Javascript must be enabled to continue!
SUMBER DAYA GENETIK MALEO (Macrocephalon maleo): POPULASI, ANCAMAN KEPUNAHAN, SERTA UPAYA PELESTARIAN
View through CrossRef
Burung maleo (Macrocephalon maleo) adalah endemik Sulawesi yang berasal dari famili Megapodiidae, dan sebagai maskot provinsi Sulawesi Tengah. Maleo saat ini digolongkan dalam satwa langka, sehingga perlu dilindungi agar terhindar dari kepunahan. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.106/Men LHK/Setjen/Kum.1/12/2018 turut memperkuat posisi maleo sebagai satwa yang dilindungi. Maleo memiliki keunikan dari ciri morfologi, habitat tempat tinggal hingga cara perkembangbiakannya. Maleo tersebar di beberapa tipe habitat mulai dari tempat datar yang panas hingga hutan pegunungan yang lebat. Pada habitat alaminya, burung maleo memanfaatkan pohon untuk bertengger, berteduh, dan beristirahat. Burung maleo mempunya keunikan sebagai spesies burrow nester, yakni pembuat sarang dalam liang atau lubang. Pada aspek perkembangbiakannya, maleo melakukan penetasan telur secara alami, dengan menggunakan panas bumi (geothermal) atau panas matahari. Konservasi burung maleo perlu diupayakan untuk menjamin keberlangsungan hewan endemik ini. Terdapat beberapa program konservasi terhadap burung maleo, contohnya Taman Bogani Nani Wartabone, dan Taman Nasional Lore Lindu di Sulawesi Tengah yang programnya berfokus pada pelestarian dan membangun perkembangbiakan maleo. Upaya konservasi maleo sebagai satwa langka di Indonesia memiliki tujuan utama yang mencerminkan kepentingan pelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem alam Indonesia.
Kata kunci: Konservasi, Maleo, Macrocephalon maleo, Sumber daya genetik, Sulawesi
Universitas Tulang Bawang Lampung
Title: SUMBER DAYA GENETIK MALEO (Macrocephalon maleo): POPULASI, ANCAMAN KEPUNAHAN, SERTA UPAYA PELESTARIAN
Description:
Burung maleo (Macrocephalon maleo) adalah endemik Sulawesi yang berasal dari famili Megapodiidae, dan sebagai maskot provinsi Sulawesi Tengah.
Maleo saat ini digolongkan dalam satwa langka, sehingga perlu dilindungi agar terhindar dari kepunahan.
Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.
106/Men LHK/Setjen/Kum.
1/12/2018 turut memperkuat posisi maleo sebagai satwa yang dilindungi.
Maleo memiliki keunikan dari ciri morfologi, habitat tempat tinggal hingga cara perkembangbiakannya.
Maleo tersebar di beberapa tipe habitat mulai dari tempat datar yang panas hingga hutan pegunungan yang lebat.
Pada habitat alaminya, burung maleo memanfaatkan pohon untuk bertengger, berteduh, dan beristirahat.
Burung maleo mempunya keunikan sebagai spesies burrow nester, yakni pembuat sarang dalam liang atau lubang.
Pada aspek perkembangbiakannya, maleo melakukan penetasan telur secara alami, dengan menggunakan panas bumi (geothermal) atau panas matahari.
Konservasi burung maleo perlu diupayakan untuk menjamin keberlangsungan hewan endemik ini.
Terdapat beberapa program konservasi terhadap burung maleo, contohnya Taman Bogani Nani Wartabone, dan Taman Nasional Lore Lindu di Sulawesi Tengah yang programnya berfokus pada pelestarian dan membangun perkembangbiakan maleo.
Upaya konservasi maleo sebagai satwa langka di Indonesia memiliki tujuan utama yang mencerminkan kepentingan pelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem alam Indonesia.
Kata kunci: Konservasi, Maleo, Macrocephalon maleo, Sumber daya genetik, Sulawesi.
Related Results
Conservation of maleo bird (Macrocephalon maleo) through egg hatching modification and ex situ management
Conservation of maleo bird (Macrocephalon maleo) through egg hatching modification and ex situ management
Rusiyantono Y, Tanari M, Mumu MI (2011) Conservation of maleo bird (Macrocephalon maleo) through egg hatching modification and ex situ management. Biodiversitas 12: 171-176. Over e...
Maleo Birds Egg-Laying Behavior (Macrochepalon maleo) In Kuala Vuno Area, Oloboju Village, Sigi District, Central Sulawesi Province
Maleo Birds Egg-Laying Behavior (Macrochepalon maleo) In Kuala Vuno Area, Oloboju Village, Sigi District, Central Sulawesi Province
Maleo (Macrocephalon maleo) termasuk famili Megapodiidae yang merupakan fauna langka dan endemik Pulau Sulawesi. Keistimewaan jenis burung maleo yaitu memiliki telur lebih besar 4...
Nesting Site Nesting Site Characteristics and Egg Hatching Success of Maleo (Macrocephalon maleo) in Hungayono Sanctuary, Gorontalo
Nesting Site Nesting Site Characteristics and Egg Hatching Success of Maleo (Macrocephalon maleo) in Hungayono Sanctuary, Gorontalo
Maleo population is decreasing due to the decline in suitable breeding site. The establishment of a maleo sanctuary in Hungayono aims to increase maleo population by protecting its...
Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Padi Melalui Valuasi Ekonomi
Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Padi Melalui Valuasi Ekonomi
<p><strong>English</strong><br />Indonesia has potency of widely diverse genetic resources of rice useful to assembly the new varieties. This study aimed to...
Pengenalan dan Praktik Konservasi Sumber Daya Genetik bagi Remaja di Lingkungan Kampus Unilak
Pengenalan dan Praktik Konservasi Sumber Daya Genetik bagi Remaja di Lingkungan Kampus Unilak
Indonesia merupakan negara tropis dengan kekayaan sumber daya genetik (plasma nutfah) yang sangat besar. Oleh karena itu, Indonesia termasuk negara dengan megabiodiversity terbesar...
Pemilihan Tetua Persilangan pada Kubis (Brassica oleracea var. capitata) melalui Analisis Keragaman Genetik [Parental Line Selection in Cabbage (Brassica oleracea var. capitata) through Genetic Diversity Analysis]
Pemilihan Tetua Persilangan pada Kubis (Brassica oleracea var. capitata) melalui Analisis Keragaman Genetik [Parental Line Selection in Cabbage (Brassica oleracea var. capitata) through Genetic Diversity Analysis]
<p>Kubis (<em>Brassica oleracea</em> var. <em>capitata</em>) merupakan salah satu jenis sayuran yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Untuk meningkatk...
Analisa Sistem Kelistrikan Gedung RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
Analisa Sistem Kelistrikan Gedung RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
Kapasitas daya listrik di Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad PLN ada tiga yaitu dengan ID No. 181101059392 dengan daya semu 1.730 kVA, daya aktif 1.384 kW, daya reakt...
PERLINDUNGAN HUKUM SUMBER DAYA GENETIK INDONESIA DAN OPTIMALISASI TEKNOLOGI INFORMASI
PERLINDUNGAN HUKUM SUMBER DAYA GENETIK INDONESIA DAN OPTIMALISASI TEKNOLOGI INFORMASI
ABSTRAKIndonesia menyimpan sumber daya genetik yang melimpah namun memiliki kelemahan dalam database nya. Hal ini menjadi celah adanya tindakan biopiracy dari perusahaan-perusahaan...

