Javascript must be enabled to continue!
Edukasi Dan Terapi Akupuntur Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Desa Melinggih
View through CrossRef
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg setelah dilakukan dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dengan keadaan tenang. Gejala dari penyait hipertensi adalah pengelihatan kabur karena kerusakan retina, nyeri pada kepala, mual muntah yang merupakan akibat meningkatnya tekanan intra kranial, edema dependent, adanya pembengkakan akibat adanya peningkatan kapiler. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi adalah umur, jenis kelamin laki-laki lebih beresiko menderita dibandingkan perempuan, keturunan, obesitas, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, konsumsi garam, dan penyakit peserta seperti diabetes militus. Pengobatan pada hipertensi dapat berupa farmakologi dan non farmakologi. Salah satu pengobatan non farmakologi adalah Akupuntur. Metode penusukan jarum pada akupunktur akan menstimulasi dikeluarkan dan diaktivasinya zat aktif seperti Nitric Oxide (NO) yang merupakan zat vasodilator yang dihasilkan oleh endotel pembuluh darah yang memicu vasodilatasi. Saat ini telah tersedia pelayanan kesehatan terintegrasi dengan pengobatan tradisional di RS Payangan yang terletak di Desa Melinggih. Terapi Akupuntur merupakan salah satu bagian dari layanan terintegrasi tersebut. Namun sepertinya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui layanan ini. Oleh sebab itu pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pelayanan terapi akupuntur dan kualitas hidup penderita tekanan darah tinggi dengan terapi akupunktur di Desa Melinggih. Berdasarkan hal tersebut, diadakan kegiatan bertahap yang diawali dengan sosialisasi kegiatan, pemberian edukasi tentang terapi akupuntur dan penanganan hipertensi dengan terapi akupuntur serta diakhiri dengan evaluasi hasil kegiatan. Indikator capaian adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang terapi akupuntur dan tekanan darah penderita dalam rentang normal atau terkendali
Kata kunci : Hipertensi, akupuntur, komplementer
Institut Teknologi dan Kesehatan Bali
Title: Edukasi Dan Terapi Akupuntur Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Desa Melinggih
Description:
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg setelah dilakukan dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dengan keadaan tenang.
Gejala dari penyait hipertensi adalah pengelihatan kabur karena kerusakan retina, nyeri pada kepala, mual muntah yang merupakan akibat meningkatnya tekanan intra kranial, edema dependent, adanya pembengkakan akibat adanya peningkatan kapiler.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi adalah umur, jenis kelamin laki-laki lebih beresiko menderita dibandingkan perempuan, keturunan, obesitas, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, konsumsi garam, dan penyakit peserta seperti diabetes militus.
Pengobatan pada hipertensi dapat berupa farmakologi dan non farmakologi.
Salah satu pengobatan non farmakologi adalah Akupuntur.
Metode penusukan jarum pada akupunktur akan menstimulasi dikeluarkan dan diaktivasinya zat aktif seperti Nitric Oxide (NO) yang merupakan zat vasodilator yang dihasilkan oleh endotel pembuluh darah yang memicu vasodilatasi.
Saat ini telah tersedia pelayanan kesehatan terintegrasi dengan pengobatan tradisional di RS Payangan yang terletak di Desa Melinggih.
Terapi Akupuntur merupakan salah satu bagian dari layanan terintegrasi tersebut.
Namun sepertinya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui layanan ini.
Oleh sebab itu pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pelayanan terapi akupuntur dan kualitas hidup penderita tekanan darah tinggi dengan terapi akupunktur di Desa Melinggih.
Berdasarkan hal tersebut, diadakan kegiatan bertahap yang diawali dengan sosialisasi kegiatan, pemberian edukasi tentang terapi akupuntur dan penanganan hipertensi dengan terapi akupuntur serta diakhiri dengan evaluasi hasil kegiatan.
Indikator capaian adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang terapi akupuntur dan tekanan darah penderita dalam rentang normal atau terkendali
Kata kunci : Hipertensi, akupuntur, komplementer.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
Salah satu terapi pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu dengan pemberian seduhan daun sungkai. Daun sungkai (Peronema Canescens Jack) merupakan etnobotani Indonesia da...
Hubungan Kepatuhan Diet Hipertensi dan Senam Lansia dengan Penurunan Tekanan Darah pada Lansia
Hubungan Kepatuhan Diet Hipertensi dan Senam Lansia dengan Penurunan Tekanan Darah pada Lansia
Abstrak Permasalahan yang sering dihadapi lansia yaitu terjadi penurunan berbagai fungsi organ tubuh, lansia yang mengalami aterosklerosis, sehingga beresiko hipertensi. Hipertens...
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA UNTUK MENCEGAH STROKE PADA LANSIA HIPERTENSI
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA UNTUK MENCEGAH STROKE PADA LANSIA HIPERTENSI
Proses menua dimulai sejak permulaan kehidupan dan merupakan proses sepanjang daur kehidupan. Proses menua tetap menimbulkan permasalahan baik secara biologis, mental maupun sosial...
EDUKASI PADA KADER LANSIA TENTANG HIPERTENSI DAN CARA PENGUKURAN TEKANAN DARAH
EDUKASI PADA KADER LANSIA TENTANG HIPERTENSI DAN CARA PENGUKURAN TEKANAN DARAH
Abstract
Prevalensi klien hipertensi di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2017 sebanyak 18.966 kasus dan pada tahun 2018 sebanyak 23.649 kasus. Jumlah kasus baru hipertensi pad...
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Latihan Senam Lansia Dengan Hipertensi Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Latihan Senam Lansia Dengan Hipertensi Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan
Latar Belakang: Lanjut Usia (Lansia) sebuah proses bertambahnya usia disertai adanya penurunan fungsi organ tubuh pada lansia, seiring meningkatnya usia, terjadi perubahan dalam st...
PENGARUH TERAPI AKUPUNTUR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RUMAH SEHAT IBNU SINA PALEMBANG
PENGARUH TERAPI AKUPUNTUR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RUMAH SEHAT IBNU SINA PALEMBANG
Hipertensi menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia dan sebagai salah satu faktor risiko saat ini, utama penyakit kardiovaskuler. Pencegahan atau pengobatan hipertensi dapat dila...

