Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH PEMANASAN MEDIA NA
View through CrossRef
Laboratorium Mikrobiologi di Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Aceh, sering menggunakan media Nutrient Agar (NA) untuk menghitung jumlah total bakteri dalam berbagai praktikum bakteriologi. Media ini, setelah dibuat dan didinginkan hingga mengeras, disimpan di lemari pendingin pada suhu 2-8 °C selama 1-2 minggu. Sebelum digunakan, media tersebut harus dipanaskan kembali pada suhu 100 °C untuk mencairkannya. Proses ini sering kali dilakukan berulang kali guna menghemat tenaga dan fasilitas di laboratorium. Namun, pemanasan berulang media NA diduga dapat menurunkan pH media dan mengurangi jumlah koloni bakteri yang tumbuh, sehingga berpotensi mempengaruhi akurasi hasil uji mikrobiologi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemanasan berulang media NA mempengaruhi pH dan pertumbuhan koloni bakteri. Untuk mengetahui pengaruh pemanasan media NA 1x, 2x, 3x, 4x dan 5x terhadap pH dan jumlah koloni bakteri. Eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap. Data dikumpulkan melalui pengulangan pemanasan media NA sebanyak 4 kali, dan pH serta jumlah koloni yang tumbuh diukur setelah interval waktu tertentu hingga pemanasan dilakukan 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanasan berulang media NA mempengaruhi pH dan pertumbuhan bakteri. Semakin sering media dipanaskan, semakin rendah pH media, dan semakin sedikit koloni bakteri yang tumbuh. Pemanasan media Nutrient Agar (NA) yang berulang-ulang berpengaruh terhadap TPC Bakteri atau jumlah pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
LPPM Universitas Abdurrab
Title: PENGARUH PEMANASAN MEDIA NA
Description:
Laboratorium Mikrobiologi di Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Aceh, sering menggunakan media Nutrient Agar (NA) untuk menghitung jumlah total bakteri dalam berbagai praktikum bakteriologi.
Media ini, setelah dibuat dan didinginkan hingga mengeras, disimpan di lemari pendingin pada suhu 2-8 °C selama 1-2 minggu.
Sebelum digunakan, media tersebut harus dipanaskan kembali pada suhu 100 °C untuk mencairkannya.
Proses ini sering kali dilakukan berulang kali guna menghemat tenaga dan fasilitas di laboratorium.
Namun, pemanasan berulang media NA diduga dapat menurunkan pH media dan mengurangi jumlah koloni bakteri yang tumbuh, sehingga berpotensi mempengaruhi akurasi hasil uji mikrobiologi.
Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemanasan berulang media NA mempengaruhi pH dan pertumbuhan koloni bakteri.
Untuk mengetahui pengaruh pemanasan media NA 1x, 2x, 3x, 4x dan 5x terhadap pH dan jumlah koloni bakteri.
Eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap.
Data dikumpulkan melalui pengulangan pemanasan media NA sebanyak 4 kali, dan pH serta jumlah koloni yang tumbuh diukur setelah interval waktu tertentu hingga pemanasan dilakukan 5 kali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanasan berulang media NA mempengaruhi pH dan pertumbuhan bakteri.
Semakin sering media dipanaskan, semakin rendah pH media, dan semakin sedikit koloni bakteri yang tumbuh.
Pemanasan media Nutrient Agar (NA) yang berulang-ulang berpengaruh terhadap TPC Bakteri atau jumlah pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
SOSIALISASI DYNAMIC STRETCHING DI SSB CLUB SPARTA PALLAMEANG PINRANG
SOSIALISASI DYNAMIC STRETCHING DI SSB CLUB SPARTA PALLAMEANG PINRANG
Keterbatasan pengetahuan tentang dynamic stretching atau pemanasan dinamis terkait dengan sepak bola menjadi dasar melakukan kegiatan pengabdian ini. Tujuan kegiatan pengabdian mas...
KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA SIRUP MANGROVE PIDADA DENGAN PENAMBAHAN CMC DAN LAMA PEMANASAN
KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA SIRUP MANGROVE PIDADA DENGAN PENAMBAHAN CMC DAN LAMA PEMANASAN
Sirup adalah sari buah pekat yang diperoleh dengan cara pengepresan daging buah dan dilanjutkan dengan pemekatan baik dengan cara pendidihan biasa maupun dengan cara lain seperti p...
KONSEP TRI HITA KARANA DAN UPAYA PENANGANAN PEMANASAN GLOBAL
KONSEP TRI HITA KARANA DAN UPAYA PENANGANAN PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global menjadi masalah serius terkait lingkungan yang dihadapi dunia akibat tumpukan gas-gas rumah kaca di atmosfer. Gas-gas ini terdiri dari Karbondioksida (CO), Metana ...
The Hybrid Breeding of Nanomedia
The Hybrid Breeding of Nanomedia
IntroductionIf human beings have become a geophysical force, capable of impacting the very crust and atmosphere of the planet, and if geophysical forces become objects of study, pr...
Analisis Angka Lempeng Total Minyak Balur Kombinasi VCO dan Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl.) dengan Variasi Suhu Pemanasan
Analisis Angka Lempeng Total Minyak Balur Kombinasi VCO dan Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl.) dengan Variasi Suhu Pemanasan
Minyak balur kombinasi VCO dan cabai jawa merupakan ramuan herbal berbentuk cair yang diperoleh dari tumbuhan buah cabaii jawa (Piper retrofractum Vahl.) dengan penambahan minyak k...
Optimasi Treatment Pemanasan pada Proses Pengelasan Pipa Penstock
Optimasi Treatment Pemanasan pada Proses Pengelasan Pipa Penstock
Cacat retak pada sambungan las merupakan permasalahan utama dalam perakitan pipa penstock untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Cacat retak disebabkan oleh pendinginan yang c...
Analisis Miskonsepsi Calon Guru IPA Terpadu pada Materi Pamanasan Global Menggunakan Certainty of Response Index
Analisis Miskonsepsi Calon Guru IPA Terpadu pada Materi Pamanasan Global Menggunakan Certainty of Response Index
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil miskonsepsi calon guru IPA Terpadu dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab miskonsepsi pada materi pemanasan global. Metode pen...

