Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemanfaatan Penawar Sampai (Tinospora crispa L.) sebagai Tanaman Obat Tradisional oleh Suku Dayak Ngaju

View through CrossRef
 Kehidupan sub rumpun Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah sangat bergantung pada hutan dan alam. Masyarakatnya menggunakan berbagai obat-obatan tradisional yang bermanfaat, salah satunya adalah tanaman penawar sampai (Tinospora crispa L.). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tanaman T. crispa sebagai obat tradisional Suku Dayak Ngaju. Metode yang digunakan ialah penelitian eksploratif dari Basir, para ahli pengobatan tradisional Suku Dayak Ngaju. Pemilihan Basir menggunakan metode snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa T. crispa yang digunakan oleh masyarakat Suku Dayak Ngaju secara empiris digunakan sebagai antihipertensi; menunjang diabetes agar terkontrol; pengobatan penyakit kulit; melawan alergi; meningkatkan selera makan; penyembuhan luka; sakit kuning (hepatitis); penyembuhan rematik; antimalaria; menstimulasi saraf; dan antidiare. Kesimpulan penelitian ini bahwa T. crispa merupakan tanaman obat tradisional yang memiliki banyak manfaat. The life of the sub ethnic of Dayak Ngaju Tribe in Central Kalimantan is very dependent on the forest and nature. People use a variety of traditional medicines are beneficial, one of which is the penawar sampai (Tinospora crispa L.). The research objective to explore the utilization of the T. crispa as a medicinal plant traditional Dayak Ngaju Tribe. The method used is exploratory research of Basir, the traditional healers from Dayak Ngaju Tribe. The selection of Basir using the method of snowball sampling. The results of this study indicate that the antidote to that used by the people of Dayak Ngaju Tribe empirically used as an antihypertensive; support to controlled diabetes; a skin disease that can be treated; fight allergies; improves appetite; wound healing; yellow fever (hepatitis); the healing of rheumatism; antimalaria; stimulates the nerves and anti diarrhea. The conclusion of this study that the antidote to is a traditional medicinal plant that has many benefits.Keywords: Penawar Sampai, Tinospora crispa L., Medicinal Plants, Dayak Ngaju Tribe
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: Pemanfaatan Penawar Sampai (Tinospora crispa L.) sebagai Tanaman Obat Tradisional oleh Suku Dayak Ngaju
Description:
 Kehidupan sub rumpun Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah sangat bergantung pada hutan dan alam.
Masyarakatnya menggunakan berbagai obat-obatan tradisional yang bermanfaat, salah satunya adalah tanaman penawar sampai (Tinospora crispa L.
).
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tanaman T.
crispa sebagai obat tradisional Suku Dayak Ngaju.
Metode yang digunakan ialah penelitian eksploratif dari Basir, para ahli pengobatan tradisional Suku Dayak Ngaju.
Pemilihan Basir menggunakan metode snowball sampling.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa T.
crispa yang digunakan oleh masyarakat Suku Dayak Ngaju secara empiris digunakan sebagai antihipertensi; menunjang diabetes agar terkontrol; pengobatan penyakit kulit; melawan alergi; meningkatkan selera makan; penyembuhan luka; sakit kuning (hepatitis); penyembuhan rematik; antimalaria; menstimulasi saraf; dan antidiare.
Kesimpulan penelitian ini bahwa T.
crispa merupakan tanaman obat tradisional yang memiliki banyak manfaat.
 The life of the sub ethnic of Dayak Ngaju Tribe in Central Kalimantan is very dependent on the forest and nature.
People use a variety of traditional medicines are beneficial, one of which is the penawar sampai (Tinospora crispa L.
).
The research objective to explore the utilization of the T.
crispa as a medicinal plant traditional Dayak Ngaju Tribe.
The method used is exploratory research of Basir, the traditional healers from Dayak Ngaju Tribe.
The selection of Basir using the method of snowball sampling.
The results of this study indicate that the antidote to that used by the people of Dayak Ngaju Tribe empirically used as an antihypertensive; support to controlled diabetes; a skin disease that can be treated; fight allergies; improves appetite; wound healing; yellow fever (hepatitis); the healing of rheumatism; antimalaria; stimulates the nerves and anti diarrhea.
The conclusion of this study that the antidote to is a traditional medicinal plant that has many benefits.
Keywords: Penawar Sampai, Tinospora crispa L.
, Medicinal Plants, Dayak Ngaju Tribe.

Related Results

NILAI BUDAYA PALI DAYAK NGAJU (CULTURAL VALUE AS REPRESENTED IN THE PALI OF DAYAK NGAJU)
NILAI BUDAYA PALI DAYAK NGAJU (CULTURAL VALUE AS REPRESENTED IN THE PALI OF DAYAK NGAJU)
Abstract Cultural Values as Represented in the Pali of Dayak Ngaju Community. This research aims to (1) describe the cultural values as represented in the pemali belonging to the D...
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
Pilihan Bahasa Dalam Komunikasi Mahasiswa Multietnik Pbsi Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Berbicara Pada Siswa Sma
Pilihan Bahasa Dalam Komunikasi Mahasiswa Multietnik Pbsi Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Berbicara Pada Siswa Sma
This study aims to describe the choice of language in the communication of PBSI muktiethnic students which include: (1) when doing lecture assignments, (2) during HMPS activities, ...

Back to Top