Javascript must be enabled to continue!
TELAAH PEMIKIRAN MULYADI KARTANEGARA: DEKONSTRUKSI DAN REKONSTRUKSI KEILMUAN MODERN
View through CrossRef
Artikel ini mengkaji pemikiran Mulyadhi Kartanegara mengenai dekonstruksi dan rekonstruksi keilmuan modern melalui metode penelitian pustaka dengan pendekatan filsafat analitis. Kajian ini difokuskan pada tiga aspek utama: pertama, penelusuran latar belakang historis dan intelektual Mulyadhi Kartanegara; kedua, analisis terhadap gagasannya tentang Islamisasi keilmuan modern; dan ketiga, telaah terhadap konsep integrasi keilmuan dalam perspektifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mulyadhi Kartanegara merupakan salah satu pemikir Muslim Indonesia terkemuka yang menawarkan kritik mendalam terhadap dominasi epistemologi Barat modern. Ia menyoroti ketidakkonsistenan pendekatan ilmiah Barat yang reduksionistik serta mengabaikan dimensi spiritual dan metafisik. Konsep Islamisasi keilmuan yang ia usung tidak bermakna penolakan terhadap modernitas, tetapi merupakan upaya untuk membangun sistem pengetahuan Islam yang integral, kontekstual, dan berlandaskan tauhid. Dalam kerangka integrasi keilmuan, ia menegaskan pentingnya penggabungan empat pendekatan epistemologis: empiris (indrawi), rasional (burhani), intuitif (irfani), dan tekstual (bayani). Rekonstruksi keilmuan modern, menurutnya, harus dimulai dengan meninjau ulang basis epistemologinya agar sains tidak hanya menjadi alat teknologis, tetapi juga sarana menuju makrifat dan kebijaksanaan ilahiyah. Dengan demikian, Islam dapat tampil sebagai subjek aktif dalam membentuk peradaban ilmu yang transendental dan holistik.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Title: TELAAH PEMIKIRAN MULYADI KARTANEGARA: DEKONSTRUKSI DAN REKONSTRUKSI KEILMUAN MODERN
Description:
Artikel ini mengkaji pemikiran Mulyadhi Kartanegara mengenai dekonstruksi dan rekonstruksi keilmuan modern melalui metode penelitian pustaka dengan pendekatan filsafat analitis.
Kajian ini difokuskan pada tiga aspek utama: pertama, penelusuran latar belakang historis dan intelektual Mulyadhi Kartanegara; kedua, analisis terhadap gagasannya tentang Islamisasi keilmuan modern; dan ketiga, telaah terhadap konsep integrasi keilmuan dalam perspektifnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mulyadhi Kartanegara merupakan salah satu pemikir Muslim Indonesia terkemuka yang menawarkan kritik mendalam terhadap dominasi epistemologi Barat modern.
Ia menyoroti ketidakkonsistenan pendekatan ilmiah Barat yang reduksionistik serta mengabaikan dimensi spiritual dan metafisik.
Konsep Islamisasi keilmuan yang ia usung tidak bermakna penolakan terhadap modernitas, tetapi merupakan upaya untuk membangun sistem pengetahuan Islam yang integral, kontekstual, dan berlandaskan tauhid.
Dalam kerangka integrasi keilmuan, ia menegaskan pentingnya penggabungan empat pendekatan epistemologis: empiris (indrawi), rasional (burhani), intuitif (irfani), dan tekstual (bayani).
Rekonstruksi keilmuan modern, menurutnya, harus dimulai dengan meninjau ulang basis epistemologinya agar sains tidak hanya menjadi alat teknologis, tetapi juga sarana menuju makrifat dan kebijaksanaan ilahiyah.
Dengan demikian, Islam dapat tampil sebagai subjek aktif dalam membentuk peradaban ilmu yang transendental dan holistik.
Related Results
Dekonstruksi Jacques Derrida pada Arsitektur Sekolah Anak Usia Dini di Jepang dan Korea
Dekonstruksi Jacques Derrida pada Arsitektur Sekolah Anak Usia Dini di Jepang dan Korea
Suasana kelas formal dengan aturan desain baku, tidak berarti menjadi sekolah ramah anak. Ruang dan suasana pembelajaran yang bebas dari dogma/langgam arsitektur tertentu, bisa mem...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DEKONSTRUKSI DERRIDA PADA KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF
DEKONSTRUKSI DERRIDA PADA KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF
Bahasa merupakan sekumpulan tanda-tanda yang menggiring pada suatu makna tertentu. Strukturalisme Ferdinand de Saussure beranggapan penanda (signifier) berkaitan erat dengan petand...
Dekonstruksi Sikap Hidup Tokoh Masyarakat Madura dalam Cerpen Tandak Karya Royyan Julian
Dekonstruksi Sikap Hidup Tokoh Masyarakat Madura dalam Cerpen Tandak Karya Royyan Julian
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud dekonstruksi sikap hidup tokoh masyarakat Madura dalam cerpen Tandak karya Royyan Julian. Penelitian ini menggunakan metode dekonstru...
Sebuah Pengantar kepada Dekonstruksi
Sebuah Pengantar kepada Dekonstruksi
Artikel ini adalah sebuah pengantar kepada dekonstruksi. Harus diakui bahwa kita tidak dapat memahami apa itu dekonstruksi secara utuh. Tepatnya, kita hanya dapat menggambarkannya ...
DEKONSTRUKSI DALAM CERPEN “MANDI BUNGAS” KARYA RAHMIYATI
DEKONSTRUKSI DALAM CERPEN “MANDI BUNGAS” KARYA RAHMIYATI
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dekonstruksi dalam cerpen “Mandi Bungas” karya Rahmiyati. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengg...
Sistem Informasi Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pascabencana Berbasis Web
Sistem Informasi Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pascabencana Berbasis Web
Di era modern ini, perkembangan teknologi informasi menuntut untuk terus mengikuti perkembangan teknologi, begitu juga dengan instansi yang akan melakukan pendataan pascabencana se...
Filsafat Pasca Dekonstruksi
Filsafat Pasca Dekonstruksi
Artikel ini hendak memberikan sebuah gambaran tentang masa depan filsafat pasca Dekonstruksi menurut pemikiran Derrida. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: “Bagaimana ber...

