Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efektivitas Masako Manuver Untuk Meningkatkan Kemampuan Menelan Pasien Disfagia Usia 64 Tahun: Kasus Tunggal

View through CrossRef
Latar belakang: Gangguan menelan bisa terjadi pada orang yang mengalami Limfoma Non Hodgkin, pengobatan medis yang dilakukan dengan kemoterapi atau radiasi mengakibatkan keringnya air liur (saliva). Mengalami kesulitan untuk menekan bolus menuju fase faringeal. Akibatnya adanya kesulitan untuk mengunyah dan menelan makanan serta mudah tersedak bila makan dalam bentuk solid (biscuit, nasi), makanan dalam bentuk liquid dan semi liquid lebih mudah ditelan dan tidak mengalami tersedak. Terbatasnya makanan yang masuk mengakibatkan asupan makanan kurang memadai mengakibatkan kurang gizi untuk meneruskan kelangsungan hidupnya. Serta makin banyaknya yang menderita gangguan menelan (Disfagi). Tujuan: Penelitian ini bertujuan efektivitas Masako Manuever dalam meningkatkan kemampuan reflek menelan saliva selama 2 detik dengan 3 kali kesempatan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain ekperimen studi kasus tunggal dengan pola single-subject research. Subjek penelitian seorang perempuan usia 64 tahun pasca kemoterapi dan radiasi Limpoma Non Hodgkin dengan gangguan menelan. Tahap A1(pretes) digunakan untuk mencatat kemampuan menelan saliva selama 2 detik dengan 3 kali kesempatan sebelum intervensi. Tahap B (intervensi) menggunakan Masako Manuever melalui 10 sesi terapi yang terstruktur, dan Tahap A2 (Posttes) dilakukan dengan menghentikan sementara intervensi untuk mengevaluasi perubahan kemampuan kemampuan menelan. Data dikumpulkan secara kuantitatif berupa persentase akurasi kemampuan menelan saliva sesuai target.Hasil: Hasil penelitian didapat adanya peningkatan untuk reflek menelan sebanyak 2 poin setelah dilakukan intervensi sebanyak 10 sesi terapi. Kesimpulan: Temuan ini cukup membuktikan bahwa Masako Manuever cukup efektif digunakan dalam menangani dan menjadi strategi dalam menangani gangguan menelan fase faringeal paska kemoterapi dan radiasi.
Title: Efektivitas Masako Manuver Untuk Meningkatkan Kemampuan Menelan Pasien Disfagia Usia 64 Tahun: Kasus Tunggal
Description:
Latar belakang: Gangguan menelan bisa terjadi pada orang yang mengalami Limfoma Non Hodgkin, pengobatan medis yang dilakukan dengan kemoterapi atau radiasi mengakibatkan keringnya air liur (saliva).
Mengalami kesulitan untuk menekan bolus menuju fase faringeal.
Akibatnya adanya kesulitan untuk mengunyah dan menelan makanan serta mudah tersedak bila makan dalam bentuk solid (biscuit, nasi), makanan dalam bentuk liquid dan semi liquid lebih mudah ditelan dan tidak mengalami tersedak.
Terbatasnya makanan yang masuk mengakibatkan asupan makanan kurang memadai mengakibatkan kurang gizi untuk meneruskan kelangsungan hidupnya.
Serta makin banyaknya yang menderita gangguan menelan (Disfagi).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan efektivitas Masako Manuever dalam meningkatkan kemampuan reflek menelan saliva selama 2 detik dengan 3 kali kesempatan.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain ekperimen studi kasus tunggal dengan pola single-subject research.
Subjek penelitian seorang perempuan usia 64 tahun pasca kemoterapi dan radiasi Limpoma Non Hodgkin dengan gangguan menelan.
Tahap A1(pretes) digunakan untuk mencatat kemampuan menelan saliva selama 2 detik dengan 3 kali kesempatan sebelum intervensi.
Tahap B (intervensi) menggunakan Masako Manuever melalui 10 sesi terapi yang terstruktur, dan Tahap A2 (Posttes) dilakukan dengan menghentikan sementara intervensi untuk mengevaluasi perubahan kemampuan kemampuan menelan.
Data dikumpulkan secara kuantitatif berupa persentase akurasi kemampuan menelan saliva sesuai target.
Hasil: Hasil penelitian didapat adanya peningkatan untuk reflek menelan sebanyak 2 poin setelah dilakukan intervensi sebanyak 10 sesi terapi.
Kesimpulan: Temuan ini cukup membuktikan bahwa Masako Manuever cukup efektif digunakan dalam menangani dan menjadi strategi dalam menangani gangguan menelan fase faringeal paska kemoterapi dan radiasi.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Gambaran Hasil Pemeriksaan Pasien Gangguan Menelan Fase Faringeal Usia 64 tahun
Gambaran Hasil Pemeriksaan Pasien Gangguan Menelan Fase Faringeal Usia 64 tahun
Latar Belakang: Disfagia merupakan gangguan menelan yang sering terjadi pada pasien kanker nasofaring, terutama setelah menjalani kemoterapi dan radioterapi. Gangguan ini dapat mem...
Pengaruh Skrining Disfagia pada Pasien Stroke Akut: A Systematic Review
Pengaruh Skrining Disfagia pada Pasien Stroke Akut: A Systematic Review
Stroke merupakatern gangguan neorologis yaitu gangguan disebabkan oleh tidak berfungsinya sistem saraf gangguan aliran darah serebral, yang bisa muncul tiba-tiba dalam beberapa kas...
EFEK BERBAGAI MANUVER REPOSISI PADA BPPV : LITERATUR REVIEW
EFEK BERBAGAI MANUVER REPOSISI PADA BPPV : LITERATUR REVIEW
Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan gangguan organ vestibular yang umum, mencakup sekitar 30% kasus pusing, dan dikarakteristikkan oleh serangan vertigo yang dipi...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
POLA TERAPI DAN EVALUASI KESESUAIAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DI APOTEK APPO FARMA BANJARBARU
POLA TERAPI DAN EVALUASI KESESUAIAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DI APOTEK APPO FARMA BANJARBARU
POLA TERAPI DAN EVALUASI KESESUAIAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DI APOTEK APPO FARMA BANJARBARU THERAPY PATTERNS AND EVALUATION OF THE SUITABILITY OF ANTIHYPERTENSIVEDRUGS IN APPO...
Encefalopati uremikum pada pasien gagal ginjal: Laporan kasus
Encefalopati uremikum pada pasien gagal ginjal: Laporan kasus
Background: Patients with kidney failure often experience clinical symptoms related to fluid and electrolyte imbalance, anemia, malnutrition, and gastrointestinal disorders. One of...
Kepatuhan menelan obat, merokok dan resiko kegagalan konversi (BTA positif) pada pasien tuberculosis
Kepatuhan menelan obat, merokok dan resiko kegagalan konversi (BTA positif) pada pasien tuberculosis
Active smokers, treatment compliance and sputum smear conversion failed among patients treated for active tuberculosisBackground: One of the infectious diseases that often affects ...

Back to Top