Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakterisasi Morfologi Empat Kultivar Duku (Lansium domesticum) di Jawa Tengah

View through CrossRef
Karakterisasi morfologi merupakan langkah awal yang penting untuk kegiatan konservasi dan koleksi plasma nutfah sumberdaya genetik dalam tahapan kegiatan pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi tanaman duku kultivar Sumber, Woro, Matesih dan Kalikajar yang berasal dari Jawa Tengah. Metode menggunakan purposive sampling method yang dilanjutkan dengan observasi secara deskriptif dengan membandingkan di buku panduan morfologi tanaman dan plant tissue colour book Munsell edisi 2012. Uji dengan principal component analysis (PCA) dilakukan untuk mengetahui pengelompokan karakter masing-masing kultivar. Hasil Analisa menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan morofologi pada karakter kualitatif daun, batang, dan bunga keempat kultivar. Pebedaan karakter terlihat pada tinggi batang utama dan kadar brix buah. Kultivar Matesih memiliki batang primer terendah diikuti oleh Sumber, Woro dan Kalikajar secara berturut-turut. Kadar brix tertinggi dimiliki oleh kultivar Matesih 20% diikuti oleh kultivar Woro 19,5, sedangkan kultivar Sumber dan Kalikajar memiliki kadar brix yang sama yaitu 18%. Analisa melalui principal component analysis menunjukkan bahwa Kultivar Sumber, Woro dan Kalikajar berada di kelompok yang sama, sedangkan Matesih berada di kelompok yang berbeda.
Title: Karakterisasi Morfologi Empat Kultivar Duku (Lansium domesticum) di Jawa Tengah
Description:
Karakterisasi morfologi merupakan langkah awal yang penting untuk kegiatan konservasi dan koleksi plasma nutfah sumberdaya genetik dalam tahapan kegiatan pemuliaan tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi tanaman duku kultivar Sumber, Woro, Matesih dan Kalikajar yang berasal dari Jawa Tengah.
Metode menggunakan purposive sampling method yang dilanjutkan dengan observasi secara deskriptif dengan membandingkan di buku panduan morfologi tanaman dan plant tissue colour book Munsell edisi 2012.
Uji dengan principal component analysis (PCA) dilakukan untuk mengetahui pengelompokan karakter masing-masing kultivar.
Hasil Analisa menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan morofologi pada karakter kualitatif daun, batang, dan bunga keempat kultivar.
Pebedaan karakter terlihat pada tinggi batang utama dan kadar brix buah.
Kultivar Matesih memiliki batang primer terendah diikuti oleh Sumber, Woro dan Kalikajar secara berturut-turut.
Kadar brix tertinggi dimiliki oleh kultivar Matesih 20% diikuti oleh kultivar Woro 19,5, sedangkan kultivar Sumber dan Kalikajar memiliki kadar brix yang sama yaitu 18%.
Analisa melalui principal component analysis menunjukkan bahwa Kultivar Sumber, Woro dan Kalikajar berada di kelompok yang sama, sedangkan Matesih berada di kelompok yang berbeda.

Related Results

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Duku Sebagai Pengusir Nyamuk
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Duku Sebagai Pengusir Nyamuk
Pemberdayaan ini sasarannya adalah masyarakat yang berdomisili di Desa Muara Kumpeh Kecamatan Kumpeh Ulu yang sebagian besar wilayah tersebut merupakan perkebunan duku yang terkena...
Penentuan Status Hara Nitrogen pada Bibit Duku
Penentuan Status Hara Nitrogen pada Bibit Duku
<p>Nitrogen merupakan unsur yang sangat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan produksi tanaman.  Hara ini merupakan komponen esensial klorofil, protein, hormon, dan enzim...
Keragaan Karakter Agronomi dan Morfologi Beberapa Kultivar Tembakau Ponorogo
Keragaan Karakter Agronomi dan Morfologi Beberapa Kultivar Tembakau Ponorogo
Tembakau adalah salah satu komoditas perkebunan yang diminati petani karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Di Kabupaten Ponorogo sebagai daerah penghasil tembakau berkembang beber...
An Overview of the Antibacterial Implications of Lansium domesticum
An Overview of the Antibacterial Implications of Lansium domesticum
Lansium domesticum belongs to the family Meliaceae and is admired for its fruit in southern Asia. The family Meliaceae is known as novel bioactive compounds that are usually used i...
Lansium domesticum: A natural dual-action defence against dengue mosquitoes
Lansium domesticum: A natural dual-action defence against dengue mosquitoes
Preventing dengue virus transmission, which leads to Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), can be effectively achieved using plant-based insecticides. This study investigates the potenti...
Pharmacokinetics and Toxicity Prediction of Lansium domesticum Corr.
Pharmacokinetics and Toxicity Prediction of Lansium domesticum Corr.
A wide range of compounds has been isolated from Lansium domesticum Corr. Secondary metabolites are commonly utilised as valuable resources for potential drug for research and deve...
New Triterpenoids from Lansium domesticum Corr. cv kokossan and Their Cytotoxic Activity
New Triterpenoids from Lansium domesticum Corr. cv kokossan and Their Cytotoxic Activity
Lansium domesticum Corr. is a member of the Meliaceae family that is widely spread in tropical and subtropical region of Asia and America. Traditionally, the fruit of this plant ha...

Back to Top