Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PENGUJIAN PERFORMA MESIN PENGGEMBUR TANAH BERDASARKAN POLA JALAN DENGAN SISTEM PISAU ROTARY
View through CrossRef
Pertanian adalah suatu kegiatan manusia yang termasuk didalamnya yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan dan juga kehutanan. Sebagian besar kurang lebih dari 50 persen mata pencaharian masyarakat di Indonesia adalah sebagai petani, sehingga sektor pertanian sangat penting untuk dikembangkan di negara kita. tanah dapat dilakukan secara cepat dan tidak memerlukan tenaga yang berlebih. Maka dari itu diperlukan dengan adanya alat mesin penggembur tanah dengan sistem pisau rotary tersebut. Dalam penelitian dilapangan ini mempersiapkan lahan perkebunan sebagai tempat pegujian mesin penggembur tanah dimana total luas lahan tersebut 225 m2 atau 0,0225 Ha. Setelah melakukan penyiapan lahan langkah selanjutnya yaitu melakukan uji coba pada mesin penggembur tanah dilapangan yang dimana sudah dipersiapkan pola pola eskperimen yang sudah ditentukan diantaranya pola bolak – balik rapat, pola keliling tengah, pola keliling tepi, pola spiral, pola tepi dan pola tengah yang bertujuan untuk mengambil data penelitian. Nilai kapasitas kerja aktual yang didapatkan dari hasil penggemburan tanah dipengaruhi oleh waktu yang terpakai saat proses tersebut berjalan. Semakin singkat waktu yang digunakan selama proses penggemburan maka nilai kapasitas kerja aktual yang dihasilkan akan semakin besar. Hasil penelitian menyatakan bahwa kapasitas kerja pengolahan tanah dengan menggunakan mesin penggembur tanah yang pertama sudah ditentukan variasinya yaitu kecepatan 1000 rpm, dimana sangat cukup efesien pengerjaannya yang memiliki nilai tertinggi yaitu adalah pola bolak – balik rapat sebesar 0,044 ha/jam dan memiliki nilai paling terendah adalah pola keliling tengah sebesar 0,033 ha/jam. Selanjutnya variasi kecepatan 1500 rpm dimana sangat cukup efesien pengerjaannya yang memiliki nilai tertinggi yaitu adalah pola bolak – balik rapat sebesar 0,068 ha/jam dan memiliki nilai paling terendah adalah pola keliling tengah sebesar 0,044 ha/jam.
Title: ANALISIS PENGUJIAN PERFORMA MESIN PENGGEMBUR TANAH BERDASARKAN POLA JALAN DENGAN SISTEM PISAU ROTARY
Description:
Pertanian adalah suatu kegiatan manusia yang termasuk didalamnya yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan dan juga kehutanan.
Sebagian besar kurang lebih dari 50 persen mata pencaharian masyarakat di Indonesia adalah sebagai petani, sehingga sektor pertanian sangat penting untuk dikembangkan di negara kita.
tanah dapat dilakukan secara cepat dan tidak memerlukan tenaga yang berlebih.
Maka dari itu diperlukan dengan adanya alat mesin penggembur tanah dengan sistem pisau rotary tersebut.
Dalam penelitian dilapangan ini mempersiapkan lahan perkebunan sebagai tempat pegujian mesin penggembur tanah dimana total luas lahan tersebut 225 m2 atau 0,0225 Ha.
Setelah melakukan penyiapan lahan langkah selanjutnya yaitu melakukan uji coba pada mesin penggembur tanah dilapangan yang dimana sudah dipersiapkan pola pola eskperimen yang sudah ditentukan diantaranya pola bolak – balik rapat, pola keliling tengah, pola keliling tepi, pola spiral, pola tepi dan pola tengah yang bertujuan untuk mengambil data penelitian.
Nilai kapasitas kerja aktual yang didapatkan dari hasil penggemburan tanah dipengaruhi oleh waktu yang terpakai saat proses tersebut berjalan.
Semakin singkat waktu yang digunakan selama proses penggemburan maka nilai kapasitas kerja aktual yang dihasilkan akan semakin besar.
Hasil penelitian menyatakan bahwa kapasitas kerja pengolahan tanah dengan menggunakan mesin penggembur tanah yang pertama sudah ditentukan variasinya yaitu kecepatan 1000 rpm, dimana sangat cukup efesien pengerjaannya yang memiliki nilai tertinggi yaitu adalah pola bolak – balik rapat sebesar 0,044 ha/jam dan memiliki nilai paling terendah adalah pola keliling tengah sebesar 0,033 ha/jam.
Selanjutnya variasi kecepatan 1500 rpm dimana sangat cukup efesien pengerjaannya yang memiliki nilai tertinggi yaitu adalah pola bolak – balik rapat sebesar 0,068 ha/jam dan memiliki nilai paling terendah adalah pola keliling tengah sebesar 0,044 ha/jam.
Related Results
RANCANG BANGUN MESIN STIRLING TIPE GAMA BERKAPASITAS 157 ML MENGGUNAKAN SISTEM PENDINGIN FLUIDA CAIR
RANCANG BANGUN MESIN STIRLING TIPE GAMA BERKAPASITAS 157 ML MENGGUNAKAN SISTEM PENDINGIN FLUIDA CAIR
Penelitian tentang pengembangan mesin stirling saat ini sedang berkembang terkusus diakibatkan oleh karakteristik mesin stirling yang dapat mengunakan banyak jenis bahan bakar. Per...
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
Tanah lempung ekspansif merupakan jenis tanah yang sering menimbulkan masalah dalam bidang konstruksi karena memiliki sifat kembang susut yang tinggi. Untuk mengatasi hal terseb...
Nur Puspita Sari
Nur Puspita Sari
Limbah masker yang sulit didaur ulang secara alami menjadikan masalah bagi lingkungan. Masker memiliki sifat terluar menolak air, bagian tengah bersifat menahan virus, dan paling d...
Analisis Penerapan Jalan Satu Arah di Ruas Jalan Raya Leles-Jalan Lingkar Leles
Analisis Penerapan Jalan Satu Arah di Ruas Jalan Raya Leles-Jalan Lingkar Leles
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kemacetan yang sering terjadi di ruas Jalan Raya Leles pada saat jam-jam sibuk dan mengetahui dampak penerapan jalan satu arah te...
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK 4 SEGMEN KORIDOR JALAN UTAMA KOTA TANGERANG SELATAN (JL. PAHLAWAN SERIBU, JL. KAPTEN SOEBIANTO DJOJOHADIKUSUMO, JL. RAYA RAWABUNTU, DAN JL. BUARAN)
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK 4 SEGMEN KORIDOR JALAN UTAMA KOTA TANGERANG SELATAN (JL. PAHLAWAN SERIBU, JL. KAPTEN SOEBIANTO DJOJOHADIKUSUMO, JL. RAYA RAWABUNTU, DAN JL. BUARAN)
A good road corridor is one that pays attention to functionality, quality, and aesthetics, all optimized to meet road corridor planning standards. The profile of physical condition...
Inovasi Teknologi Cultivator dalam Pemberdayaan Petani Palawija di Desa Mane Kareung, Kota Lhokseumawe
Inovasi Teknologi Cultivator dalam Pemberdayaan Petani Palawija di Desa Mane Kareung, Kota Lhokseumawe
Petani palawija di Desa Mane Kareung Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe menghadapi kendala dalam proses pengolahan lahan. Proses pengolahan lahan berupa penggemburan tanah mas...
Pengaruh Gerak U-Turn pada Bukaan Median terhadap Karakteristik Arus Lalu Lintas di Ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani Kabupaten Ketapang
Pengaruh Gerak U-Turn pada Bukaan Median terhadap Karakteristik Arus Lalu Lintas di Ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani Kabupaten Ketapang
Jalan Jenderal Ahmad Yani Kabupaten Ketapang merupakan jalan arteri dengan tipe lingkungan yaitu komersial dan terdapat hambatan samping yang berdampak terhadap kinerja lalu lintas...
PENGARUH KARAKTERISTIK TANAH DASAR TERHADAP KERUSAKAN PERKERASAN JALAN
PENGARUH KARAKTERISTIK TANAH DASAR TERHADAP KERUSAKAN PERKERASAN JALAN
Ruas jalan Basuki Rahmat Kenari merupakan ruas jalan yang mempunyai tingkat kerusakan jalan yang bervariasi mulai dari kerusakan ringan, sedang, sampai berat. Kerusakan-kerusakan i...

