Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Latihan Batuk Efektif untuk Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien Pneumonia di Ruang Cendrawasih Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar
View through CrossRef
Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi yang mengenai saluran pernapasan bawah di tandai dengan batuk dan sesak napas, hal ini diakibatkan oleh adanya agen infeksius seperti virus, bakteri, mycoplasma dan aspirasi substansi asing yang beruba eksudat dan konsolidasi pada paru-paru. Jenis penelitian adalah kuantitatif melalui pendekatan studi kasus. Jumlah sampel sebanyak 2 orang responden dengan kriteria inklusi yaitu pasien dengan penyakit pneumonia sesudah melakukan tindakan latihan batuk efektif, pasien yang kooperatif, pasien dengan jenis kelamin pria dan wanita, Pasien yang bersedia ikut sertakan dalam penelitian di rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Hasil Evaluasi menunjukkan bahwa setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari didapatkan bahwa kedua klien mengalami penurunan pada pernapasan pada pasien 1 frekuensi penapasan 25x/menit menjadi 20x/menit. Sedangkan pada pasien ke 2 frekuensi penapasan 23x/menit menjadi 21x/menit dan sputum sudah dapat dikeluarkan oleh kedua klien, bunyi napas klien menjadi vesikuler. Kesimpulan tindakan latihan batuk efektif lebih efektif dilakukan pada pasien pneumonia dalam bersihan jalan napas. Saran bagi perawat diharapkan mampu mendampingi pasien untuk menerapkan pemberian latihan batuk efektif untuk bersihan jalan napas pada pasien pneumonia.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: Implementasi Latihan Batuk Efektif untuk Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien Pneumonia di Ruang Cendrawasih Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar
Description:
Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi yang mengenai saluran pernapasan bawah di tandai dengan batuk dan sesak napas, hal ini diakibatkan oleh adanya agen infeksius seperti virus, bakteri, mycoplasma dan aspirasi substansi asing yang beruba eksudat dan konsolidasi pada paru-paru.
Jenis penelitian adalah kuantitatif melalui pendekatan studi kasus.
Jumlah sampel sebanyak 2 orang responden dengan kriteria inklusi yaitu pasien dengan penyakit pneumonia sesudah melakukan tindakan latihan batuk efektif, pasien yang kooperatif, pasien dengan jenis kelamin pria dan wanita, Pasien yang bersedia ikut sertakan dalam penelitian di rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar.
Hasil Evaluasi menunjukkan bahwa setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari didapatkan bahwa kedua klien mengalami penurunan pada pernapasan pada pasien 1 frekuensi penapasan 25x/menit menjadi 20x/menit.
Sedangkan pada pasien ke 2 frekuensi penapasan 23x/menit menjadi 21x/menit dan sputum sudah dapat dikeluarkan oleh kedua klien, bunyi napas klien menjadi vesikuler.
Kesimpulan tindakan latihan batuk efektif lebih efektif dilakukan pada pasien pneumonia dalam bersihan jalan napas.
Saran bagi perawat diharapkan mampu mendampingi pasien untuk menerapkan pemberian latihan batuk efektif untuk bersihan jalan napas pada pasien pneumonia.
.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PEMBERIAN TERAPI ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE PADA PASIEN ASMA BRONKIAL DENGAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF
PEMBERIAN TERAPI ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE PADA PASIEN ASMA BRONKIAL DENGAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF
Asma bronkial merupakan penyakit kronis saluran napas ditandai dengan obstruksi akibat hipersekresi mukus yang menyebabkan bersihan jalan napas tidak efektif sehingga memerlukan pe...
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN PNEUMONIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA BALITA DI RUANG SERUNI RSUD KARSA HUSADA KOTA BATU
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN PNEUMONIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA BALITA DI RUANG SERUNI RSUD KARSA HUSADA KOTA BATU
Pneumonia adalah infeksi akut pada jaringan paru yang sering dialami balita dan
berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan akibat akumulasi sekret di jalan napas.
Kondisi ini mem...
Asuhan Keperawatan Penerapan Batuk Efektif pada Pasien Asma dengan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif
Asuhan Keperawatan Penerapan Batuk Efektif pada Pasien Asma dengan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif
Asma merupakan suatu penyakit obstruksi saluran nafas yang dapat ditemui pada orang dewasa Asma menyerang saluran pernapasan yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus dan obstruksi ...
Pengelolaan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif pada Pasien ISPA
Pengelolaan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif pada Pasien ISPA
ISPA adalah penyakit saluran pernapasan yang menyerang mulai dari hidung sampai ke alveoli paru-paru dengan gejala yang muncul seperti demam, batuk, pilek, sesak nafas yang dapat ...
Pengelolaan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif dengan Fisioterapi Dada Kombinasi Batuk Efektif pada Penderita PPOK (Studi Kasus)
Pengelolaan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif dengan Fisioterapi Dada Kombinasi Batuk Efektif pada Penderita PPOK (Studi Kasus)
PPOK yaitu penyakit kronik pada saluran pernafasan yang menghambatan aliran udara ke dalam paru (khususnya pada saat ekspirasi) dengan gejala yang sering terjadi yaitu sesak nafas,...
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Bauran pemasaran merupakan strategi mencampur kegiatan-kegiatan marketing yang meliputi product, price, place, dan promotion, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan h...
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...

