Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

BANDWAGONING BRUNEI DARUSSALAM TERHADAP REPUBLIK RAKYAT CINA PADA TAHUN 2018 DALAM KONFLIK LAUT CINA SELATAN

View through CrossRef
Abstract The South China Sea dispute involves People’s Republic of China (PRC) against Vietnam, Malaysia, Philippines, Indonesia, and Brunei Darussalam. The South China Sea Dispute was caused by claimant state and nine dashed line which made by PRC. Instead of resist, Brunei Darussalam in South China Sea Conflict took considerable different gesture other than the rest belligerent parties like Vietnam, Malaysia, Philipines, and Indonesia. Brunei did not show any resistance to PRC regarding territorial claimants and instead cooperates with Asian giants controversial move. Brunei Darussalam took a stand by bandwagoning against the PRC. Brunei’s behaviour was identified by Balance of Threat theory by Stephen Walt. As a result, there is a very unbalanced capability and power capacity measure between the combined power capacity of Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia, the Philippines, and Indonesia with PRC. It made worse by the Brunei’s economic crisis. Keywords: south china sea; brunei darussalam; people republic of china; bandwagoning. Abstrak Konflik Laut Cina Selatan melibatkan Republik Rakyat Cina (RRC) dengan Vietnam, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan termasuk Brunei Darussalam. Konflik Laut Cina Selatan disebabkan oleh claimant state dan pembuatan sembilan garis putus-putus (nine dashed line) secara sepihak oleh RRC. Dalam menyikapi agresifitas RRC yang mengklaim wilayahnya di Laut Cina Selatan, Brunei Darussalam mengambil sikap yang berbeda dibanding yang dilakukan oleh Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Brunei Darussalam mengambil sikap dengan tidak menentang klaim RRC  dan melakukan bandwagoning terhadap RRC. Sikap bandwagoning yang dilakukan Brunei Darussalam disebabkan oleh tiga kondisi negara dan empat faktor ancaman dalam teori Balance of Threat Stephen Walt, dimana ukuran kapabilitas dan kapasitas kekuatan yang sangat tidak berimbang antara Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia dengan RRC , bahkan jika kekuatan lima negara tersebut digabungkan. Kondisi tersebut ditambah dengan krisis ekonomi yang dialami Brunei Darussalam sehingga bandwagoning dianggap sebagai pilihan yang rasional. Kata Kunci: laut cina selatan; brunei darussalam; republik rakyat cina; bandwagoning.
Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia
Title: BANDWAGONING BRUNEI DARUSSALAM TERHADAP REPUBLIK RAKYAT CINA PADA TAHUN 2018 DALAM KONFLIK LAUT CINA SELATAN
Description:
Abstract The South China Sea dispute involves People’s Republic of China (PRC) against Vietnam, Malaysia, Philippines, Indonesia, and Brunei Darussalam.
The South China Sea Dispute was caused by claimant state and nine dashed line which made by PRC.
Instead of resist, Brunei Darussalam in South China Sea Conflict took considerable different gesture other than the rest belligerent parties like Vietnam, Malaysia, Philipines, and Indonesia.
Brunei did not show any resistance to PRC regarding territorial claimants and instead cooperates with Asian giants controversial move.
Brunei Darussalam took a stand by bandwagoning against the PRC.
Brunei’s behaviour was identified by Balance of Threat theory by Stephen Walt.
As a result, there is a very unbalanced capability and power capacity measure between the combined power capacity of Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia, the Philippines, and Indonesia with PRC.
It made worse by the Brunei’s economic crisis.
Keywords: south china sea; brunei darussalam; people republic of china; bandwagoning.
Abstrak Konflik Laut Cina Selatan melibatkan Republik Rakyat Cina (RRC) dengan Vietnam, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan termasuk Brunei Darussalam.
Konflik Laut Cina Selatan disebabkan oleh claimant state dan pembuatan sembilan garis putus-putus (nine dashed line) secara sepihak oleh RRC.
Dalam menyikapi agresifitas RRC yang mengklaim wilayahnya di Laut Cina Selatan, Brunei Darussalam mengambil sikap yang berbeda dibanding yang dilakukan oleh Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia.
Brunei Darussalam mengambil sikap dengan tidak menentang klaim RRC  dan melakukan bandwagoning terhadap RRC.
Sikap bandwagoning yang dilakukan Brunei Darussalam disebabkan oleh tiga kondisi negara dan empat faktor ancaman dalam teori Balance of Threat Stephen Walt, dimana ukuran kapabilitas dan kapasitas kekuatan yang sangat tidak berimbang antara Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia dengan RRC , bahkan jika kekuatan lima negara tersebut digabungkan.
Kondisi tersebut ditambah dengan krisis ekonomi yang dialami Brunei Darussalam sehingga bandwagoning dianggap sebagai pilihan yang rasional.
Kata Kunci: laut cina selatan; brunei darussalam; republik rakyat cina; bandwagoning.

Related Results

Sengketa Wilayah Maritim di Laut Tiongkok Selatan
Sengketa Wilayah Maritim di Laut Tiongkok Selatan
Sengketa Laut Tiongkok Selatan merupakan sengketa terpanas di abad ke-21, dimana Tiongkok, Amerika Serikat dan sebagian besar anggota ASEAN terlibat secara tak langsung. Adapun 3 (...
HUKUM PERKAWINAN MUSLIM DI BRUNEI DARUSSALAM (STUDI ANALISIS MASLAHAT AT-THUFI)
HUKUM PERKAWINAN MUSLIM DI BRUNEI DARUSSALAM (STUDI ANALISIS MASLAHAT AT-THUFI)
AbstractBrunei is claimed to be the oldest Malay kingdom in Southeast Asia. In addition, Brunei Darussalam is the only country in the Southeast Asian region that enforces Islamic c...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Implementation of Shafi’i Fiqh in Brunei’s Halal Law for Meat and Poultry Products
Implementation of Shafi’i Fiqh in Brunei’s Halal Law for Meat and Poultry Products
Abstract: Islamic Halal Law in the Shafi'i school in Brunei Darussalam is firmly rooted in the country's constitution, which stipulates the Shafi'i school as the basis of Islamic l...
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan lokal tradisi Syukur Laut merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir pantai Pamayangsari. Kegiatan ini memiliki nilai nilai tradisi yang bisa dikaji...
“Memproduksi” Manusia lewat Psikologi
“Memproduksi” Manusia lewat Psikologi
Saat membicarakan mengenai tegangan politik antara Red Shirts dengan Yellow Shirts di Thailand, Benedict Anderson (2016) – seorang ahli Kajian Asia Tenggara – menuliskan bahwa seor...
Numerous Paradoxes Explained by Bandwagoning
Numerous Paradoxes Explained by Bandwagoning
Background: Solon (2019) introduced genetic bandwagoning in a very general sense: A variant sequentially 1) evaluates its holder’s quality and 2) induces its holder to re...
Pencegahan Ideologi Radikalisme dan Ekstrimisme Melalui Pendidikan di Brunei Darussalam
Pencegahan Ideologi Radikalisme dan Ekstrimisme Melalui Pendidikan di Brunei Darussalam
Radikalisme dan ekstrimisme merupakan ancaman serius yang dapat menggungcang kestabilan dan keselamatan sesebuah negara. Negara Brunei Darussalam, sebagai negara yang menjunjung ti...

Back to Top