Javascript must be enabled to continue!
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Remaja Di SMAN 2 Kabupaten Bone
View through CrossRef
Masa remaja adalah masa transisi antara masa kecil dan masa kanak-kanak. Kehidupan dewasa dicirikan oleh pertumbuhan biologis dan psikologis. Ciri-ciri biologisnya adalah pertumbuhan dan perkembangan primer seks, psikologis ditandai dengan sikap dan perasaan, keinginan dan emosi yang tidak stabil atau berubah-ubah. Masa peralihan perkembangan dan pertumbuhan yang dihadapi oleh remaja akibat berbagai perubahan fisik, sosial, emosional yang semuanya itu akan menimbulkan rasa cemas dan ketidaknyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di SMAN 2 Bone Tahun 2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling yaitu 185 siswa/siswi. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (alpha=0.05). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku seksual pada remaja diperoleh bahwa nilai p value = 0,723>0,005. Tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan perilaku seksual pada remaja (p value = 0,707>0,005). Ada hubungan yang bermakna antara peran teman sebaya dengan perilaku seksual remaja (p value =0,000<0,005). Ada hubungan antara peran media massa dengan perilaku seksual remaja (p value =0,000<0,005). Penelitian ini menyarankan agar para remaja dapat meningkatkan pengetahuan seks, sikap yang positif, memilih teman dengan selektif dan mencari informasi yang baik dan akurat agar tidak terpengaruh terhadap perilaku seksual pada remaja. Dan diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memasukkan kurikulum kesehatan reproduksi yang akan diberikan kepada siswa-siswi melalui bimbingan konseling yang tepat dan terarah.
Universitas Muslim Indonesia
Title: Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Remaja Di SMAN 2 Kabupaten Bone
Description:
Masa remaja adalah masa transisi antara masa kecil dan masa kanak-kanak.
Kehidupan dewasa dicirikan oleh pertumbuhan biologis dan psikologis.
Ciri-ciri biologisnya adalah pertumbuhan dan perkembangan primer seks, psikologis ditandai dengan sikap dan perasaan, keinginan dan emosi yang tidak stabil atau berubah-ubah.
Masa peralihan perkembangan dan pertumbuhan yang dihadapi oleh remaja akibat berbagai perubahan fisik, sosial, emosional yang semuanya itu akan menimbulkan rasa cemas dan ketidaknyamanan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di SMAN 2 Bone Tahun 2021.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study.
Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling yaitu 185 siswa/siswi.
Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner.
Data dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (alpha=0.
05).
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku seksual pada remaja diperoleh bahwa nilai p value = 0,723>0,005.
Tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan perilaku seksual pada remaja (p value = 0,707>0,005).
Ada hubungan yang bermakna antara peran teman sebaya dengan perilaku seksual remaja (p value =0,000<0,005).
Ada hubungan antara peran media massa dengan perilaku seksual remaja (p value =0,000<0,005).
Penelitian ini menyarankan agar para remaja dapat meningkatkan pengetahuan seks, sikap yang positif, memilih teman dengan selektif dan mencari informasi yang baik dan akurat agar tidak terpengaruh terhadap perilaku seksual pada remaja.
Dan diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memasukkan kurikulum kesehatan reproduksi yang akan diberikan kepada siswa-siswi melalui bimbingan konseling yang tepat dan terarah.
Related Results
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang SMAN 1 Luwu sebagai wadah proses pendidikan di Kabupaten Luwu 1967-2017) dengan mengungkap proses berdirinya SMAN 1 Luwu dan perke...
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Berbagai motif kejahatan seksual berkembang dalam dua dekade ini. Berkembangnya teknologi informasi serta arus globalisasi menambah kembali deretan modus operandi baru dalam kejaha...
KENAKALAN REMAJA SEKSUAL DI KOTA BANJARBARU
KENAKALAN REMAJA SEKSUAL DI KOTA BANJARBARU
Tidak kita sadari bahwa setiap anak yang ada disekitar kita memiliki sikap dan sifatnya masing-masing yang berbeda-beda. Jurnal atau artikel ini menulis tentang perilaku kenakalan ...
Hubungan Perilaku Remaja Terhadap Pencegahan HIV/AIDS SMAN 1 Lasusua Kolaka Utara
Hubungan Perilaku Remaja Terhadap Pencegahan HIV/AIDS SMAN 1 Lasusua Kolaka Utara
Hubungan seksual yang dilakukan pada usia yang sangat muda meningkatkan kemungkinan seseorang terinfeksi HIV, terutama jika melibatkan pasangan seksual yang beresik...
Wewenang atau Otoritas dan Kekerasan Seksual Dikaji melalui Teori Kepribadian
Wewenang atau Otoritas dan Kekerasan Seksual Dikaji melalui Teori Kepribadian
Sexual violence is a coercive and harmful sexual activity for the victim. Data shows that sexual violence remains a serious problem in Indonesia and worldwide. Perpetrators of sexu...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Berisiko terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Berisiko terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja
Adolescent reproductive health is a healthy condition involving the reproductive systems, functions, components and processes possessed by adolescents. Adolescents who are unable t...
DINAMIKA MEMAAFKAN PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL
DINAMIKA MEMAAFKAN PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL
Dewasa ini semakin banyak kasus pelecehan seksual terjadi, korban pelecehan seksual tidak memandang usia dan jenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan. Berdasarkan data yang di...
Poster 107: The Use of Coacervate Sustained Release System to Identify the Most Potent BMP for Bone Regeneration
Poster 107: The Use of Coacervate Sustained Release System to Identify the Most Potent BMP for Bone Regeneration
Objectives: Bone morphogenetic proteins (BMPs) belong to the transforming growth factor superfamily that were first discovered by Marshall Urist. There are 14 BMPs identified to da...

