Javascript must be enabled to continue!
Simbolisasi Tatoo Pada Masyarakat Lokal Nagari Panti
View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pemaknaan tato di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Perbedaan pandangan tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai keagamaan yang berkembang dalam masyarakat sehingga tato sering dikaitkan dengan perilaku yang menyimpang dari norma yang berlaku. Di sisi lain, terdapat individu yang tetap memilih menggunakan tato meskipun menyadari adanya penilaian negatif dari lingkungan sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap tato merupakan realitas sosial yang dibentuk melalui proses interaksi dan pengalaman masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Penelitian dilakukan di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, masyarakat umum, pemuda, serta pengguna tato. Analisis penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger yang meliputi tahapan eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Nagari Panti Selatan memaknai tato sebagai perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam, bertentangan dengan nilai kearifan lokal, dipandang sebagai penyakit masyarakat yang dapat menimbulkan stigma sosial dan dianggap tidak memberikan manfaat dalam kehidupan. Berdasarkan analisis teori konstruksi sosial Peter L. Berger, pemaknaan tersebut terbentuk melalui proses eksternalisasi ketika masyarakat mengekspresikan keyakinan bahwa tato merupakan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam, objektivasi ketika masyarakat membangun pemahaman bersama bahwa tato bertentangan dengan nilai agama dan norma yang berlaku, serta internalisasi ketika pengguna tato menerima realitas sosial tersebut.
Institute of Advanced Knowledge and Science
Title: Simbolisasi Tatoo Pada Masyarakat Lokal Nagari Panti
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pemaknaan tato di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman.
Perbedaan pandangan tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai keagamaan yang berkembang dalam masyarakat sehingga tato sering dikaitkan dengan perilaku yang menyimpang dari norma yang berlaku.
Di sisi lain, terdapat individu yang tetap memilih menggunakan tato meskipun menyadari adanya penilaian negatif dari lingkungan sosial.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap tato merupakan realitas sosial yang dibentuk melalui proses interaksi dan pengalaman masyarakat.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis.
Penelitian dilakukan di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi.
Informan penelitian terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, masyarakat umum, pemuda, serta pengguna tato.
Analisis penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L.
Berger yang meliputi tahapan eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Nagari Panti Selatan memaknai tato sebagai perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam, bertentangan dengan nilai kearifan lokal, dipandang sebagai penyakit masyarakat yang dapat menimbulkan stigma sosial dan dianggap tidak memberikan manfaat dalam kehidupan.
Berdasarkan analisis teori konstruksi sosial Peter L.
Berger, pemaknaan tersebut terbentuk melalui proses eksternalisasi ketika masyarakat mengekspresikan keyakinan bahwa tato merupakan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam, objektivasi ketika masyarakat membangun pemahaman bersama bahwa tato bertentangan dengan nilai agama dan norma yang berlaku, serta internalisasi ketika pengguna tato menerima realitas sosial tersebut.
Related Results
Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Perangkat Nagari dalam Pengelolaan Keuangan Nagari di Kecamatan X Koto Singkarak dan Junjung Sirih
Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Perangkat Nagari dalam Pengelolaan Keuangan Nagari di Kecamatan X Koto Singkarak dan Junjung Sirih
ABSTRACTThis study aimed to determine the influence of commitment organization on performance of nagari government apparatus in managing nagari finance in X Koto Singkarak District...
Nagari Berprestasi : Strategi Kepemimpinan Wali Nagari dan Peran Masyarakat di Nagari Pandai Sikek
Nagari Berprestasi : Strategi Kepemimpinan Wali Nagari dan Peran Masyarakat di Nagari Pandai Sikek
This article aims to describe the leadership strategies of village guardian at PandaiSikek village and society’s participation in achieving village achievement at national l...
Perbedaan Perilaku Masyarakat dalam Pelaksanaan Nagari Siaga di Nagari Padang Laweh dan Nagari Kubang Putiah Kabupaten Agam
Perbedaan Perilaku Masyarakat dalam Pelaksanaan Nagari Siaga di Nagari Padang Laweh dan Nagari Kubang Putiah Kabupaten Agam
The number of Nagari Siaga in West Sumatera Province at the end of the year 2008 is 2.125. However this number has not been reached the target yet that are 3.317 Nagari Siaga. The ...
Efektivitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Nagari Karya Anak Nagari dalam Meningkatkan Pendapatan Nagari di Nagari Pinaga Aua Kuniang Kabupaten Pasaman Barat
Efektivitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Nagari Karya Anak Nagari dalam Meningkatkan Pendapatan Nagari di Nagari Pinaga Aua Kuniang Kabupaten Pasaman Barat
Nagari-Owned Enterprises (BUMNag) were established as instruments to optimize the economic potential of nagari and increase Nagari Own-Source Revenue in accordance with Government ...
Pelatihan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Potensi Nagari Untuk Pembangunan Nagari Di Nagari Pungguang Kasiak Lubuk Alung
Pelatihan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Potensi Nagari Untuk Pembangunan Nagari Di Nagari Pungguang Kasiak Lubuk Alung
Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Nagari Pungguang Kasiak Kecamatan Lubuk Alung. Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam meng...
KOHESIVITAS KELOMPOK DITINJAU DARI INTERAKSI SOSIAL DAN JENIS KELAMIN PADA ANAK-ANAK PANTI ASUHAN
KOHESIVITAS KELOMPOK DITINJAU DARI INTERAKSI SOSIAL DAN JENIS KELAMIN PADA ANAK-ANAK PANTI ASUHAN
<p>Penelitian yang dilakukan ini berjudul Kohesivitas Kelompok Ditinjau Dari Interaksi Sosial dan Jenis Kelamin pada Anak-Anak Panti. Permasalahan yang terjadi adalah. anak-a...
Analisis Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Badan Permusyawaratan Nagari Padang Ganting Kabupaten Solok Selatan
Analisis Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Badan Permusyawaratan Nagari Padang Ganting Kabupaten Solok Selatan
Basis sekian banyak diperoleh hasil penelitian. 1), dalam tugas dan wewenang BAMUS Nagari melakukan Padang Ganting adalah pembuatan regulasi mendalam wilayah Nagari dengan Wali Nag...
SIMBOLISASI PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL 'GADIS KRETEK' KARYA RATIH KUMALA DARI PERSPEKTIF FEMINISME EKSISTENSIAL
SIMBOLISASI PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL 'GADIS KRETEK' KARYA RATIH KUMALA DARI PERSPEKTIF FEMINISME EKSISTENSIAL
Simbolisasi pada perempuan Jawa memiliki ruang lingkup yang luas dan terbagi menjadi beberapa aspek kehidupan, baik dari segi penampilan, penempatan, dan segi gagasan. Solusi alter...

