Javascript must be enabled to continue!
EVALUASI ESTIMASI HUJAN BERDASARKAN KLASIFIKASI JENIS AWAN HIGH-RESOLUTION CLOUD ANALYSIS INFORMATION (HCAI) HIMAWARI-8
View through CrossRef
Perbedaan distribusi awan baik secara spasial maupun temporal mempengaruhi hujan yang terjadi. Secara umum pola curah hujan di Indonesia terbagi menjadi tiga pola umum yakni pola monsunal, pola ekuatorial serta pola lokal dengan puncak musim hujan serta kemarau yang berbeda. Penelitian ini mencoba mengevaluasi produk Cloud Type (Jenis Awan) Himawari-8 High-resolution Cloud Analysis Information (HCAI) dalam mengestimasi hujan. Analisis dilakukan di tiga lokasi untuk menggambarkan estimasi atau prakiraan kejadian hujan di beberapa daerah dengan tipe hujan berbeda. Data yang dipergunakan ialah data estimasi kategori hujan per-jam berdasarkan citra jenis awan Himawari-8 HCAI yang diverifikasi dengan data observasi Hellmann selama periode 48 jam di Stasiun Klimatologi Yogyakarta (Mlati, Sleman); Stasiun Meteorologi Supadio (Pontianak); dan Stasiun Meteorologi Amahai (Maluku Tengah). Evaluasi dilakukan dengan tabel kontingensi untuk mengidentifikasi ketepatan dan keandalan estimasi atau prakiraan berdasarkan nilai Percent Correct (PC) dan Frequency Bias Index (FBI). Berdasarkan nilai FBI dan PC ketepatan dan sifat teknik estimasi di tiga lokasi penelitian tidaklah sama namun secara umum dapat disimpulkan bahwa estimasi atau prakiraan hujan dari teknik prakiraan ini cenderung underestimate/underforecast dalam menduga kejadian hujan kategori “tidak hujan” dan “hujan ringan”. Sebaliknya, prakiraan cenderung bersifat overestimate/overforecast dalam menduga hujan kategori lebat dan sangat lebat. Ketepatan teknik estimasi hujan berdasarkan citra jenis awan Himawari-8 HCAI dalam menduga kejadian hujan kategori “hujan ringan”, “sedang” dan “sangat lebat” secara umum relatif lebih baik daripada untuk menduga hujan kategori “tidak hujan” dan “lebat”.
Title: EVALUASI ESTIMASI HUJAN BERDASARKAN KLASIFIKASI JENIS AWAN HIGH-RESOLUTION CLOUD ANALYSIS INFORMATION (HCAI) HIMAWARI-8
Description:
Perbedaan distribusi awan baik secara spasial maupun temporal mempengaruhi hujan yang terjadi.
Secara umum pola curah hujan di Indonesia terbagi menjadi tiga pola umum yakni pola monsunal, pola ekuatorial serta pola lokal dengan puncak musim hujan serta kemarau yang berbeda.
Penelitian ini mencoba mengevaluasi produk Cloud Type (Jenis Awan) Himawari-8 High-resolution Cloud Analysis Information (HCAI) dalam mengestimasi hujan.
Analisis dilakukan di tiga lokasi untuk menggambarkan estimasi atau prakiraan kejadian hujan di beberapa daerah dengan tipe hujan berbeda.
Data yang dipergunakan ialah data estimasi kategori hujan per-jam berdasarkan citra jenis awan Himawari-8 HCAI yang diverifikasi dengan data observasi Hellmann selama periode 48 jam di Stasiun Klimatologi Yogyakarta (Mlati, Sleman); Stasiun Meteorologi Supadio (Pontianak); dan Stasiun Meteorologi Amahai (Maluku Tengah).
Evaluasi dilakukan dengan tabel kontingensi untuk mengidentifikasi ketepatan dan keandalan estimasi atau prakiraan berdasarkan nilai Percent Correct (PC) dan Frequency Bias Index (FBI).
Berdasarkan nilai FBI dan PC ketepatan dan sifat teknik estimasi di tiga lokasi penelitian tidaklah sama namun secara umum dapat disimpulkan bahwa estimasi atau prakiraan hujan dari teknik prakiraan ini cenderung underestimate/underforecast dalam menduga kejadian hujan kategori “tidak hujan” dan “hujan ringan”.
Sebaliknya, prakiraan cenderung bersifat overestimate/overforecast dalam menduga hujan kategori lebat dan sangat lebat.
Ketepatan teknik estimasi hujan berdasarkan citra jenis awan Himawari-8 HCAI dalam menduga kejadian hujan kategori “hujan ringan”, “sedang” dan “sangat lebat” secara umum relatif lebih baik daripada untuk menduga hujan kategori “tidak hujan” dan “lebat”.
Related Results
Estimasi Curah Hujan Di Kota Pontianak Berdasarkan Suhu, Ketebalan dan Tekanan Puncak Awan
Estimasi Curah Hujan Di Kota Pontianak Berdasarkan Suhu, Ketebalan dan Tekanan Puncak Awan
Telah dilakukan penelitian mengenai estimasi curah hujan berdasarkan tekanan, suhu dan ketebalan puncak awan untuk studi kasus Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk menen...
Identifikasi Fenomena Mesoscale Convective System (MCC) di Selat Karimata
Identifikasi Fenomena Mesoscale Convective System (MCC) di Selat Karimata
Abstract—Indonesia located in the equatorial region which has potential to have a major impact on atmospheric physical conditions during extreme weather events such as the Mesoscal...
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Indonesia merupakan negara yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan hujan. Salah satu parameter yang menjadi salah satu penyebab bencana alam ialah hujan Pengamatan curah h...
CLOUD COMPUTING - NAVIGATING THE DIGITAL SKY
CLOUD COMPUTING - NAVIGATING THE DIGITAL SKY
“Cloud Computing – Navigating the Digital Sky” is an extensive guide designed to provide a thorough understanding of cloud computing, an essential technology in today’s digital age...
PEMANFAATAN DATA SATELIT HIMAWARI-8 DALAM MENGESTIMASI LAND SURFACE TEMPERATURE (LST) DAN SUHU UDARA PERMUKAAN (SUP) DI PALEMBANG
PEMANFAATAN DATA SATELIT HIMAWARI-8 DALAM MENGESTIMASI LAND SURFACE TEMPERATURE (LST) DAN SUHU UDARA PERMUKAAN (SUP) DI PALEMBANG
Satelit Himawari-8 yang digunakan BMKG saat ini dilengkapi dengan sensor Advanced Himawari Imager (AHI)dengan 16 kanal sehingga diharapkan dapat membantu melakukan pengamatan serta...
Prediksi Curah Hujan Menggunakan Data Hujan Satelit CHIRPS dan PERSIANN-CDR di DAS Bedadung Kabupaten Jember
Prediksi Curah Hujan Menggunakan Data Hujan Satelit CHIRPS dan PERSIANN-CDR di DAS Bedadung Kabupaten Jember
Curah hujan merupakan data penting dalam pemodelan hidrologi, pengendalian daya air, perencanaan alokasi air dan pemanfaatan sumber daya air lainnya. Namun, dalam operasionalnya, s...
Penerapan Manajemen Resiko Pada Komputasi Awan
Penerapan Manajemen Resiko Pada Komputasi Awan
Penelitian bertujuan melakukan penerapan manajemen resiko pada komputasi awan. Seiring kemajuan di bidang teknologi informasi, paradigma komputasi awan menjadi salah satu penelitia...
Using Himiwari-9 cloud tracking to support the analysis of measurements from the ACADIA and HALO-South field campaigns
Using Himiwari-9 cloud tracking to support the analysis of measurements from the ACADIA and HALO-South field campaigns
The large horizontal grid size of current atmospheric models means that subgrid heterogeneity in cloud properties must be parameterised. A number of studies have suggested that th...

