Javascript must be enabled to continue!
Between Fiqh and Adat: Negotiating Inheritance Law among the Bugis Community of Wajo
View through CrossRef
The Bugis community in Wajo has a distinct inheritance law that differs from those of other regions in Indonesia. In lieu of applying the law precisely as it is specified in Islamic fiqh, they adapt it to reflect the dominant local culture. The objective of this research is to elucidate the conflict between the Islamic fiqh-based inheritance law and the indigenous customs of the Bugis community residing in Wajo, South Sulawesi. By examining manuscript evaluations and oral traditions prevalent in the local community, this research uncovers the nature of contestation over inheritance distribution, as well as the factors and consequences that contribute to it. In the practice of inheritance division, the Bugis community in Wajo prioritizes the benefits of cohabitation to reduce disputes arising from asset division, according to this study's findings. Gender equality is of significant importance to them, and they regard mutual agreement as the standard by which they seek to reconcile legitimate interests and ensure an equitable distribution of inheritance.
Abstrak
Masyarakat Bugis di Wajo memiliki hukum waris yang berbeda dengan hukum waris di wilayah lain di Indonesia. Mereka tidak menggunakan hukum yang diterapkan dalam fikih secara an-sich, melainkan dimodifikasi dengan budaya lokal yang berlaku. Artikel ini mengungkap kontestasi yang terjadi antara hukum warisan yang dituangkan dalam fikih dengan budaya lokal yang dianut masyarakat Bugis di Wajo, Sulawesi Selatan. Metode penelitian ini bersumber dari manuskrip dan tradisi lisan yang digunakan dan berlaku dalam masyarakat setempat. Penelitian ini mengungkap wujud dari kontestasi yang terjadi dalam pembagian harta warisan, faktor, dan implikasi dari kontestasi tersebut. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam praktik pembagian warisan masyarakat Bugis di Wajo memprioritaskan kemashalahatan hidup bersama sehingga dapat meminimalisir konflik yang terjadi akibat pembagian harta warisan ini. Bagi mereka, kesetaraan gender menjadi perhatian khusus dan kesepakatan bersama menjadi tolak ukur untuk mencari solusi kemashlahatan dan keadilan dalam berbagi harta warisan.
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: Between Fiqh and Adat: Negotiating Inheritance Law among the Bugis Community of Wajo
Description:
The Bugis community in Wajo has a distinct inheritance law that differs from those of other regions in Indonesia.
In lieu of applying the law precisely as it is specified in Islamic fiqh, they adapt it to reflect the dominant local culture.
The objective of this research is to elucidate the conflict between the Islamic fiqh-based inheritance law and the indigenous customs of the Bugis community residing in Wajo, South Sulawesi.
By examining manuscript evaluations and oral traditions prevalent in the local community, this research uncovers the nature of contestation over inheritance distribution, as well as the factors and consequences that contribute to it.
In the practice of inheritance division, the Bugis community in Wajo prioritizes the benefits of cohabitation to reduce disputes arising from asset division, according to this study's findings.
Gender equality is of significant importance to them, and they regard mutual agreement as the standard by which they seek to reconcile legitimate interests and ensure an equitable distribution of inheritance.
Abstrak
Masyarakat Bugis di Wajo memiliki hukum waris yang berbeda dengan hukum waris di wilayah lain di Indonesia.
Mereka tidak menggunakan hukum yang diterapkan dalam fikih secara an-sich, melainkan dimodifikasi dengan budaya lokal yang berlaku.
Artikel ini mengungkap kontestasi yang terjadi antara hukum warisan yang dituangkan dalam fikih dengan budaya lokal yang dianut masyarakat Bugis di Wajo, Sulawesi Selatan.
Metode penelitian ini bersumber dari manuskrip dan tradisi lisan yang digunakan dan berlaku dalam masyarakat setempat.
Penelitian ini mengungkap wujud dari kontestasi yang terjadi dalam pembagian harta warisan, faktor, dan implikasi dari kontestasi tersebut.
Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam praktik pembagian warisan masyarakat Bugis di Wajo memprioritaskan kemashalahatan hidup bersama sehingga dapat meminimalisir konflik yang terjadi akibat pembagian harta warisan ini.
Bagi mereka, kesetaraan gender menjadi perhatian khusus dan kesepakatan bersama menjadi tolak ukur untuk mencari solusi kemashlahatan dan keadilan dalam berbagi harta warisan.
Related Results
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
SEJARAH BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DI KELURAHAN BOEPINANG KECAMATAN POLEANG KABUPATEN BOMBANA
SEJARAH BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DI KELURAHAN BOEPINANG KECAMATAN POLEANG KABUPATEN BOMBANA
ABSTRAK: Tujuan utama penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelaskan bentuk-bentuk kebudayaan masyarakat suku Bugis di Kelurahan Boepinang Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana, (2) Un...
PEMERTAHANAN BAHASA BUGIS DI KOTA AMBON [Bugis Language Defence in the city of Ambon]
PEMERTAHANAN BAHASA BUGIS DI KOTA AMBON [Bugis Language Defence in the city of Ambon]
This study examines the maintenance of Bugis language in the Wara neighborhood, Ambon City. As a language brought by immigrants from South Sulawesi, the Bugis language is a minorit...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
Homonim Kosakata Bugis dalam Falsafah Hidup Masyarakat Bugis
Homonim Kosakata Bugis dalam Falsafah Hidup Masyarakat Bugis
Homonyms of Bugis Language in Philosophy of Life of The Bugis People ABSTRAKFalsafah Bugis selain sarat dengan unsur etika dan moralitas juga mengandung nilai sastra yang tinggi. P...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
Manuskrip La Galigo dalam Tradisi Massure’ di Wajo-Sulawesi Selatan
Manuskrip La Galigo dalam Tradisi Massure’ di Wajo-Sulawesi Selatan
The La Galigo Manuscript is the longest literary work in the world, which is the ancestral heritage of the people of South Sulawesi. These manuscripts contain knowledge, traditions...
SEJARAH MASYARAKAT NELAYAN SUKU BUGIS DI DESA POLEWALI, KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1950-2017)
SEJARAH MASYARAKAT NELAYAN SUKU BUGIS DI DESA POLEWALI, KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1950-2017)
ABSTRAK: Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sejarah kedatangan orang Bugis di Desa Polewali Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan? (2) Bagaimana kond...

