Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENATAAN KAMPUNG WISATA STUDI KASUS DI DESA TOROSIAJE LAUT DENGAN PENDEKATAN EKO-ARSITEKTUR

View through CrossRef
Provinsi Gorontalo merupakan salah satu Provinsi di Negara Indonesia yang kaya akan potensi wisata alam, keanekaragaman flora dan fauna, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, serta seni dan budaya. Di bagian barat Provinsi Gorontalo yang berada di Kabupaten Pohuwato Kecamatan Popayato ada sebuah kawasan wisata pemukiman yang berdiri di atas permukaan laut Teluk Tomini, namanya Torosiaje dan dihuni Suku Bajo. Kawasan wisata Torosiaje ini memiliki potensi wisata bahari atau kawasan wisata alam laut serta budaya masyarakat suku bajo. Namun, persoalan yang ada saat ini adalah kurang optimalnya penanganan kawasan wisata tersebut, sehingga potensi yang ada tidak dapat diekspos secara maksimal. Berdasarkan permasalahan yang didapati maka sudah selayaknya daerah atau kawasan tersebut perlu adanya perubahan dalam memaksimal potensi wisata yang ada. Oleh karena itu, perlu dibuat sebuah desain “Penataan Kampung Wisata Studi Kasus di Desa Torosiaje Laut” yang menggunakan pendekatan “Eko-Arsitektur” dengan tujuan terwujudnya sebuah desain penataan kampung wisata desa torosiaje laut sehingga dapat memperbaiki kampung wisata dan hunianya, meningkatkan kembali kualitas wisata, kualitas lingkungan, serta mengangkat budaya dan adat istiadat suku bajo.Metodologi yang diterapkan dalam  penyusunan adalah pengumpulan data baik data sekunder maupun data primer yang dapat menunjang proses penyusunan acuan perancangan Pentaan Kampung Wisata studi kasus di Desa Torosiaje Laut dengan pendekatan Eko-Arsitektur, kemudian dilanjutkan dengan metode analisa berupa analisa tapak dan beberapa analisa bangunan.Berdasarkan analisa yang dilakukan maka hasil yang diperoleh pada Pentaan Kampung Wisata studi kasus di Desa Torosiaje Laut dengan pendekatan Eko-Arsitektur mengkonsepkan sebuah kawasan wisata yang memadukan dan menyelaraskan antara adat istiadat suku bajo dengan tema eko-arsitektur yang memperlihatkan dan memperhatikan aspek budaya, lingkungan serta memenuhi fasilitas yang dapat menunjang kampung wisata torosiaje laut sehingga kampung wisata ini menjadi salah satu ikon Provinsi Gorontalo khusunya Kabupaten Pohuwato. Kata kunci: Penataan Kampung Wisata, Kawasan Wisata, Torosiaje Laut,  Eko-Arsitektur, Eco-Design
Title: PENATAAN KAMPUNG WISATA STUDI KASUS DI DESA TOROSIAJE LAUT DENGAN PENDEKATAN EKO-ARSITEKTUR
Description:
Provinsi Gorontalo merupakan salah satu Provinsi di Negara Indonesia yang kaya akan potensi wisata alam, keanekaragaman flora dan fauna, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, serta seni dan budaya.
Di bagian barat Provinsi Gorontalo yang berada di Kabupaten Pohuwato Kecamatan Popayato ada sebuah kawasan wisata pemukiman yang berdiri di atas permukaan laut Teluk Tomini, namanya Torosiaje dan dihuni Suku Bajo.
Kawasan wisata Torosiaje ini memiliki potensi wisata bahari atau kawasan wisata alam laut serta budaya masyarakat suku bajo.
Namun, persoalan yang ada saat ini adalah kurang optimalnya penanganan kawasan wisata tersebut, sehingga potensi yang ada tidak dapat diekspos secara maksimal.
Berdasarkan permasalahan yang didapati maka sudah selayaknya daerah atau kawasan tersebut perlu adanya perubahan dalam memaksimal potensi wisata yang ada.
Oleh karena itu, perlu dibuat sebuah desain “Penataan Kampung Wisata Studi Kasus di Desa Torosiaje Laut” yang menggunakan pendekatan “Eko-Arsitektur” dengan tujuan terwujudnya sebuah desain penataan kampung wisata desa torosiaje laut sehingga dapat memperbaiki kampung wisata dan hunianya, meningkatkan kembali kualitas wisata, kualitas lingkungan, serta mengangkat budaya dan adat istiadat suku bajo.
Metodologi yang diterapkan dalam  penyusunan adalah pengumpulan data baik data sekunder maupun data primer yang dapat menunjang proses penyusunan acuan perancangan Pentaan Kampung Wisata studi kasus di Desa Torosiaje Laut dengan pendekatan Eko-Arsitektur, kemudian dilanjutkan dengan metode analisa berupa analisa tapak dan beberapa analisa bangunan.
Berdasarkan analisa yang dilakukan maka hasil yang diperoleh pada Pentaan Kampung Wisata studi kasus di Desa Torosiaje Laut dengan pendekatan Eko-Arsitektur mengkonsepkan sebuah kawasan wisata yang memadukan dan menyelaraskan antara adat istiadat suku bajo dengan tema eko-arsitektur yang memperlihatkan dan memperhatikan aspek budaya, lingkungan serta memenuhi fasilitas yang dapat menunjang kampung wisata torosiaje laut sehingga kampung wisata ini menjadi salah satu ikon Provinsi Gorontalo khusunya Kabupaten Pohuwato.
 Kata kunci: Penataan Kampung Wisata, Kawasan Wisata, Torosiaje Laut,  Eko-Arsitektur, Eco-Design.

Related Results

ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. Kampun...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
OPTIMALISASI POTENSI DESA WISATA TOLERANSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU BAJO
OPTIMALISASI POTENSI DESA WISATA TOLERANSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU BAJO
Kajian ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi suku Bajo desa Torosiaje sebagai desa wisata toleransi yang berbasis pada kearifan lokal. Suku tersebut dikenal juga dengan sebuta...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
Strategi Pengembangan Wisata Kampung Melayu BML Kota Pontianak dalam Analisis Supply
Strategi Pengembangan Wisata Kampung Melayu BML Kota Pontianak dalam Analisis Supply
Abstract. The Development Strategy for Kampung Benua Melayu Laut (BML) Tourism in Pontianak City is carried out to develop the potential for natural tourism, cultural tourism, and ...
Implikasi Penataan Desa Wisata Penglipuran terhadap Kelestarian Budaya Bali
Implikasi Penataan Desa Wisata Penglipuran terhadap Kelestarian Budaya Bali
Untuk mengungkap hubungan diantara penataan desa wisata Penglipuran dengan pelestarian budaya Bali, maka hubungan diantara tata ruang desa wisata Penglipuran terhadap pelestarian b...

Back to Top