Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERAN NINIK MAMAK DALAM SISTEM PEMERINTAHAN LOKAL DI KANAGARIAN TIKU SELATAN, TANJUNG MUTIARA, KABUPATEN AGAM

View through CrossRef
Peran ninik mamak dalam nagari tidak sedominan pada masa sebelum tahun 1980-an, di mana KAN (Kerapatan Adat Nagari) tidak menentukan lagi dalam pemerintahan nagari, tugas KAN hanya mengurus masalah sako dan pusako artinya mengurus masalah- masalah yang berkaitan dengan adat dan harta pusaka. Pemerintahan Nagari dominan ditentukan oleh wali nagari dan perangkatnya. Ninik mamak hanya dijadikan mitra oleh pemerintahan sehingga untuk menentukan arah kebijakan politik, ekonomi dan pembangunan nagari lebih menjadi wewenang wali nagari dan perangkatnya, sehingga peran ninik mamak mulai terpinggirkan. Adapun tujuan penelitian, untuk mengetahui peran ninik mamak dalam sistem pemerintahan lokal di Kenagarian Tiku Selatan, Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sementara teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan berdasarkan kriteria dan melakukan observasi langsung terhadap objek peneliti. Populasi yang digunakan adalah semua yang terlibat dalam pemerintahan lokal dan tokoh-tokoh masyarakat dan sampel penelitian sebanyak 14 orang berdasarkan teknik purposive sampling (berdasarkan kriteria). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa nagari tiku selatan mempunyai 28 orang ninik mamak. Secara historis susunan eksekutifnya disebut dengan Basa Nan Barampek yakni Datua Rangkayo Basa, Datuak Rangkayo Kaciak, Datuak Rangkayo Bungsu, dan Datuak Rajo Dilia. Basa Nan Barampek memiliki kekuasan penuh dalam nagari baik dari segi ekonomi, sosial maupun politik, namun pasca reformasi Ninik mamak disetarakan dengan anak kemanakan dalam ruang politik. Kekuasaan dalam nagari lebih dominan dipegang oleh wali nagari dan perangkatnya, sehingga ninikmamak hanya sebagai mitra wali nagari dalam pelaksanaan pemerintahannya.
Goacademica Research and Publishing
Title: PERAN NINIK MAMAK DALAM SISTEM PEMERINTAHAN LOKAL DI KANAGARIAN TIKU SELATAN, TANJUNG MUTIARA, KABUPATEN AGAM
Description:
Peran ninik mamak dalam nagari tidak sedominan pada masa sebelum tahun 1980-an, di mana KAN (Kerapatan Adat Nagari) tidak menentukan lagi dalam pemerintahan nagari, tugas KAN hanya mengurus masalah sako dan pusako artinya mengurus masalah- masalah yang berkaitan dengan adat dan harta pusaka.
Pemerintahan Nagari dominan ditentukan oleh wali nagari dan perangkatnya.
Ninik mamak hanya dijadikan mitra oleh pemerintahan sehingga untuk menentukan arah kebijakan politik, ekonomi dan pembangunan nagari lebih menjadi wewenang wali nagari dan perangkatnya, sehingga peran ninik mamak mulai terpinggirkan.
Adapun tujuan penelitian, untuk mengetahui peran ninik mamak dalam sistem pemerintahan lokal di Kenagarian Tiku Selatan, Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sementara teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan berdasarkan kriteria dan melakukan observasi langsung terhadap objek peneliti.
Populasi yang digunakan adalah semua yang terlibat dalam pemerintahan lokal dan tokoh-tokoh masyarakat dan sampel penelitian sebanyak 14 orang berdasarkan teknik purposive sampling (berdasarkan kriteria).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa nagari tiku selatan mempunyai 28 orang ninik mamak.
Secara historis susunan eksekutifnya disebut dengan Basa Nan Barampek yakni Datua Rangkayo Basa, Datuak Rangkayo Kaciak, Datuak Rangkayo Bungsu, dan Datuak Rajo Dilia.
Basa Nan Barampek memiliki kekuasan penuh dalam nagari baik dari segi ekonomi, sosial maupun politik, namun pasca reformasi Ninik mamak disetarakan dengan anak kemanakan dalam ruang politik.
Kekuasaan dalam nagari lebih dominan dipegang oleh wali nagari dan perangkatnya, sehingga ninikmamak hanya sebagai mitra wali nagari dalam pelaksanaan pemerintahannya.

Related Results

PERAN NINIK MAMAK,MAMAK DAN KAMANAKAN DI MINANGKABAU
PERAN NINIK MAMAK,MAMAK DAN KAMANAKAN DI MINANGKABAU
In Minangkabau the role of ninik mamak, mamak and kamanakan is very important. For example, when there is a problem between communities, it is Ninik Mamak who will handle it. So wh...
PERAN NINIK MAMAK,MAMAK DAN KAMANAKAN DI MINANGKABAU
PERAN NINIK MAMAK,MAMAK DAN KAMANAKAN DI MINANGKABAU
In Minangkabau the role of ninik mamak, mamak and kamanakan is very important. For example, when there is a problem between communities, it is Ninik Mamak who will handle it. So wh...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
Pembahasan tentang pemerintahan tentunya tidaklah boleh lepas dari disiplin ilmu dan teori-teori tentang Ilmu Pemerintahan itu sendiri. Sejatinya, sejarah ilmu pemerintahan sudah d...
Studi Analisis Dampak Lalu Lintas dari Pengembangan Kawasan Pantai Tiku Kabupaten Agam
Studi Analisis Dampak Lalu Lintas dari Pengembangan Kawasan Pantai Tiku Kabupaten Agam
Kabupaten Agam merupakan salah satu kabupaten terbesar yang ada di provinsi Sumatera Barat. Didalam Kabupaten Agam tersebut terdapat salah satu kawasan wisata yaitu kawasan wisata ...

Back to Top