Javascript must be enabled to continue!
Analisis Pengaruh Suhu Terhadap Tegangan Tidak Seimbang Pada Motor Induksi
View through CrossRef
Permasalahan kelistrikan yang sering terjadi pada motor induksi ialah tidak seimbangnya tegangan phasa yang menyebabkan kinerja motor induksi yang semakin berkurang. Ini ditandai dengan adanya kenaikan temperature yang menyebabkan umur motor induksi tersebut berkurang. Oleh karena itu penulis mengangkat topik ini sebagai tugas akhir untuk mengetahui pengaruh tegangan tidak seimbang terhadap temperature motor induksi lima phasa, analisis ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk isolasi dan proteksi pada motor induksi itu sendiri. Motor induksi lima phasa pada keadaan tegangan tidak seimbang terjadi kenaikan temperatur yang lebih tinggi dari keadaan motor induksi lima phasa di beri tegangan seimbang, yaitu 0.36 0C/m untuk tegangan seimbang, 0.72 0C/m untuk tegangan tidak seimbang 1% dan 0.84 0C/m untuk tegangan tidak seimbang 3% berdasarkan pengukuran thermometer infrared. Sedangkan pengukuran menggunakan pengukuran resistansi yaitu 0.64 0C/m untuk tegangan seimbang, 0.934 0C/m untuk tegangan tidak seimbang 1% dan 1.147 0C/m untuk tegangan tidak seimbang 3%.
Title: Analisis Pengaruh Suhu Terhadap Tegangan Tidak Seimbang Pada Motor Induksi
Description:
Permasalahan kelistrikan yang sering terjadi pada motor induksi ialah tidak seimbangnya tegangan phasa yang menyebabkan kinerja motor induksi yang semakin berkurang.
Ini ditandai dengan adanya kenaikan temperature yang menyebabkan umur motor induksi tersebut berkurang.
Oleh karena itu penulis mengangkat topik ini sebagai tugas akhir untuk mengetahui pengaruh tegangan tidak seimbang terhadap temperature motor induksi lima phasa, analisis ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk isolasi dan proteksi pada motor induksi itu sendiri.
Motor induksi lima phasa pada keadaan tegangan tidak seimbang terjadi kenaikan temperatur yang lebih tinggi dari keadaan motor induksi lima phasa di beri tegangan seimbang, yaitu 0.
36 0C/m untuk tegangan seimbang, 0.
72 0C/m untuk tegangan tidak seimbang 1% dan 0.
84 0C/m untuk tegangan tidak seimbang 3% berdasarkan pengukuran thermometer infrared.
Sedangkan pengukuran menggunakan pengukuran resistansi yaitu 0.
64 0C/m untuk tegangan seimbang, 0.
934 0C/m untuk tegangan tidak seimbang 1% dan 1.
147 0C/m untuk tegangan tidak seimbang 3%.
Related Results
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Esensinya setiap generator listrik satu fasa maupun tiga fasa telah dilengkapi dengan sistem eksitasi. Sistem eksitasi generator ada tiga, yaitu sistem eksitasi statis, dinamis, da...
Perbandingan Penggunaan Propofol Dengan Thiopental Terhadap Status Hemodinamika Pasien Anestesi Umum Di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Perbandingan Penggunaan Propofol Dengan Thiopental Terhadap Status Hemodinamika Pasien Anestesi Umum Di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Obat induksi anestesi intravena menghasilkan efek samping berupa gangguan respon hemodinamik, obat induksi propofol dan thiopental merupakan obat yang sering digunakan pada pasien ...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PENGASUTAN MOTOR INDUKSI TIGA PHASA PADA PENGEMBANGAN INSTALASI TENAGA DAN INSTALASI PENERANGAN DI BENGKEL LISTRIK
PENGASUTAN MOTOR INDUKSI TIGA PHASA PADA PENGEMBANGAN INSTALASI TENAGA DAN INSTALASI PENERANGAN DI BENGKEL LISTRIK
Abstract
The use of an induction motor in an electrical power generation system is needed where the usefulness of an induction motor is as driving. Constraints on the ...
ANALISIS PERFORMANSI PADA MOTOR INDUKSI SATU FASA TERHADAP BESAR TEGANGAN DAN ARUS DENGAN PENAMBAHAN KOMPONEN RLC
ANALISIS PERFORMANSI PADA MOTOR INDUKSI SATU FASA TERHADAP BESAR TEGANGAN DAN ARUS DENGAN PENAMBAHAN KOMPONEN RLC
Motor induksi satu fasa memiliki beberapa jenis kapasitor salah satunya motor kapasitor permanen atau disebut dengan motor kapasitor running yang banyak digunakan untuk keperluan r...
PENGGUNAAN METODE PHASE FAILURE RELAY UNTUK GANGGUAN VOLTAGE UNBALANCE PADA MOTOR INDUKSI 3 PHASA
PENGGUNAAN METODE PHASE FAILURE RELAY UNTUK GANGGUAN VOLTAGE UNBALANCE PADA MOTOR INDUKSI 3 PHASA
Gangguan voltage unbalance sangatlah mengganggu pada proses produksi, karena gangguan voltage unbalance berdampak besar pada motor induksi 3 phasa yang merupakan jenis motor paling...
Analisis Penanganan Gangguan Kedip Tegangan Pada Penyulang Sampoerna 1 Tegangan 20 kV
Analisis Penanganan Gangguan Kedip Tegangan Pada Penyulang Sampoerna 1 Tegangan 20 kV
Berdasarkan kejadian pada tanggal 17 Desember 2017, terjadi gangguan kedip tegangan yang berhasil direkam dengan PQA (Power Quality Analyzer) milik PT. HM Sampoerna dengan nilai pe...
Pengendalian Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa Menggunakan Variable Frequency-Drive (VFD) Untuk Mendeteksi Aliran dan Tekanan Air Pada Modul Pumps Training System PT. Festo Indonesia
Pengendalian Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa Menggunakan Variable Frequency-Drive (VFD) Untuk Mendeteksi Aliran dan Tekanan Air Pada Modul Pumps Training System PT. Festo Indonesia
Pengaturan kecepatan dalam menggerakkan motor induksi yang biasanya digunakan pada mesin baik pada sektor perumahan maupun industri sangat perlu diperhatikan karena dapat menghemat...

