Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Formulasi dan Uji Efektivitas Hand SanitizerEkstrak Kulit Pisang Cavendish (Musa Cavendishii Lamb.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

View through CrossRef
Indonesia merupakan penghasil pisang terbesar, seiring dengan tingginya produktivitas buah pisang maka jumlah kulit pisang ikut meningkat. Saat panen pisang, bagian kulit, batang dan daun pisang hanya dibuang saja tanpa pengolahan lebih lanjut. Hal ini yang menyebabkan potensi limbah kulit pisang yang cukup besar sehingga perlu adanya penanggulangan pada kulit pisang agar memiliki nilai baik. Kandungan di dalam kulit pisasang antara lain karbohidrat, protein, lemak, kalsium, zat besi, fosfor, vitamin B, dan C. Kulit pisang juga memiliki kandungan kimia seperti saponin, kuinon, flavonoid dan tannin yang dapat menghambat aktivitas bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan uji efektivitas hand sanitizer ekstrak kulit pisang cavendish (Musa cavendishii Lamb.) terhadap bakteri (Staphylococcus aureus). Formulasi hand sanitizer ekstrak kulit pisang cavendish dengan konsentrasi 5%, 10% dan 20% dilakukan penelitian dengan metode eksperimental laboratorium. Pengujian mutu hand sanitizer diharapkan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-2588. Pengujian mutu meliputi organoleptik, pH, uji homogenitas dan pengujian aktivitas antibakteri. Hasil pengujian mutu hand sanitizer pada konsentrasi 5%, 10% dan 20% memenuhi persyaratan standar yang ditetapkan SNI. Hasil uji efektivitas hand sanitizer ekstrak kulit pisang cavendish menggunakan metode difusi agar dengan cara cakram dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 5%, 10 % dan 20 % termasuk dalam kategori kuat.
Title: Formulasi dan Uji Efektivitas Hand SanitizerEkstrak Kulit Pisang Cavendish (Musa Cavendishii Lamb.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus
Description:
Indonesia merupakan penghasil pisang terbesar, seiring dengan tingginya produktivitas buah pisang maka jumlah kulit pisang ikut meningkat.
Saat panen pisang, bagian kulit, batang dan daun pisang hanya dibuang saja tanpa pengolahan lebih lanjut.
Hal ini yang menyebabkan potensi limbah kulit pisang yang cukup besar sehingga perlu adanya penanggulangan pada kulit pisang agar memiliki nilai baik.
Kandungan di dalam kulit pisasang antara lain karbohidrat, protein, lemak, kalsium, zat besi, fosfor, vitamin B, dan C.
Kulit pisang juga memiliki kandungan kimia seperti saponin, kuinon, flavonoid dan tannin yang dapat menghambat aktivitas bakteri.
Penelitian ini dilakukan untuk menentukan uji efektivitas hand sanitizer ekstrak kulit pisang cavendish (Musa cavendishii Lamb.
) terhadap bakteri (Staphylococcus aureus).
Formulasi hand sanitizer ekstrak kulit pisang cavendish dengan konsentrasi 5%, 10% dan 20% dilakukan penelitian dengan metode eksperimental laboratorium.
Pengujian mutu hand sanitizer diharapkan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-2588.
Pengujian mutu meliputi organoleptik, pH, uji homogenitas dan pengujian aktivitas antibakteri.
Hasil pengujian mutu hand sanitizer pada konsentrasi 5%, 10% dan 20% memenuhi persyaratan standar yang ditetapkan SNI.
Hasil uji efektivitas hand sanitizer ekstrak kulit pisang cavendish menggunakan metode difusi agar dengan cara cakram dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 5%, 10 % dan 20 % termasuk dalam kategori kuat.

Related Results

Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Penelitian yang berlokasi di Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, cara dan bentuk olahan pisangĀ  yang dibudidayakan oleh masyarakat di D...
Pengaruh Penambahan Limbah Kulit Pisang kepok (Musa paradisiaca Linn) dalam Pembuatan Kerupuk
Pengaruh Penambahan Limbah Kulit Pisang kepok (Musa paradisiaca Linn) dalam Pembuatan Kerupuk
Pisang merupakan salah satu komoditas pangan nasional. Pisang pada umumnya hanya dikonsumsi buahnya saja, sedangkan kulit pisang masih menjadi limbah pertanian. Kulit pisang memili...
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
Pengembangan produk cake yang memanfaatkan tepung mocaf dan tepung pisang untuk menggantikan sebagian dan keseluruhan terigu ditujukan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal, memper...
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk menge...
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ASETON KULIT PISANG TANDUK (Musa paradisiaca) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ASETON KULIT PISANG TANDUK (Musa paradisiaca) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli
Kulit pisang merupakan limbah terbanyak yang dapat ditemukan dan terdapat senyawa kimia flavonoid serta fenolik yang bersifat antioksidan. Penelitain ini dilakukan untuk mengetahui...
Daya Terima Panelis dan Karakterisasi Selai Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Pisang Ambon
Daya Terima Panelis dan Karakterisasi Selai Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Pisang Ambon
Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca forma typical) merupakan hasil samping dari pisang kepok yang digunakan oleh industri pangan. Saat ini kulit pisang kepok belum banyak dimanfaa...

Back to Top