Javascript must be enabled to continue!
Penyelenggaraan Sistem Transportasi Air Terpadu Untuk Mengakselerasi Dan Memantapkan Konektivitas Nasional
View through CrossRef
Konektivitas dibutuhkan sebagai instrumen bagi pemerataan pembangunan ekonomi, peningkatan daya saing, dan pemerataan pembangunan wilayah termasuk pada membuka keterisoliran wilayahwilayah perbatasan, tertinggal/terbelakang, dan terpencil. Konektivitas diwujudkan dengan sistem transportasi air sebagai tulang punggungnya. Untuk menyelenggarakan transportasi air yang optimal, maka dibutuhkan integrasi antara sub sistem kegiatan (demand side), sub sistem jaringan (supply system), sub sistem pergerakan, dan sub sistem kelembagaan sebagai kerangka sistematis dalam konteks kesatuan sistem transportasi air yang terpadu dan berkesinambungan. Dengan menggunakan metode analisis konten, tulisan ini mencoba untuk mengidentifikasikan kondisi penyelenggraan transportasi air di Indonesia saat ini yang diuraikan berdasarkan keempat sub sistem pembentuk sistem transportasi seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Kemudian berdasarkan hasil identifikasi tersebut, dirumuskan masukan terhadap penyelenggraan transportasi air terpadu di Indonesia dengan luaran utama berupa kajian terhadap saran dan solusi yang dapat dilakukan pada masing-masing sub sistem pembentuk sistem transportasi air yang saling terintegrasi. Sistem transportasi air yang baik tidak dapat dilaksanakan secara parsial karena antarkomponen dan elemen di dalamnya akan saling mempengaruhi dan memiliki keterkaitan yang sangat erat (sistemik dan siklis). Penyelenggaraan transportasi air yang terpadu menjadi upaya strategis untuk mengakselerasi dan memantapkan konektivitas nasional dalam menjangkau seluruh pelosok nusantara.
Title: Penyelenggaraan Sistem Transportasi Air Terpadu Untuk Mengakselerasi Dan Memantapkan Konektivitas Nasional
Description:
Konektivitas dibutuhkan sebagai instrumen bagi pemerataan pembangunan ekonomi, peningkatan daya saing, dan pemerataan pembangunan wilayah termasuk pada membuka keterisoliran wilayahwilayah perbatasan, tertinggal/terbelakang, dan terpencil.
Konektivitas diwujudkan dengan sistem transportasi air sebagai tulang punggungnya.
Untuk menyelenggarakan transportasi air yang optimal, maka dibutuhkan integrasi antara sub sistem kegiatan (demand side), sub sistem jaringan (supply system), sub sistem pergerakan, dan sub sistem kelembagaan sebagai kerangka sistematis dalam konteks kesatuan sistem transportasi air yang terpadu dan berkesinambungan.
Dengan menggunakan metode analisis konten, tulisan ini mencoba untuk mengidentifikasikan kondisi penyelenggraan transportasi air di Indonesia saat ini yang diuraikan berdasarkan keempat sub sistem pembentuk sistem transportasi seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Kemudian berdasarkan hasil identifikasi tersebut, dirumuskan masukan terhadap penyelenggraan transportasi air terpadu di Indonesia dengan luaran utama berupa kajian terhadap saran dan solusi yang dapat dilakukan pada masing-masing sub sistem pembentuk sistem transportasi air yang saling terintegrasi.
Sistem transportasi air yang baik tidak dapat dilaksanakan secara parsial karena antarkomponen dan elemen di dalamnya akan saling mempengaruhi dan memiliki keterkaitan yang sangat erat (sistemik dan siklis).
Penyelenggaraan transportasi air yang terpadu menjadi upaya strategis untuk mengakselerasi dan memantapkan konektivitas nasional dalam menjangkau seluruh pelosok nusantara.
Related Results
Konektivitas Jaringan Infrastruktur Transportasi Pariwisata (Studi Kasus Mandalika dan Labuan Bajo)
Konektivitas Jaringan Infrastruktur Transportasi Pariwisata (Studi Kasus Mandalika dan Labuan Bajo)
Konektivitas jaringan infrastruktur transportasi antar simpul transportasi menuju kawasan pariwisata di Mandalika NTB dan Labuan Bajo NTT perlu dukungan Pemerintah dan pemangku keb...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Reduce Heat Stress on Broilers During Transport by Supplying Drinking Water
Reduce Heat Stress on Broilers During Transport by Supplying Drinking Water
ABSTRACT. The transportation process causes heat stress in broilers. This research aims to test the effectiveness of the drinking water supply system for broilers during transport ...
Implementasi Kebijakan Pemerintah Terhadap Konektivitas Antar Pulau Melalui Transportasi Laut di Tambelan
Implementasi Kebijakan Pemerintah Terhadap Konektivitas Antar Pulau Melalui Transportasi Laut di Tambelan
Sarana dan prasarana transportasi laut yang minim menimbulkan kendala dalam penyaluran arus barang dan orang, serta pembangunan yang harus digenjot di Pulau Kecamatan Tambelan pada...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KETERKAITAN KONSEP PERANCANGAN KOTA TERHADAP PENGEMBANGAN TRANSPORTASI HIJAU
KETERKAITAN KONSEP PERANCANGAN KOTA TERHADAP PENGEMBANGAN TRANSPORTASI HIJAU
Kota Hijau adalah gagasan pembangunan yang pro terhadap pedoman pembangunan kota berkelanjutan. Untuk mewujudkannya salah satu faktor yang harus dikembangkan adalah perlunya manage...
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...

