Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Formulasi Dan Uji Stabilitas Gel Tabir Surya Mengandung Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum (Wight.) Walp.) Dan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera L.)

View through CrossRef
Formulasi tabir surya saat ini masih banyak menggunakan formulasi bahan sintetis berbahaya dan sejauh ini, belum ada sediaan tabir surya berbahan alami dengan kombinasi daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) dan kelor (Moringa oleifera L.) yang beredar dipasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah gel tabir surya dapat dikatakan stabil pada saat penyimpanan dengan suhu yang berbeda-beda dan untuk melihat apakah setelah sediaan dibuat dan disimpan dalam jangka waktu yang lama masih memiliki sifat dan fisik yang sama dan memenuhi parameter kriteria yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini, kedua ekstrak diformulasikan dalam bentuk gel tabir surya, kemudian dievaluasi stabilitas sediaan. Konsentrasi ekstrak daun salam yang digunakan dalam sediaan gel tabir surya yaitu 1% dan ekstrak daun kelor yaitu 2%. Nilai carbopol 940 yang paling baik yaitu pada formula 2 dengan konsentrasi carbopol 1% karena memiliki mutu fisik yang baik dan memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan gel. Sediaan gel dari ekstrak etanol daun salam dan daun kelor memiliki mutu fisik dan stabilitas yang baik. Hasil flavonoid total esktrak etanol daun salam dan daun kelor berturut-turut sebesar 2,25 ± 2,16 dan 1,88 ± 1,90 %.
Title: Formulasi Dan Uji Stabilitas Gel Tabir Surya Mengandung Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum (Wight.) Walp.) Dan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera L.)
Description:
Formulasi tabir surya saat ini masih banyak menggunakan formulasi bahan sintetis berbahaya dan sejauh ini, belum ada sediaan tabir surya berbahan alami dengan kombinasi daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.
) Walp.
) dan kelor (Moringa oleifera L.
) yang beredar dipasaran.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah gel tabir surya dapat dikatakan stabil pada saat penyimpanan dengan suhu yang berbeda-beda dan untuk melihat apakah setelah sediaan dibuat dan disimpan dalam jangka waktu yang lama masih memiliki sifat dan fisik yang sama dan memenuhi parameter kriteria yang telah ditetapkan.
Pada penelitian ini, kedua ekstrak diformulasikan dalam bentuk gel tabir surya, kemudian dievaluasi stabilitas sediaan.
Konsentrasi ekstrak daun salam yang digunakan dalam sediaan gel tabir surya yaitu 1% dan ekstrak daun kelor yaitu 2%.
Nilai carbopol 940 yang paling baik yaitu pada formula 2 dengan konsentrasi carbopol 1% karena memiliki mutu fisik yang baik dan memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan gel.
Sediaan gel dari ekstrak etanol daun salam dan daun kelor memiliki mutu fisik dan stabilitas yang baik.
Hasil flavonoid total esktrak etanol daun salam dan daun kelor berturut-turut sebesar 2,25 ± 2,16 dan 1,88 ± 1,90 %.

Related Results

Efektivitas ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap jamur Pityrosporum ovale
Efektivitas ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap jamur Pityrosporum ovale
ABSTRAKDaun salam (Syzygium polyanthum) banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya sebagai antimikroba. Penelitian ini bertuju...
Uji Stabilitas Fisik Formula Sediaan Gel Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.)
Uji Stabilitas Fisik Formula Sediaan Gel Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.)
Abstrak. Tanaman kelor mempunyai khasiat sebagai antibakteri. Penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) di dalam sediaan gel diperkirakan dapat mempengaruhi stabilitas...
Daun Kelor (Moringa oleifera) : Aktivitas Tabir Surya Ekstrak dan Formulasi Sediaan Lotion
Daun Kelor (Moringa oleifera) : Aktivitas Tabir Surya Ekstrak dan Formulasi Sediaan Lotion
Paparan sinar UV dapat mengakibatkan dampak negatif untuk kulit antara lain kulit terbakar, penuaan dini dan kanker kulit. Salah cara untuk meminimalisir dampak tersebut yaitu peng...
Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Abstract. Breast cancer is the main cause of cancer incidence in Indonesia according to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Moringa leaves (Moringa oleifera) is a ...
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN LILIN AROMATERAPI EKSTRAK DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN LILIN AROMATERAPI EKSTRAK DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI
Daun Salam merupakan salah satu jenis tanaman obat yang memiliki banyak manfaat salah satu diantaranya adalah sebagai antinyamuk kerena mengandung metabolit sekunder seperti flavon...
REPRESENTASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) TERPURIFIKASI
REPRESENTASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) TERPURIFIKASI
Latar belakang: Kelor memiliki kandungan nutrisi yang tinggi oleh karena itu kelor termasuk dalam tumbuhan nutrasetika. Kelor berpotensi sebagai sumber pangan fungsional dan obat-o...
Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.)
Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.)
Kelor dikenal di seluruh dunia sebagai tanaman bergizi dan WHO telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi masalah gizi (malnutrisi) (Broin, 201...

Back to Top