Javascript must be enabled to continue!
MODEL PEMANENAN DAN PENGOLAHAN AIR HUJAN MENJADI AIR MINUM
View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi karena kurangnya air bersih pada lokasi penelitian, pemanfaatan sumber daya air yang tidak maksimal dan kurangnya kemampuan warga dalam memenuhi kebutuhan air minum. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat mengetahui berapa besar potensi air hujan yang dapat di panen, bagaimana kualitas air hujan setelah pengolahan dan bagaimana kuantitasnya. Besarnya potensi air hujan yang akan di panen ditentukan dengan menggunakan data rata-rata curah hujan yang terjadi pada lokasi penelitian sedangkan pada sistem pengolahan air hujan ini digunakan metode eksperimen. Hasil dari penelitian ini didapatkan volume potensi hujan yang terjadi pada lokasi penelitian adalah 284,75mm/bulan dengan kualitas air hujan setelah pengolahan dengan melalui proses penyaringan dan penambahan sodium bicarbonate 1gr/10liter menghasilkan kualitas air hujan yang memenuhi syarat sebagai air minum. Sebelum dilakukan penampungan air hujan sebaiknya di lakukan pembersihan awal (first flushing) agar debu dan sedimen yang menumpuk selama musim kering tidak ikut tertampung dan sebelum dilakukan pengolahan sebaiknya tangki berisi air hujan sebanyak ±2000 liter agar terjadi pengenceran terhadap parameter yang berpengaruh terutama pada parameter warna dan kekeruhan.
Publikasi Jurnal Ilmiah Akademik Universitas Muhammadiyah Makassar
Title: MODEL PEMANENAN DAN PENGOLAHAN AIR HUJAN MENJADI AIR MINUM
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi karena kurangnya air bersih pada lokasi penelitian, pemanfaatan sumber daya air yang tidak maksimal dan kurangnya kemampuan warga dalam memenuhi kebutuhan air minum.
Tujuan penelitian ini diharapkan dapat mengetahui berapa besar potensi air hujan yang dapat di panen, bagaimana kualitas air hujan setelah pengolahan dan bagaimana kuantitasnya.
Besarnya potensi air hujan yang akan di panen ditentukan dengan menggunakan data rata-rata curah hujan yang terjadi pada lokasi penelitian sedangkan pada sistem pengolahan air hujan ini digunakan metode eksperimen.
Hasil dari penelitian ini didapatkan volume potensi hujan yang terjadi pada lokasi penelitian adalah 284,75mm/bulan dengan kualitas air hujan setelah pengolahan dengan melalui proses penyaringan dan penambahan sodium bicarbonate 1gr/10liter menghasilkan kualitas air hujan yang memenuhi syarat sebagai air minum.
Sebelum dilakukan penampungan air hujan sebaiknya di lakukan pembersihan awal (first flushing) agar debu dan sedimen yang menumpuk selama musim kering tidak ikut tertampung dan sebelum dilakukan pengolahan sebaiknya tangki berisi air hujan sebanyak ±2000 liter agar terjadi pengenceran terhadap parameter yang berpengaruh terutama pada parameter warna dan kekeruhan.
Related Results
Perencanaan Teknis Pemanenan Air Hujan Terintegrasi dengan Sumur Resapan
Perencanaan Teknis Pemanenan Air Hujan Terintegrasi dengan Sumur Resapan
Hujan merupakan fenomena alam yang terjadi di suatu wilayah. Air hujan sangat bermanfaat untuk mengisi sumber air guna keperluan pertanian, domestik dan industri, namun air hujan y...
PEMASANGAN INSTALASI PEMANEN DAN PENGOLAHAN AIR HUJAN DENGAN METODE KUANTITATIF
PEMASANGAN INSTALASI PEMANEN DAN PENGOLAHAN AIR HUJAN DENGAN METODE KUANTITATIF
Abstrak: Air berperan untuk keberlangsungan hidup. perlu adanya layanan kepada masyarakat kegiatan pengabdian pemasangan instalasi pemanen dan pengolahan air hujan dengan mertode k...
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Indonesia merupakan negara yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan hujan. Salah satu parameter yang menjadi salah satu penyebab bencana alam ialah hujan Pengamatan curah h...
PENGARUH PERIODE PEMANENAN RESIN DAMAR TERHADAP PENDAPATAN PETANI REPONG DAMAR DI PEKON LABUHAN MANDI PESISIR BARAT
PENGARUH PERIODE PEMANENAN RESIN DAMAR TERHADAP PENDAPATAN PETANI REPONG DAMAR DI PEKON LABUHAN MANDI PESISIR BARAT
Repong Damar is a plot of land planted with various types of productive plants from various types of timber with economic value. The term repong damar is because the plant that is ...
Analisis Parameter Fisik dan Kimia Air Sungai Ciliwung Sebelum dan Sesudah Pengolahan Air
Analisis Parameter Fisik dan Kimia Air Sungai Ciliwung Sebelum dan Sesudah Pengolahan Air
Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai paling berpengaruh yang memiliki peran penting sebagai bahan baku air minum terbesar di wilayah Kabupaten Bogor. Air baku yang bersumber...
EVALUASI ESTIMASI HUJAN BERDASARKAN KLASIFIKASI JENIS AWAN HIGH-RESOLUTION CLOUD ANALYSIS INFORMATION (HCAI) HIMAWARI-8
EVALUASI ESTIMASI HUJAN BERDASARKAN KLASIFIKASI JENIS AWAN HIGH-RESOLUTION CLOUD ANALYSIS INFORMATION (HCAI) HIMAWARI-8
Perbedaan distribusi awan baik secara spasial maupun temporal mempengaruhi hujan yang terjadi. Secara umum pola curah hujan di Indonesia terbagi menjadi tiga pola umum yakni pola m...
Prediksi Curah Hujan Menggunakan Data Hujan Satelit CHIRPS dan PERSIANN-CDR di DAS Bedadung Kabupaten Jember
Prediksi Curah Hujan Menggunakan Data Hujan Satelit CHIRPS dan PERSIANN-CDR di DAS Bedadung Kabupaten Jember
Curah hujan merupakan data penting dalam pemodelan hidrologi, pengendalian daya air, perencanaan alokasi air dan pemanfaatan sumber daya air lainnya. Namun, dalam operasionalnya, s...
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...

