Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Antara Tinggi Tegakan, Biomasa Akar dan Jumlah Daun Semai Mangrove Avicennia marina
View through CrossRef
Hubungan antar bagian tanaman pada tegakan semai mangrove dapat dimanfaatkan dalam upaya pendugaan pola pertumbuhan dan perubahan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit Avicennia marina yang disemaikan di wilayah pesisir semarang dan menganalisis hubungan antara tinggi tegakan, biomassa akar dan jumlah daun pada tegakan semai A. marina. Persemaian dilaksanakan selama 6 bulan terhadap bibit A. marina dengan polybag sebanyak 80 ulangan, sedangkan analisis data dilakukan dengan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan semai A. marina sangat beragam dengan tinggi berkisar antara 17 – 68 cm, jumlah daun 1 – 32 helai dan biomasa akar 2,1 – 26,2 gr. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan namun dengan koefisien determinasi yang rendah dari tinggi tegakan terhadap biomasa akar (R2 = 0,615), biomasa akar terhadap jumlah daun (R2 = 0,330) dan tinggi tegakan terhadap jumlah daun (R2 = 0,305). Hal ini dapat disimpulkan bahwa hubungan antar bagian semai mangrove A. marina pada usia 6 bulan masih relatif lemah. Kata kunci: Avicennia marina, pertumbuhan, semai, hubungan antar bagian
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Hubungan Antara Tinggi Tegakan, Biomasa Akar dan Jumlah Daun Semai Mangrove Avicennia marina
Description:
Hubungan antar bagian tanaman pada tegakan semai mangrove dapat dimanfaatkan dalam upaya pendugaan pola pertumbuhan dan perubahan produktivitas tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit Avicennia marina yang disemaikan di wilayah pesisir semarang dan menganalisis hubungan antara tinggi tegakan, biomassa akar dan jumlah daun pada tegakan semai A.
marina.
Persemaian dilaksanakan selama 6 bulan terhadap bibit A.
marina dengan polybag sebanyak 80 ulangan, sedangkan analisis data dilakukan dengan regresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan semai A.
marina sangat beragam dengan tinggi berkisar antara 17 – 68 cm, jumlah daun 1 – 32 helai dan biomasa akar 2,1 – 26,2 gr.
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan namun dengan koefisien determinasi yang rendah dari tinggi tegakan terhadap biomasa akar (R2 = 0,615), biomasa akar terhadap jumlah daun (R2 = 0,330) dan tinggi tegakan terhadap jumlah daun (R2 = 0,305).
Hal ini dapat disimpulkan bahwa hubungan antar bagian semai mangrove A.
marina pada usia 6 bulan masih relatif lemah.
Kata kunci: Avicennia marina, pertumbuhan, semai, hubungan antar bagian.
Related Results
Pendugaan Simpanan Karbon pada Kawasan Rehabilitasi Pesisir Selatan Pulau Jawa
Pendugaan Simpanan Karbon pada Kawasan Rehabilitasi Pesisir Selatan Pulau Jawa
Konservasi karbon merupakan salah satu tindakan penting dalam rehabilitasi pesisir, khususnya pesisir selatan Pulau Jawa dengan keunikan ombak yang besar, salinitas tinggi dan sedi...
Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia
Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia
Uji gastropoda famili Neritidae terhadap habitatnya di ekosistem mangrove dilakukan di dua stasiun pengamatan di Pulau Tunda Serang Banten pada Januari 2014. Penelitian ini bertuju...
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
Mangrove forest is a very productive and beneficial ecosystem. Mangrove forest resources in Amahai Village will be increasingly exploited along with the increasing population and e...
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI PULAU PEMAGARAN, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI PULAU PEMAGARAN, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA
Pengamatan mangrove di Pulau Pemagaran, Kepulauan Seribu mengambil lokasi stasiun pengamatan di bagian utara, timur, selatan, dan barat Pulau Pemagaran dengan substrat berupa pasir...
Studi Vegetasi Mangrove di Taman Edukasi Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Studi Vegetasi Mangrove di Taman Edukasi Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kawasan wisata alam sekaligus lokasi rehabilitasi m...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Sistem Pengelolaan Mangrove Information Center (MIC) Di Desa Wonorejo Surabaya, Jawa Timur
Sistem Pengelolaan Mangrove Information Center (MIC) Di Desa Wonorejo Surabaya, Jawa Timur
Hutan mangrove merupakan sumberdaya pesisir yang berperan penting dalam pembangunan baik daerah atau negara. Kawasan mangrove memiliki peranan yang sangat vital bagi manusia dan he...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...

