Javascript must be enabled to continue!
Infleksi dalam Bahasa Banjar
View through CrossRef
Penelitian mengenai infleksi dalam kepustakaan modern telah dilakukan pada berbagai bahasa. Bahasa Banjar sebagai lingua franca di sebagian besar wilayah Kalimantan perlu mendapat perhatian yang sama di bidang ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan infleksi bahasa Banjar dalam lingkup verba, nomina, dan adjektiva. Metode yang digunakan ialah observasi. Sumber data utama penelitian ini berbentuk tulisan yang diambil dari berbagai sumber dokumen berbahasa Banjar. Penelitian ini menemukan dalam bahasa Banjar pada lingkup verba, prefiks infleksi berjumlah 5 buah, yaitu ma-, di-, ba-, ta-, dan sa-, infiks 4 buah, yaitu –ar-, -ur-, -al-, dan –ul-, sufiks 1 buah, yaitu –akan, sedangkan konfiks berjumlah 6 buah, yaitu ma-an, ma-i, ma-akan, ta-an, ta-i, dan ta-akan, serta imbuhan gabung 2 buah, yaitu mai-i-akan dan ta-i-akan. Pada lingkup nomina, prefiks infleksi berjumlah 2 buah, yaitu pa- dan sa-, sedangkan konfiks berjumlah 3 buah, yaitu sa-an, ka-an, dan pa-an, sedangkan imbuhan gabung 1 buah, yaitu sa-an-nya. Pada lingkup adjektiva, prefiks infleksi berjumlah 3 buah, yaitu ma-, ta-, dan pa-, sufiks 1 buah, yaitu –an, dan konfiks berjumlah 4 buah, yaitu sa-an, pa-an, pa-nya, dan ka-an
STKIP PGRI Banjarmasin
Title: Infleksi dalam Bahasa Banjar
Description:
Penelitian mengenai infleksi dalam kepustakaan modern telah dilakukan pada berbagai bahasa.
Bahasa Banjar sebagai lingua franca di sebagian besar wilayah Kalimantan perlu mendapat perhatian yang sama di bidang ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan infleksi bahasa Banjar dalam lingkup verba, nomina, dan adjektiva.
Metode yang digunakan ialah observasi.
Sumber data utama penelitian ini berbentuk tulisan yang diambil dari berbagai sumber dokumen berbahasa Banjar.
Penelitian ini menemukan dalam bahasa Banjar pada lingkup verba, prefiks infleksi berjumlah 5 buah, yaitu ma-, di-, ba-, ta-, dan sa-, infiks 4 buah, yaitu –ar-, -ur-, -al-, dan –ul-, sufiks 1 buah, yaitu –akan, sedangkan konfiks berjumlah 6 buah, yaitu ma-an, ma-i, ma-akan, ta-an, ta-i, dan ta-akan, serta imbuhan gabung 2 buah, yaitu mai-i-akan dan ta-i-akan.
Pada lingkup nomina, prefiks infleksi berjumlah 2 buah, yaitu pa- dan sa-, sedangkan konfiks berjumlah 3 buah, yaitu sa-an, ka-an, dan pa-an, sedangkan imbuhan gabung 1 buah, yaitu sa-an-nya.
Pada lingkup adjektiva, prefiks infleksi berjumlah 3 buah, yaitu ma-, ta-, dan pa-, sufiks 1 buah, yaitu –an, dan konfiks berjumlah 4 buah, yaitu sa-an, pa-an, pa-nya, dan ka-an.
Related Results
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Ba...
Adaptasi Budaya Suku Jawa Dengan Suku Banjar di Kabupaten Asahan
Adaptasi Budaya Suku Jawa Dengan Suku Banjar di Kabupaten Asahan
Abstrak: Penelitian ini membahas proses komunikasi antarbudaya antara suku Jawa dan suku Banjar dalam adapatasi budaya di Desa Banjar, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan. Fokus ...
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Kelayakan Finansial Agroindustri Tempe yang dijalankan oleh seorang Perajin Tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota...
IMPLEMENTASI KEPUTUSAN PESAMUAN AGUNG III MUDP BALI NOMOR 01/KEP/PSM-3/MPD BALI/X/2010 TERHADAP ANAK PEREMPUAN DALAM SISTEM PEWARISAN DI DESA ADAT BANJAR TEGEHA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG
IMPLEMENTASI KEPUTUSAN PESAMUAN AGUNG III MUDP BALI NOMOR 01/KEP/PSM-3/MPD BALI/X/2010 TERHADAP ANAK PEREMPUAN DALAM SISTEM PEWARISAN DI DESA ADAT BANJAR TEGEHA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Penerapan Keputusan Pesamuan Agung III MUDP Bali Nomor 01/Kep/PSM-3/MDP Bali/X/2010 terhadap anak perempuan dalam pewarisan (2) Hambat...
Review Of Islamic Law Regarding The Beliefs Of The Banjar Community Regarding Pamali And Kapuhunan In Their Daily Lives
Review Of Islamic Law Regarding The Beliefs Of The Banjar Community Regarding Pamali And Kapuhunan In Their Daily Lives
ABSTRACT
This research examines the Banjar people's habit of believing in pamali and kapuhunan. As indigenous Banjar people, most of them strongly believe in pamali and kapuhunan,...
Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat
This study aims to describe archaic word forms and archaic meanings in the Banjar language in Pembengis Village, West Tanjung Jabung regency. Archaic are words or terms that are no...
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Penelitian ini berkenaan [u1] dengan kajian bentuk fisik, jenis, dan fungsi mantra Banjar. Rumusan masalah penelitian ini ada 4, yakni: (1) bagaimanakah bentuk fisik mantra Banjar?...
REKONSTRUKSI DALAMAN VARIAN BANJAR BERIAH PURBA<br>[INTERNAL RECONSTRUCTION OF BANJAR BERIAH PROTO VARIANTS]
REKONSTRUKSI DALAMAN VARIAN BANJAR BERIAH PURBA<br>[INTERNAL RECONSTRUCTION OF BANJAR BERIAH PROTO VARIANTS]
This study describes the phonological system of Banjar Kuala (BK), Banjar Hulu (BJ) and Banjar Alai (BA) dialect variants. The phonological description is used to reconstruct the a...

