...
Integrasi Filsafat, Teologi Dan Tasawuf: Gagasan Triadik Fazlur Rahman dan Implikasinya Terhadap Pengembangan Pendidikan Islam Holistik
Integrasi Filsafat, Teologi Dan Tasawuf: Gagasan Triadik Fazlur Rahman dan Implikasinya Terhadap Pengembangan Pendidikan Islam Holistik
Penelitian ini mengkaji konsep integrasi filsafat, teologi, dan tasawuf dalam pemikiran Fazlur Rahman serta menanamkannya terhadap pengembangan pendidikan Islam yang holistik. Isu ...
Perspektif Yusuf Al-Qardhawi dan Fazlu Rahman tentang Ijtihad
Perspektif Yusuf Al-Qardhawi dan Fazlu Rahman tentang Ijtihad
Permasalahan dalam penelitian ini adalah; 1) apakah yang melatarbelakangi Yusuf al-Qardhawi dan Fazlur Rahman dalam mereformulasi ijtihad; 2) apa persamaan dan perbedaan ijtihad v...

