Javascript must be enabled to continue!
KETANGGUHAN TERMAL: MENGANALISIS BENTUK ATAP VERNAKULAR DALAM MENGATUR SUHU DAN KELEMBAPAN
View through CrossRef
Abstract: Vernacular architecture is still used today, especially in rural areas because almost all residents do not have expertise in the field of architecture. In theory, this concept is worthy of use because it can respond to surrounding conditions. However, in reality, many residents of vernacular houses feel as hot as the residents of Slagi Jepara Village feel. Moreover, coastal areas have higher temperatures than other types of areas. This causes the house to be more adaptable by providing maximum thermal performance. The roof will receive the most heat from outside, so the role of the roof in regulating building temperature is important. Therefore, this research was carried out with the aim of knowing the thermal performance of several types of vernacular roofs so as to obtain the form of vernacular roof that has the best thermal performance. Using quantitative methods with the help of data loggers to record the temperature and humidity of the under-roof and exterior spaces. As a result, the roof of Limasan Lawakan has better thermal performance than the roof of Limasan Maligi Gajah. This is in accordance with research which states that the height and air circulation on the roof affect the thermal performance values.Keyword: Kinerja Termal, Atap, Arsitektur VernakularAbstrak: Arsitektur vernakular masih digunakan hingga sekarang terlebih di pedesaan karena hampir semua warganya tidak memiliki keahlian di bidang arsitektur. Dalam teorinya, konsep ini memang layak digunakan karena dapat merespon kondisi sekitar. Namun, pada kenyataannya banyak penghuni rumah vernakular yang merasa panas seperti yang dirasakan warga Desa Slagi Jepara. Terlebih wilayahnya berupa pesisir memiliki suhu lebih tinggi daripada tipe wilayah yang lain. Hal ini menyebabkan rumah harus lebih bisa beradaptasi dengan memberikan kinerja termal yang lebih maksimal. Panas dari luar akan diterima paling banyak oleh atap sehingga peran atap dalam mengatur suhu bangunan menjadi penting. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui kinerja termal beberapa tipe atap vernakular sehingga didapatkan bentuk atap vernakular yang memiliki kinerja termal paling baik. Menggunakan metode kuantitatif dengan bantuan alat data logger untuk mencatat suhu dan kelembapan ruang bawah atap dan eksterior. Hasilnya, atap limasan lawakan memiliki kinerja termal lebih baik daripada atap limasan maligi gajah. Hal ini sesuai dengan penelitian yang menyebutkan bahwa ketinggian dan sirkulasi udara pada atap mempengaruhi nilai kinerja termal.Kata Kunci: Kinerja Termal, Atap, Arsitektur Vernakular
Title: KETANGGUHAN TERMAL: MENGANALISIS BENTUK ATAP VERNAKULAR DALAM MENGATUR SUHU DAN KELEMBAPAN
Description:
Abstract: Vernacular architecture is still used today, especially in rural areas because almost all residents do not have expertise in the field of architecture.
In theory, this concept is worthy of use because it can respond to surrounding conditions.
However, in reality, many residents of vernacular houses feel as hot as the residents of Slagi Jepara Village feel.
Moreover, coastal areas have higher temperatures than other types of areas.
This causes the house to be more adaptable by providing maximum thermal performance.
The roof will receive the most heat from outside, so the role of the roof in regulating building temperature is important.
Therefore, this research was carried out with the aim of knowing the thermal performance of several types of vernacular roofs so as to obtain the form of vernacular roof that has the best thermal performance.
Using quantitative methods with the help of data loggers to record the temperature and humidity of the under-roof and exterior spaces.
As a result, the roof of Limasan Lawakan has better thermal performance than the roof of Limasan Maligi Gajah.
This is in accordance with research which states that the height and air circulation on the roof affect the thermal performance values.
Keyword: Kinerja Termal, Atap, Arsitektur VernakularAbstrak: Arsitektur vernakular masih digunakan hingga sekarang terlebih di pedesaan karena hampir semua warganya tidak memiliki keahlian di bidang arsitektur.
Dalam teorinya, konsep ini memang layak digunakan karena dapat merespon kondisi sekitar.
Namun, pada kenyataannya banyak penghuni rumah vernakular yang merasa panas seperti yang dirasakan warga Desa Slagi Jepara.
Terlebih wilayahnya berupa pesisir memiliki suhu lebih tinggi daripada tipe wilayah yang lain.
Hal ini menyebabkan rumah harus lebih bisa beradaptasi dengan memberikan kinerja termal yang lebih maksimal.
Panas dari luar akan diterima paling banyak oleh atap sehingga peran atap dalam mengatur suhu bangunan menjadi penting.
Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui kinerja termal beberapa tipe atap vernakular sehingga didapatkan bentuk atap vernakular yang memiliki kinerja termal paling baik.
Menggunakan metode kuantitatif dengan bantuan alat data logger untuk mencatat suhu dan kelembapan ruang bawah atap dan eksterior.
Hasilnya, atap limasan lawakan memiliki kinerja termal lebih baik daripada atap limasan maligi gajah.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang menyebutkan bahwa ketinggian dan sirkulasi udara pada atap mempengaruhi nilai kinerja termal.
Kata Kunci: Kinerja Termal, Atap, Arsitektur Vernakular.
Related Results
PRTOTIPE MONITORING SUHU DAN KELEMBAPAN PADA BUDIDAYA KELINCI DENGAN KOMUNIKASI MODBUS PADA SENSOR XY-MD02
PRTOTIPE MONITORING SUHU DAN KELEMBAPAN PADA BUDIDAYA KELINCI DENGAN KOMUNIKASI MODBUS PADA SENSOR XY-MD02
Dalam budidaya kelinci, , penting untuk memperhatikan faktor-faktor seperti suhu dan kelembapan udara di dalam kandang. Suhu dan kelembapan yang ideal akan menjaga kualitas bulu d...
Sistem Monitoring Suhu dan Kelembapan di Ruang Server Siloam Hospitals Lippo Village berbasis Arduino Uno R3 dan Sensor DHT11 dengan Notifikasi Melalui Telegram
Sistem Monitoring Suhu dan Kelembapan di Ruang Server Siloam Hospitals Lippo Village berbasis Arduino Uno R3 dan Sensor DHT11 dengan Notifikasi Melalui Telegram
Telah berhasil dibuat suatu sistem yang dapat memonitoring suhu dan kelembapan serta mengirimkan pesan peringatan ketika suhu atau kelembapan di ruang server melebihi batas. Sistem...
Prinsip Arsitektur Tropis Nusantara pada Rumah Vernakular Jawa (Studi Kasus: Omah Joglo dan Limasan di Gunungkidul)
Prinsip Arsitektur Tropis Nusantara pada Rumah Vernakular Jawa (Studi Kasus: Omah Joglo dan Limasan di Gunungkidul)
Arsitektur vernakular adalah wujud adaptasi masyarakat terhadap lingkungan yang mencerminkan budaya lokal. Bentuk arsitektur vernakular di Indonesia dikenal sebagai Arsitektur Trop...
Design of a Greenhouse Room Temperature and Humidity Control System Using a DHT 22 Sensor
Design of a Greenhouse Room Temperature and Humidity Control System Using a DHT 22 Sensor
Kondisi suhu dan kelembapan pada pertumbuhan tanaman menjadi salah satu faktor yang penting. Ketidakstabilan suhu dan kelembapan sering menjadi permasalahan yang menjadikan tanaman...
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA SELASAR SUNARYO ART SPACE
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA SELASAR SUNARYO ART SPACE
Abstract: Neo-Vernacular architecture is a concept within the postmodern movement that combines two styles, modern and vernacular. In an increasingly advanced and modern era, moder...
The effect of hypnotherapy and mental toughness on concentration when competing for futsal athletes
The effect of hypnotherapy and mental toughness on concentration when competing for futsal athletes
The purpose of this study was to determine the difference in the effect of the type of hypnosis and the level of mental toughness on the concentration of futsal athletes. This rese...
PROTOTIPE PENGATUR SUHU OTOMATIS PETERNAKAN UNGGAS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO
PROTOTIPE PENGATUR SUHU OTOMATIS PETERNAKAN UNGGAS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO
Unggas merupakan hewan ternak yang pertumbuhan nya dipengaruhi suhu lingkungan. Suhu kandang harus di atas suhu nyaman akan mengakibatkan stres pada hewan unggas.Stress dapat mempe...
STRATEGI KENYAMANAN TERMAL MASJID AL-KAUTSAR KERTONATAN, KARTASURA, SUKOHARJO
STRATEGI KENYAMANAN TERMAL MASJID AL-KAUTSAR KERTONATAN, KARTASURA, SUKOHARJO
Iklim tropis lembab di Indonesia menyebabkan rendahnya kecepatan angin, serta kelembapan dan suhu udara yang tinggi. Kelembapan tinggi menyebabkan sirkulasi udara tidak lancar dan ...

